Delapan Semester usai, berakhir sudah seluruh rangkaian mata kuliah di Biologi yang saya lewati, sebuah blog yang telah dibuat sejak 2008, saya dedikasikan untuk rekan-rekan mahasiswa Biologi, Blog ini berisi tentang Handout, Tugas, dan Laporan praktikum saya dan rekan-rekan yang semoga bisa memberikan manfaat dalam membantu perkuliahan yang sedang teman-teman tempuh atau akan segera teman-teman lewati sepanjang perkuliahan di program studi Biologi kita tercinta ini. Have a nice Reading All
Perencanaan adalah aktivitas memperkirakan keadaan di masa depan
2.W.B. Casttater :
Perencanaan adalah cara manusia memproyeksikan keinginannya
3.Leorin W. Anderson :
Planning is a process by which an individual visualizes the future and creates a framework to guide his or her action in the future
4.Clark & Peterson :
Planning is preparing a framework for guiding future action
5.Carter McNamara :
Planning is setting the direction for something -- some system -- and then working to ensure the system follows that direction.
6.Cooper, J.M. :
All planning has a future orientation, and all planning involves some intention for action to fulfill some purpose
7.Herbert Simon (1996)
Perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
8.Gordon Rowland (1993)
Perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri, jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali.
9.See Sabon (1987)
Perencanaan membantu kita melihat masalah dalam pemikiran yang baru, pandangan yang berbeda dari yang lain, dan lebih baik dalam memahami masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
10.Cristoper Clark (1995)
Baginya guru adalah perencana, jadi guru yang profesional, aktif, siap untuk memberikan pembelajaran dan dengan cara penyampaian yang unik adalah guru yang punya perencanaan baik.
B.Definisi Perencanaan pengajaran
1.Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penetrapan prinsip- prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas.
2.Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.
3.Branch (2002)
Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.
4.Ritchy (1999)
Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.
5.Smith & Ragan(1993)
Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.
6.Zook (2000)
Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar)
7.Perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan ke mana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang efektif dan efesien. Maka perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni:
a.Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
b.Keadaan masa depan dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya.
c.Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha.
d.Usaha yang dilakukan dapat beranekaragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh.
e.Pemilihan alternatif yang paling baik adalah yang mempunyai efektivitas dan efesiensi.
f.Alternatif yang dipilih harus diperinci sehingga menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan.
8.Pendapat Banghart dan Albert Trull. Mereka tidak memberikan batasan perencanaan pengajaran secara eksklusif, melainkan mengatakan bahwa dalam rangka mengerti makna perencanaan pengajaran dapat dilihat dari 3 dimensi, yakni:
a.Karakteristik perencanaan pengajaran berusaha menggambarkan sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
b.Dimensi perencanaan pengajaran, berkenaan dengan luas dan cakupan aktivitas perencanaan yang mungkin dalam sistem pendidikan.
c.Kendala-kendala berkaitan dengan adanya beberapa faktor pembatas atau penghalang.
9.Kegiatan yang merupakan karakteristik perencanaan pengajaran adalah:
a.Proses rasional
b.Konsep dinamik
c.Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas
d.Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam memanajemennya.
10.Dimensi perencanaan pengajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif yang menalar dan efesien, yakni:
a.Signifikan
b.Feasibilitas
c.Relevansi
d.Kepastian atau definitiveness
e.Ketelitian atau Parsimoniusness
f.Adaptabilitas
g.Waktu
h.Monitoring atau pemantauan
i.Isi perencanaan
11.Perencanaan pengajaran yang bak perlu memuat:
a.Tujuan yang diinginkan sebagai hasil proses pendidikan
b.Program dan layanan atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
c.Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi, maupun kepuasan mereka
d.Bangunan pisik mencakup tentang cara-cara penggunaan, pola distribusi dan kaitannya dengan baguanan pisik lainnya
e.Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan
f.Struktur organisasi
g.Konteks sosial atau elemen-elemen lainnya yang dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.
12.Philip Commbs mengatakan dalam arti yang luas, perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakatnya.
C.Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misahwa sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya.
Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran.
Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembela.jarannya. Untuk memahami lebih jauh tentang teori dan aplikasi desain pembelajaran, pada bagian ini akan dipelajari tentang: Pengertian teori dan model; Teori dasar behavioris, kognitif, dan konstruktif; Model pembelajaran; Taksonomi Bloom; Perbaikan taksonomi Bloom;Model kondisi belajar Robert Gagne; serta Model pemrosesan informasi.
