Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Jumat, 09 Juli 2010

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS

B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

OLEH:

BHIMA WIBAWA SANTOSO AIC407003

Anggota Kelompok:

ERNAWATI AIC407002

DIANA DITA AIC407004

RANA RIO ANDHIKA AIC407005

NURDAYATI AIC407006

Asisten:

1. Rita yuliza

2. Reza nugroho

PROGRAM STUDI BIOLOGI

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNUVERSITAS JAMBI

2009

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 JUDUL

a. Peranan Gen yang Dipengaruhi seks

b. Pengamatan Variasi Individu

1.2 TUJUAN

TUJUAN A: Mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan ukuran jari

Telunjuknya

TUJUAN B: Mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan sidik jari. Menentukan tipe pewarisan apa tentang sidik jari mahasiswa berdasarkan data yang terkumpul

1.3 WAKTU DAN TEMPAT

Hari/ tanggal : Senin/ 21 Desember 2009

Tempat : Laboratorium UP.MIPA Universitas Jambi

1.4 KAJIAN PUSTAKA

Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki maupun perempuan. Baru dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis.

Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada laki-laki, tetapi resesif pada perempuan. Kegiatan gen ini menjadi sebagai berikut:

Genotip

Laki-laki

Perempuan

TT

Telunjuk pendek

Telunjuk pendek

Tt

Telunjuk pendek

Telunjuk panjang

Tt

Telunjuk panjang

Telunjuk panjang

Cara penurunan gen ini sama dengan cara penurunan gen kepala botak. ( Suwiryo,1998)

Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga mereka mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya. Yang diwariskan adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom. (Nio,1990)

Daktiloskopi berasal dari dua kata Yunani yaitu Dactylos yang berarti jari jemari atau garis jari dan scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu timbul istilah dalam bahasa inggris yang kita kenal menjadi “Ilmu Sidik Jari”. Kedua ilmu itu ditetapkan pada objek yang sama, garis papil, tetapi tujuan Daktiloskopi tersebut lebih dititikberatkan untuk keperluan personal identifikasi. Daktiloskopi berarti mengamati sidik jari khususnya garis yang terdapat pada ruas ujung jari, baik tangan dan kaki. Jadi, daktiloskopi berarti ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali atau untuk proses identifikasi orang. (Rizqiani,2009)

Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP.

Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individualiti yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik. ( Anonim, 2009)

Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil,dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari 2 lapisan :

1. Lapisan dermal adalah kulit jangat/kulit yang sebenarnya. Kulit inilah yang menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak.

2. Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar/garis papilar. Garis inilah yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok perumusan dan perbandingan sidik jari. Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam,yaitu:

- Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa menggunakan alat bantu.

- Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat langsung tetapi harus dengan menggunakan beberapa cara pengembangan terlebih dahulu supaya dapat nampak lebih jelas.

- Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada benda yang lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat. Sedangkan untuk sidik jari yang mengalami kerusakan atau cacat dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Cacat sementara adalah cacat pada bagian kulit luar (epidermal) dan garis yang cacat /rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti semula.

b. Cacat tetap adalah cacat yang disebabkan karena ikut rusaknya garis yang sampai lapisan dermal. Sidik jari yang cacat tetap atau sementara biasnya tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari kecuali apabila sidik jari rusak sama sekali. Ada tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari), yaitu:

1) Sidik jari setiap orang tidak sama.

2) Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup.

3) Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis. Ketiga dalil yang telah dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti.(Rizqiani, 2009)

Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkutan (loop), dan lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapaa sub-group yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi Ulnar loop dan Radial loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.

pembagian bentuk pokok lukisan sidik jari.jpg

a) Loop (Sangkutan) Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti kearah sisi semula. Syarat-syarat (ketentuan) Loop:

Ø Mempunyai sebuah delta.

Ø Mempunyai sebuah core.

Ø Ada garis melengkung yang cukup.

Ø Mempunyai bilangan garis (Ridge Counting) >= 1 Bentuk loop terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Ulnar loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan kelingking, melengkung ditengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi semula.

2. Radial loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan jempol, melengkung di tengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi semula.

bentuk loop.jpg

b) Arch (Busur) Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik ditengah-tengah. Arch terdiri dari:

Ø Plain Arch adalah bentuk pokok sidik jari dimana garis-garis dating dari sisi lukisan yang satu mengalir ke arah sisi yang lain, dengan sedikit bergelombang naik ditengah.

