Ada kesalahan di dalam gadget ini

Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Senin, 12 Desember 2011

92 Persen Ikan di Ciliwung Telah Punah



KOMPAS/LASTI KURNIAInilah kura-kura jantan raksasa yang ditemukan di Sungai Ciliwung, Jumat (10/11/2011) lalu.
Biodiversitas atau keragaman hayati di Sungai Ciliwung memprihatinkan. Pandangan ini diungkapkan Dr. Siti Nuramaliati Prijono, Kepala Puslit Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
"Yang sudah kita lakukan, 92 persen ikan di Ciliwung sudah punah, sementara untuk mollusca 66,7 persen serta bangsa udang dan kepiting juga 66,7 persen," kata Siti, Selasa (15/11/2011).
Hasil penelitian tersebut didapatkan dengan menganalisa biodiversitas Ciliwung tahun 2009 dan membandingkannya dengan koleksi makhluk hidup di Ciliwung yang ada di Museum Zoologi Bogor, merujuk keragaman tahun 1910.
Melihat rentang waktu dari 1910-2009, bisa dilihat bahwa mayoritas jenis-jenis ikan, mollusca serta udang dan kepiting di Ciliwung punah dalam seabad. "Mulai punah itu sejak manusia mulai banyak di sekitar Ciliwung. Lalu karena polusi dari limbah dan Ciliwung yang seperti menjadi tempat sampah terpanjang," katanya.
Salah satu jenis yang punah, kata Siti, adalah lele berukuran besar mirip lele dumbo. Disayangkan sebab jika tidak punah, lele itu bisa menjadi sumber protein bagi masyarakat.
Hingga sejauh ini, LIPI belum melakukan penelitian terhadap organisme lain, seperti bulus, kura-kura dan ular, sehingga belum diketahui penurunan biodiversitas satwa tersebut di Ciliwung saat ini.
Satwa Ciliwung kini banyak mengalami tekanan, salah satunya akibat perburunan manusia untuk mencari bahan makanan. Misalnya, jenis kura-kura dan bulus yang saat ini banyak diambil untuk dikonsumsi.
Seperti dilaporkan sebelumnya, bulus raksasa yang ditemukan di Ciliwung kemarin hampir saja dipotong. Namun, pemotongan gagal karena ada warga yang membeli bulus seharga Rp 300 ribu.
Bulus dan kura-kura dari Ciliwung dilaporkan sering diburu dan hasilnya dijual di restoran sebagai bahan makanan. Penelitian perlu dilakukan sehingga paling tidak upaya pencarian sumber makanan untuk konsumsi bisa mempertimbangkan populasi spesies tertentu di alam.

http://sains.kompas.com/read/2011/11/15/19224468/92.Persen.Ikan.di.Ciliwung.Telah.Punah

Tidak ada komentar:

Pengikut