Desain pembelajaran dirumuskan secara beragam dengan menerapkan berbagai keilmuan dan pendekatan. Kemp, Marrison dan Ross menyebutkan empat komponen pokok (tujuan pembelajaran, siswa, metode, dan evaluasi) serta analisis topik menjadi landasan pemikiran desain pembelajaran. Konsep sistem hingga sekarang masih menjadi salah satu landasan ilmiah yang dipilih para ahli dalam menentukan model desain pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan rumus baru pendekatan sistem yaitu ADDIE ( analysis, desain, development evaluation).
D.Perbedaan antara Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plans) dengan Rancangan Pembelajaran (Instructional Design)
1.Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plans) = PP
a.PP adalah Proses pengambilan keputuan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yakni perubahan perilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada (p. i, 28);
b.PP menekankan kepada proses penyusunan pedoman pembelajaran dalam rangka menerjemahkan kurikulum yang berlaku ke dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas (p. i, 69);
c.PP disusun untuk kebutuhan guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya (p. 69);
2.Rancangan Pembelajaran (Instructional Design) = RP
a.RP adalah proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktivitas yang harus dilakukan, perencanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan serta perencanaan evaluasi keberhasilan (p. i)
b.RP menekankan pada proses merancang program pembelajaran untuk membantu proses belajar siswa (p. 70)
PEMBELAJARAN KONVENSIONAL VS KONTEMPORER
Salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh seberapa besar kualitas proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Selama ini, se-bagian orang beranggapan bahwa faktor utama keberhasilan pendidikan terletak pada sarana dan parasarana pendidikan yang berkualitas. sehingga beberapa diantara mereka lebih memprioritaskan pembangunan aspek fisik pendidikan, seperti pembangunan gedung sekolah yang mewah dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap sebagai langkah pengembangan mutu pendidikan. Asumsi mereka, pendidikan tidak akan berjalan tanpa kesemua hal tersebut.
Kegiatan pembelajaran yang ditunjang dengan ke-lengkapan sarana dan pra-sarana pembelajaran yang memadai, serta kondisi belajar yang kondusif adalah bukan menjadi satu-satunya faktor yang memicu terciptanya pembelajaran yang bermutu, akan tetapi, tanpa ditunjang oleh kompetensi guru dan respon positif peserta didik sebagai subjek (pelaku) utama kegiatan pembelajaran, tentu-nya hal yang pertama tersebut akan menjadi tidak berarti.
Apabila membandingkan peran dari kedua pelaku kegiatan pembelajaran di atas, tentunya guru memegang peran paling utama dalam mengarahkan kemudi sebuah kegiatan pembelajaran. Artinya, bahwa bentuk dan hasil pembelajaran yang akan dilakukan dan dicapai oleh peserta didik tergantung se-penuhnya pada guru, sehingga baik dan buruknya perjalanan sebuah kegiatan pembelajaran, secara garis besar ada di tangan guru.
Mengingat begitu pentingnya peran seorang pendidik dalam menciptakan kondisi belajar yang berkualitas, maka sangat dituntut kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan sebuah desain atau skenario pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan atau membelajarkan materi kepada peserta didik, akan tetapi sekaligus meransang respon siswa untuk terlibat aktif dalam mengembangkan pola pikir mereka dalam belajar. Sehingga pada akhirnya memunculkan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik akibat dampak dari kebermaknaan yang mereka peroleh dari kegiatan pembelajaran.
Berbagai pendekatan pembelajaran yang dewasa ini banyak dikembangkan, dapat menjadi alternatif bagi para pendidik untuk diambil sebagai pilihan desain pembelajaran yang akan dilakukan, yang intinya membelajaraktifkan para peserta didik sesuai harapan dan sasaran pendidikan kontemporer. Salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mem-punyai tujuh pilar yaitu: (1) Inkuiri (inquiry); (2) bertanya (questioning); (3) konstruktivisme (constructivism); (4) masyarakat belajar (learning community); (5) penilaian autentik (autentic assesment); (6) refleksi (reflection); dan (7) pemodelan (modelling).
Pada upaya pengembangan model dan strategi pembelajaran, prinsip-prinsip CTL banyak memberikan sumbangan terhadap pengembangan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning/CL) dan model pengajaran berdasarkan masalah (Problem Based Instructions /PBI). Hal ini disebabkan karena prinsip-prinsip CTL ini temyata sangat terkait erat dengan teori konstruktivis. Di samping itu, salah satu pilar CTL tentang pemodelan memberikan sumbangan ter-hadap model pengajaran langsung (Direct Instructions/ DI). Demikian pula dengan aplikasi prinsip CTL lainnya tercermin pada strategi pembelajaran (Learning Strategy / LS) (Faiq. 2009).
Persoalan yang ber-kembang kemudian adalah sejauhmana kesiapan dan kemauan para pendidik dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam aktifitas pembelajaran yang mereka lakukan. Sebab tak jarang diantara para pendidik, terdapat anutan paradigma lama yang berpegang teguh pada pemahaman guru sebagai pengajar. Artinya, bahwa guru menjadi sumber segala pengetahuan yang akan diterima dan diketahui oleh peserta didik (Teacing Center). Paradigma tersebut diatas telah diyakini merupakan ciri guru konvensional yang berat untuk menerima perubahan.
Salah satu faktor penyebab ketidaksiapan dan atau ketidakmauan para guru konvensional untuk me-nerapkan model-model pem-belajaran kontemporer adalah kurangnya pengetahuan dan pengalaman guru tentang teknis pendekatan belajar tersebut. akibatnya, mereka tidak cukup confidence untuk memulai menerapkan pen-dekatan tersebut di dalam aktifitas pembelajaran mereka. Sebaliknya, untuk menutupi kekurangan tersebut, di-munculkanlah seribu satu dalih yang makin memperberat usaha mereka untuk memulai. Misalnya saja, alasan mem-butuhkan banyak waktu, siswa akan ribut dan sulit diatur, tidak ada keseriusan atau terlalu santai dan main-main, dan berbagai alasan lainnya, yang pada akhirnya meng-giring mereka pada pilihan metode ceramah monoton sebagai metode populer.
Perlu ditekankan bahwa, kegiatan mengajar bukanlah sekedar kegiatan mengingat fakta untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti dan melulusi kegiatan evaluasi yang akan dilakukan di akhir pembelajaran. Akan tetapi, kegiatan mengajar juga diharapkan mampu memperluas wawasan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menumbuhkan sejumlah sikap positif yang direfleksikan peserta didik melalui cara berpikir dan cara bertindak atau berperilaku sebagai dampak hasil belajamya. Oleh karena itu cara guru mengajar perlu diubah. Ditinjau dari esensi proses pembelajarannya, perlu adanya pengubahan paradigma “mengajar” (teaching) menjadi “membelajarkan” (learning how to learn) sehingga proses belajarnya cenderung dinamis dan bersifat praktis dan analitis dalam dua dimensi yaitu pengembangan proses eksplorasi dan proses kreativitas. Proses eksplorasi menjadi titik pijak untuk menggali pengalaman dan penghayatan khas peserta didik, bukan dari pihak luar, bukan dari apa yang dimaui orang tua, guru, maupun masyarakat bahkan pemerintah sekalipun. Dari proses tersebut dikembangkan prakarsa untuk bereksperimen-kreatif, berimajinasi-kreatif dengan metode belajar yang memungkinkan peserta didik untuk melatih inisiatif berpikir, mentradisikan aktivitas kreatif, mengembangkan kemerdekaan berpikir, mengeluarkan ide, menumbuhkan kenikmatan bekerjasama, memecahkan masalah-masalah hidup dan kehidupan nyata. Karena itu, dalam proses pembelajaran seharusnya tampak dalam bentuk kegiatan prakarsa bebas (independent study), komunikasi dialogis antar peserta didik maupun antara peserta didik dan guru, spontanitas kreatif, yang kadang-kadang terkesan kurang tertib menurut pandangan pendidikan. Guru perlu menyediakan beragam kegiatan pembelajaran yang berimplikasi pada beragamnya pengalaman belajar supaya peserta didik mampu mengembangkan kompetensi setelah menerapkan pe-mahaman dan pengetahuannya. Untuk itu strategi belajar aktif melalui multi ragam metode sangat sesuai untuk digunakan ketika akan menerapkan KTSP.
Dalam paradigma pendidikan saat ini guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar yaitu relasi dan aktualisasi sifat-sifat uluhiah manusia dengan cara aktualisasi potensi-potensi manusia untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Dengan demikian seorang pendidik dituntut untuk bisa memainkan peranan dan fungsinya dalam men-jalankan tugas keguruannya secara proporsional disamping harus menjalankan tugas dan fungsinya yang lain sebagai individu, anggota masyarakat, warga negara, dan tugas serta fungsi lainnya.
Tentu tidak semudah membalik telapak tangan untuk mengubah sebuah perilaku yang telah mengakar dan mendarah daging pada diri seseorang, apalagi terhadap prilaku yang telah berlangsung lama dan bahkan telah menjadi sebuah budaya hidup, walaupun jelas-jelas lingkungan tempat mereka berada, mengakui bahwa kebiasaan mereka tersebut merupakan sebuah hal yang sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan motivator-motivator dan fasilitator-fasilitator untuk lebih menggiatkan upaya transisi tersebut, transisi dari pemahaman konservatif ke kontemporer, transisi dari guru konvensional ke guru pro-fesional, atau transisi dari paradigma lama guru ke paradigma baru. Dalam hal ini, program DBE3 telah banyak berperan dalam fungsi tersebut.
Kehadiran program DBE3 di beberapa daerah diharapkan dapat menjadi mediator transisi paradigma guru. Bentuk pelatihan-pelatihan DBE3 yang di desain dengan pola penyajian teori dan praktik adalah pada intinya memberikan pengetahuan dan pemahaman mendalam kepada para peserta pelatihan (guru) tentang bagaimana bentuk dan teknis penerapan pendekatan pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna (mis: CTL). Hal ini, secara tidak langsung ataupun tidak langsung diharapkan dapat menutupi kekurangan-kekurangan guru selama ini.
Apresiasi positif yang dilontarkan oleh para peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh DBE3 menjadi indikator awal adanya pergerakan paradigma guru dari zona konvensional ke zona kontemporer.
Senin, 25 Oktober 2010
By: Irfan Pasaribu
SOAL:
Sebutkan perbedaan antara perencanaan pembelajaran dengan desain pembelajaran menurut beberapa ahli!
Sebutkan perbedaan antara pandangan tradisional dengan modern mengenai perencanaan pembelajaran!
JAWAB:
Perbedaan perencanaan dan desain pembelajaran menuurut beberapa ahli adalah:
Perencanaan pembelajaran
Cunningham mengemukakan bahwa perencanaan ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualiasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Dari pengertian ini menekankan pada usaha menyeleksi dan menggabungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.
Menurut Steller bahwa perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya ( what should be) yang bertalian dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program dan alokasi sumber. Pada teori ini perencanaan menekankan pada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang akan datang disesuaikan dengan apa yang dicita-citakan.
Pada definisi yang lain Robbins menyatakan bahwa perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. Dalam definisi ini memiliki asumsi bahwa perubahan selalu terjadi.
Pembelajaran menurut Dengeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Secara inplisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan, serta didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada, kegiatan ini merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.
Menurut Uno bahwa pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya, agar rencana pembelajaran yang disusun benar-benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajaran, perlunya perencanan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran.
-Herbert Simon- (1996)
Perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
-Gordon Rowland- (1993)
Perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri,
jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali.
-See Sabon- (1987)
Perencanaan membantu kita melihat masalah dalam pemikiran yang baru, pandangan yang berbeda dari yang lain, dan lebih baik dalam memahami masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
-Cristoper Clark- (1995)
Baginya guru adalah perencana, jadi guru yang profesional, aktif, siap untuk memberikan pembelajaran dan dengan cara penyampaian yang unik adalah guru yang punya perencanaan baik.
-Branch- (2002)
Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.
-Ritchy-
Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.
-Smith & Ragan- (1993)
Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran.
(1999) Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas
pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.
-Zook- (2000)
Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar)
Desain pembelajaran
Desain pembelajaran menurut Dorm, Demmin, dan Gabel (1990)dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya.
Sebuah model merupakan gambaran mental yang membantu kita untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih jelas terhadap sesuatu yang tidak dapat dilihat atau tidak dialami secara langsung (Dorin, Demmin, dan Gabel, 1990) Model dapat berupa skema, bagan, gambar, dan tabel. Model menjelaskan keterkaitan berbagai komponen dalam suatu pola pemikiran yang disajikan secara utuh. Model dapat membantu kita melihat kejelasan keterkaitan secara lebih cepat, utuh, konsisten, dan menyeluruh. Hal ini disebabkan suatu model disusun dalam upaya mengkonkretkan keterkaitan hal-hal abstrak dalam suatu skema, bagan, gambar, atau tabel. Dengan mencermati model kita dapat membaca uraian tentang banyak hal dalam sebuah pola yang mencerminkan alur pikir dan pola tindakan.
Menurut Ryder (2003), model seperti mitos dan metafor, dapat membantu kita memahami sesuatu. Apakah model itu diturunkan oleh seseorang atau merupakan hasil dari penelitian, setiap model menawarkan pemahaman tertentu secara lebih mudah. Model desain pembelajaran menawarkan struktur dan pemahaman tentang desain pembelajaran. Membuat para pengembang pembelajaran memahami masalah, merinci masalah ke dalam unit-unit yang lebih mudah diatasi dan menyelesaikan masalah pembelajaran.
Wina Sanjaya, 2008 membedakan antara antara Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plans) dengan Rancangan Pembelajaran (Instructional Design), menurutnya:
A. Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plans)= PP
a.PP adalah Proses pengambilan keputuan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu, yakni perubahan perilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada.
b.PP menekankan kepada proses penyusunan pedoman pembelajaran dalam rangka menerjemahkan kurikulum yang berlaku ke dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
c.PP disusun untuk kebutuhan guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
B. Rancangan Pembelajaran (Instructional Design)= RP
a.RP adalah proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktivitas yang harus dilakukan, perencanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan serta perencanaan evaluasi keberhasilan.
b.RP menekankan pada proses merancang program pembelajaran untuk membantu proses belajar siswa.
c.Desain pembelajaran mengacu pada bagaimana seseorang itu belajar dan diarahkan pada kemudahan belajar;
d.Desain pembelajaran melibatkan variable pembelajaran; Desain pembelajaran haruslah mencakup semua variable pembelajaran. Ada tiga variable yang harus dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran yakni:
i.Variable kondisi yang mencakup semua variable yang tidak dapat dimanipulasi oleh perencanaan pembelajaran. yang termasuk variable ini adalah tujuan pembelajaran, karasteristik bidang studi dan karasteristik siswa.
ii.Variable metode pembelajaran yang mencakup semua cara yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kondisi tertentu. Yang termasuk variable ini adalah strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, dan stratgi pengelolaan pembelajaran.
iii.Variable hasil pembelajaran mencakup semua akibat yang muncul dari pengunaan metode pada kondisi tertentu, seperti keefektifan pembelajaran, efisiensi pembelajaran, dan daya tarik pembelajaran.
Perbedaan antara pandangan tradisional dan modern terhadap model perencanaan adalah:
Pandangan tradisional
Menurut pandangan ini model pembelajaran termasuk model pembelajaran Linear, yakni:
Goal--->Action--->Outcome
Dimana pada model ini tujuan yang mengawali segalanya kemudian di ikuti oleh adanya tindakan berupa pengajaran dan akhir dari semua prosesnya yakni berupa hasil. Proses pembelajaran seperti ini sudah jarang di gunakan karena lebih banyak memperhatikan tujuan dibandingkan tindakan yang dilaksanankan, sehingga hasilnya terkadang jauh dari apa yang diharapkan.
Pandangan modern
Menurut pandangan ini model pembelajaran termasuk model pembelajaran Non Linear, yakni:
Action--->Outcome--->Goal
Pada model pembelajran ini tindakan pembelajaranlah yang mengawali alur dari semua proses yang ada, kemudian diikuti oleh hasil pembelajaran itu dan berakhir pada pencapaian tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Dalam model ini diharapkan kegiatan dan hasil mengacu pada pencapaian tujuan pembelajaran, sehingga ada ketercapaian pengajaran oleh tenaga pendidik tersendiri. Dari konsep teori yang ada, sekarang ini penggunaan modelpembelajaran non linear sudah mulai di aplikasikan.
1.1Merencanakan eksperimen faktor eksternal tentang perumbuhan tumbuhan
Materi:
Perencanaan eksperimen tentang pertumbuhan
-Penulisan Laporan hasil penelitian
-Proses-proses pertumbuhan dan reproduksi
-Faktor-faktor pertumbuhan
1.2Melakukan eksperimen dengan menggunakan faktor eksternal tentang pertumbuhan tumbuhan
Materi:
-Percobaan pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tumbuhan
-Tahap-tahap percobaan, dimulai dari perencanaan, obsrvasi,pengambilan data, pengolahan data dan pengambilan kesimpulan
1.3Menginformasikan hasil eksperimen tentang pengaruh faktor eksternal terhadap pertumbuhan tumbuhan
-Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi seperti radiasi dan temperatur
-Metode untuk mempresentasikan hasil penelitian
Standar Kompetensi II
Memahami Pentingnya proses Metabolisme pada Organisme
Kompetensi Dasar
2.1Menggambarkan fungsi enzim dan proses metabolisme
Materi:
-Fungsi enzim
-Sifat-sifat dan faktor yang mempengaruhi kerja enzim
2.2Menggambarkan proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat
Materi
-Respirasi terdiri dari 3 tahapan, yaitu glikolisis, siklus krebs dan transpor elektron
-Respirasi aerob menggunakan oksigen sebagai penerima hidrogen, sedangkan respirasi anaerob menggunakan komponen kimia seperti asam piruvat, asetil KoA, aselaldehid dll sebagai penerima elektron pada transfor elektron
-Terdapat dua tahapan reaksi dalam kloroplas yaitureaksi gelap dan reaksi terang
2.3Menjelaskan hubungsan antara proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein
Materi:
-Hubungan antara proses metabolisme karbohidrat dan metabolisme lemak, dalam proses respirasi dialkukan untuk mrnghasilkan energi, jadi bila senyawa antara dalam proses respirasi tidak dilanjutkan ke tahapan respirasi selanjutnya mak akan disintesis menjadi lemak. Contoh dari senyawa antara tersebut adalah glyseraldehid 3 fosfat (G3P) akan disintesis menjadi gliserol.
-Hubungan antara metabolisme karbohidrat dengan metabolisme protein. Sama seperti metabolisme lemak, badan dan materi hidup (makhluk hidup) melakukan segala proses dengan efisien. Jadi senyawa yang tidak bekerja akan dibentuk menjadi senyawaan. Senyawa antara pada siklus krebs adalah asam alfa ketoglutarat akan disintesi menjadi asam amino glutamat. Melalui reaksi deaminasi dan transaminasi membentuk asam amino
Standar Kompetensi III
Memahami Konsep Dasar dan Prinsip Hereditas dan Implikasi dalam sains, lingkunagn, teknologi dam masyarakat\
Kompetensi Dasar
3.1Menjelaskan konsep gen, DNA dan Kromosom
Materi:
-Konsep DNA, Gen, dan kromosom, DNA atau substansi genetik yant terdiri dari nukleotida yang kembar. Gen atau substansi hereditas. Kromosom adalah DNA double heliks dan protein histon
-Struktur dan fungsi DNA, RNA dan Kromosom. DNA dan RNA terdiri dari ribosa dan basa nitrogen
3.2Menjelaskan hunungan DNA (gen)-RNA-Polipeptida dan sintesis protein
-Transkripsi DNA akan membentuk RNA, sebelum membentuk protein
-Sintesis protein terjadi melalui 2 tahp, yaitu transkripsi dan translasi
-Kode genetik adalah suatu seri basa nitrogen terdiri dari 4 macam basa nitrogen dan dapat dibentuk menjadi 20 asam amino
3.3Menjelaskan hubungan proses fisis mitosis dan miosis
-Mitosis, terjadi di sel tubuh, jumlah kromosom induk sama dengan jumlah kromosom anak
-Miosis terjadi degan 2 tahapan, yaitu miosis I dan Miosis II dan menghasilkan 4 sel anakan dengan jumlah kromosom n
-Gametogenesis, dilakukan untuk membentuk sel gamet jantan dan betina
3.4Materi
-Hereditas Mendel, terdiri dari 2 prinsip, yaitu mendel I dan mendel II
-Deviasi dari mendel, perbandingan fenotip tidak selalu dengan hukum mendel, karena beberapa seprti autisme, polimeri dan kriptomeri dll
-Sistem hereditas, contohnya tautan, tautan seks, pindah silang, determinasi dll
-Hereditas manusia ada 2 macam kromosom pada manusia, yaitu gonosom (kromosom x dan y) dan autosom
3.5Materi
-Mutan dan Implikasinya, mutasi disebabkan oleh perubahan pada DNA dan kromosom
-Mutasi alami dan mutasi buatan. Mutasi alami tidak diketahui penyebabnya sedangkan mutasi buatan disebabkan radiasi sinar x, insersi DNA dll.
-Implikasi dari mutasi alami dan mutasi buatan
Standar Kompetensi IV
4.1Materi
-Teori, prinsip dan mekanisme evolusi
-Teori evolusi, evolusi menjelaskan tentang perkembangan makhluk hidup melaui proses yang panjang dari bentuk sederhana menjadi bnetuk kompleks. Beberapa teori evolusi antara lain teori Lammarc, teori Darwin, Wallace dan Weismann
-Faktor, pedoman yang mendukumg evolusi. Fenomena evolusi menjelaskan perubahan makhluk hidup karena seleksi alam dan sifat hereditas
-Mutasi dan Evolusi, mutasi dapat menjadi faktor determinasi terjadinya evolusi
-Mekanisme evolusi, menjelaskan tetntang mutasi gen dan seleksi alam dalam populasi
4.2Evolusi
4.3Materi:
-Teori baru tentang evolusi
-Pendapat baru tentang evolusi dari Harunyahya dan Inteligent design
-Pendapat yang menyebutkan bahwa makhluk hidup di dunia dibuat dengan rencana yanhg sulit/kompleks dan bukannya tanpa rencana
Standar Kompetensi V
5.1Materi
-Bioteknologi
-Pengertian dan Prinsip dasar bioteknologi, bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nilai bahan dasar dengan menggunakan mikroorganisme
-Macam-macam bioteknologi
5.2Materi:
-Peratuaran dan Implikasi dari bioteknologi
-Implikasi bioteknologi dalam sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat
-Pengaruh/ dampak dari bioteknologi
RANGKUMAN MATERI SILABUS KELAS XI
SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI
Sel
-Komponen kimia sel
-Struktur dan fungsi sel
-Organel sel tumbuhan
-Organel sel hewan
-Mekanisme transpor pada membran
Jaringan
-Struktur jaringan tumbuhan
-Fungsi jaringan tumbuhan
-Struktur jaringan hewan vertebrata
-Fungsi jaringan hewan vertebrata
Sistem sirkulatori
-Struktur dan fungsi tulang
-Mekanisme pergerakan oleh otot
-Penyakit dalam sistem pergerakan
-Teknologi untuk rehabilitas penyakit pada sistem pergerakan
Sistem peredaran darah
-Struktur sel darah
-Fungsi sel darah
-Jenis peredaran darah pada manusia
-Penyakit
Sistem pencernaan
-makanan
-sistem pencernaan pada manusia
-sistem pencernaan pada ruminansia
-penyakit pada sistem pencernaan
Sistem Respirasi
-Struktur alat pernapasan
-Fungsi alat pernapasan
-Mekanisme respirasi
-Respirasi pada hewan
-Penyakit
Sistem Ekskresi
-Struktur dan fungsi alat ekskresi pada manusia
-Proses ekskresi pada manusia
-Alat ekskresi hewan
-Penyakit pada sistem ekskresi
Sistem Regulasi
-Struktur dan fungsi sistem regukasi
-Proses regulasi
-Penyakit
Sistem reproduksi
-struktur dan fungsi organ reproduksi
-ovulasi
-Fertilisasi
-ASI
-Penyakit
Sistem imun
-antigen dan antibody\
-Mekanisme pertahanan tubuh
RANGKUMAN MATERI SILABUS KELAS X
SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI
Ruang lingkup biologi
-Biologi sebagai ilmu pengetahuan dan posisi nya. format biologi Pengetahuan adalah mempelajari semua hal yang hidup dari permasalahannya. Biologi sebagai Bagian ilmu pengetahuan memiliki karakteristik sama seperti ilmu pengetahuan lainnya. Ruang lingkup biologi melingkupi objek biologi dan masalah nya membentuk bermacam tingkatan hidup dari organisasi ( sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, biosfer).Biologi memastikanpengembangan teknologi
-Kerja ilmiah. Di dalam biologi menggunakan metode ilmiah.
-Saintis di dalam memecahkan masalah harus mampu lakukan metode ilmiah dan bisa bersikap ilmiah.
Obyek dan masalah dalam biologi dalam berbagai organisasi kehidupan.
-Objek Biologi. Mempelajari perkembangan biologi dari makhluk hidup dengan semua permasalahannya, Mulai dari individu ( molekul, compound, sel, jaringan, organ, sistem organ), populasi, komunitas, ekosistem hingga bioma danmenemukan berbagai bagian biosfer di bumi.
-Masalah biologi dalam berbagai organisasi kehidupan.
-Masalah biologi dapat terjadi pada tahap molekul, pembentukan, jaringan, sampai bioma. Contoh pada tahap organ seperti kanker kulit, patah tulang. Pada tahap ekosistem, punahnya badak, perubahan lahan menjadi tempat untuk menempatkan suatu kelompok recicles, dll.
-Metoda ilmiah.
-Pembelajaran dan pengembangan biologi menggunakan metoda ilmiah. Saintis dalam memecahkan masalah harus mampu lakukan scientifict dan bisa bersikap ilmiah
Virus
-krakteristik virus. (struktur dan replikasi) Virus mempunyai karakteristik seperti sel, dapat mengkristal dan dapat menyerupai sel hidup.
-Replikasi virus.virus hanya dapt tumbuh pada sel atau jaringan hidup. Termasuk bakteri, jaringan embrio, hewan, tumbuhan, dan manusia.
-Proses replikasi virus terus-menerus melekat pada sel hidup yang membentuk virus baru melalui jalur lisis atau lisogenic.Peran Virus dalam kehidupan.
-Virus dapat menguntungkan manusia karena berperan sebagai vektor dalam pengendali genetik . Virus dapat merugikan manusia karena dapat menyebabkan Hepatitis, AIDS, avian influenza atau menyerang tumbuhan atau hewan
-karena Citrus Vein Phloem Desease ( CVPD) pada pohon jeruk, Tobacco Virus Mozaic ( TMV) pada tembakau and New Castle Desease ( NCD) pada chick
Archaebacteria dan Eubacteria.
karakteristik Archaebacteria dan Eubacteria.
-Organisme uniselular, prokariotik, tidak memiliki klorofil, Hidup bebas atau sebagai parasit.
-Kebutuhan Archaebacteriahidup di lingkungan ekstrim (contoh: mata air panas, kawah,gambutDinding sel tanpa peptidoglikan.
-Eubacteria adalah dapat ditemukan di banyak area. Dinding sel terdiri atas peptidoglikan.
-ReproduksiArchebacteria dan Eubacteria. Reproduksi dengan membelah diri dimana dipengaruhi oleh kondisi area, temperatur, dan lain lain
-Peran Archebacteria dan Eubacteriain dalam kehidupan. Peran bakteri dalam hidup sangat luas. pada area yang seimbang
-mempunyai peran pada siklus biogeokimia ( Nitrifikasi,Denitrifikasi, fiksasi nitrogen dekomposer), Di sampingmempunyai suatu peran dalam industri makanan seperti nata decoco, yoghurt,asinan sayur, dan obat dan yang merugikan karena dapat menyebabkan disentri, penyakit kelamin, dll
-Kemampuan bakteri menyebabkan penyakit membuat salah pemahaman manusia yang tidak tanggap/ tangung jawab sebagai biologi sweapon dengan penggunaan Baksil antraxis.
Protista
- Karakteristik Protista. Protista merupakan organisme eukariot uniselular hidup soliter atau koloni.
- Protista kelas protista menyerupai animalia ( Amuba (Protozoa), protist menyerupai tumbuhan ( Ganggang) dan protist menyerupai Jamur. Protista banyak berbagai warna.
- karakteristik Protista yang Umumnya menyerupai Jamur sel ini mempunyai lebih dari satu inti, amuboid ( Myxomicotina) atau mempunyai flagel ( Oomycotina), heterotrof, produk spora, parasito
decomposer.
- karakteristik Protista yang Umumnya menyerupai tumbuhan ( Ganggang). Ganggang adalah organisme uniselular kecuali warna coklat Ganggang andred, fotosintetik, ada microskopis dan makroskopis, hidup dilaut atau air tawar. Di samping khlorofil Pigmen, Ganggang mempunyai karotenoid fikosantin, dan fikoeritrin,
- karakteristik Protist yang Umumnya menyerupai hewan ( Amuba (protozoa) organisme uniselular, soliter atau koloni, mikroskopis, heterotrof, hidup bebas atau parasit, gerakan dengan pseudopodia, cilia atau flagell.
Peran protist dalam hidup.
-Peran yang diuntungkan adalah sebagai makanan dengan gizi tinggi, sebagai pengobatan/kedokteran, dan kosmetik, pupuk. peran protista] Yang merugikan adalah penyebab penyakit ( Trypanosoma, Plasmodium, Leishmania).
Jamur ( Jamur)
-Karakteristik Jamur. Jamur adalah organisma eukariotik, unisellular atau multisellular, dengan dinding sel dari glukan, mannan, dan chitin, tidak ada chlorofil, mendapatkan makanan dengan menyerap, reproduksi yang tidak berkelamin dan seksual.
-Penggolongan jamur. Jamur diklasifikasikan 4 macam,yaitu: Zygomycotina membentuk zygospora dari seksual reproduksi; Ascomycotina membentuk generatif spora di (dalam) ascus; Basidiomycotina membentuk generatif spora di (dalam) basidium dan biasanya mempunyai badan besar; Deuteromycotina membentuk vegetatif spora dan belum dikeetahui fase seksualnya Membentuk penggolongan lain terdiri atas jamuryaitu khamir ( jamur uniselular, reproduksi dengan tunas), Kapang ( jamur dengan miselium), Cendawan ( jamur dengan macroskopis)
-Jamur Reproduksi. Jamur bereproduksi dengan tunas dan spora(vegetatif dan generatif)
-Peran jamur dalam hidup. Peran jamur dalam hidup . Peran jamur adalah sebagai penyeimbang decomposer, mempunyai simbiosis dengan akar ( mikoriza) di (dalam) suplay humus.jamurpenting di dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Jamur ( cendawan) ada yang beracun jamur Kapang memproduksi aflatoksin `Disamping jamur merupakan parasit pada tumbuhan, hewan dan manusia.