Ø Tented arch (Tiang Busur) adalah bentuk pokok sidik jari yang memiliki garis tegak (upthrust) atau sudut (angle) atau dua atau tiga ketentuan loop.

c) Whorl (Lingkaran) Whorl adalah bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan didepan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl.

Titik Fokus ( Focus Point )

Keberadaan titik fokus didalam sidik jari akan berperan penting dalam menentukan termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus yaitu delta yang merupakan titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus dalam (inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/klasifikasi dari sidik jarinya. a. Core (inter terminus) titik fokus dalam Core adalah titik tengah yang terdapat pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari delta. Dapat dikatakan bahwa core merupakan titik tengah atau pusat dari lukisan sidik jari. Dalam menentukan letak core berlaku beberapa ketentuan dibawah ini :

§ Core ditempatkan pada garis sangkutan (loop) yang posisinya terletak paling dalam.

§ Apabila garis sangkutan yang terdalam tidak berisi garis-berakhir atau garis-pendek yang naik sampai setinggi bahu sangkutan core ditempatkan pada bahu sangkutan yang posisinya terletak lebih jauh dari posisi delta.

§ Apabila sangkutan terdalam berisi n (ganjil) buah garis-berakhir yang naik sampai bahu sangkutan core ditempatkan pada ujung garis yang paling tengah.

§ Apabila sangkutan terdalam berisi n (genap) buah garis-berakhir yang naik sampai ke bahu loop core ditempatkan pada ujung garis yang posisinya paling tengah dan terletak paling jauh dari dari posisi delta.

core.jpg

Namun pada prakteknya letak core tidak selalu dapat ditentukan dengan aturan-aturan yang telah disebutkan diatas. Ada dua kasus yang pada umumnya dapat mengaburkan dalam menentukan letak core ini. Kasus yang pertama adanya garis tambahan (appendage). munculnya appendage ini dapat merusak garis sidik jari bila appendage tersebut muncul disuatu garis sidik jari yang letaknya berada pada daerah melengkung antara bahu garis sangkutan. Apabila appendage ini akan dianggap sebagai garis berhenti bagi sangkutan yang tepat berada diluarnya. Kasus yang kedua adalah adanya garis loop yang terdalam (garis sangkutan) yang saling memotong satu sama lain (inter locking loop). Pada kasus ini kedua garis sangkutan yang saling memotong tersebut dianggap sebagai salah satu sangkutan dimana garis di dalamnya seakan-akan merupakan garis yang naik sampai setinggi bahu loop.

Delta (outer terminus) titik fokus luar. Delta dalam pengertian sehari-hari adalah gugusan yang terdapat pada muara sungai air yang mengalir ke laut atau danau selalu membawa Lumpur dan batu sehingga lama kelamaan terbentuk suatu gugusan pulau yang disebut “delta”. Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah titik/garis yang terdapat pada pusat perpisaan garis type lines. Delta merupakan titik fokus yang terletak didepan pusat berpisahnya garis pokok (type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua buah garis yang paling dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta (cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah daerah/ruangan putih yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana ruangan tersebut merupakan tempat lukisan garis sidik jari. Pada kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari yang memiliki lebih dari satu delta.

bagian-bagian sidik jari.jpg

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menentukan posisi delta, yaitu:

ü Delta tidak boleh ditempatkan pada garis membelah yang tidak terbuka kearah core.

ü Apabila harus memilih antara garis membelah dan kemungkinan delta, maka garis membelah yang dipilih.

ü Apabila terdapat dua atau lebih garis-garis yang memenuhi syarat delta maka pilih yang terdekat dengan core.

ü Delta tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah garis yang berada di antara garis pokok tetapi harus ditempatkan pada ujung garis yang terdekat letaknya dengan pusat berpisahnya garis pokok. (Rizqiani,2009)

delta.jpg

Ridge Counting

Ridge counting merupakan bilangan garis yang menyentuh atau melintasi garis bayangan yang ditarik antara delta dan core (delta dan core tidak ikut masuk dalam penghitungan bilangan garis). Garis-garis yang kelihatannya sangat halus (tipis) dicelah-celah garis-garis yang tebal disebut insipientridge, dan garis ini tidak ikut dihitung karena biasanya tidak selalu ada. Sedangkan, bagaimanapun kecilnya ukuran sebuah titik(dot), garis pendek (short ridge) harus diperlakukan garis sidik jari yang ikut dihitung, apabila sama tebalnya dengan garis-garis yang lain.

Rumus Sidik Jari (Classification Formula)

Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula ) merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. (Soepriyo, 1989)

Perumusan sidik jari merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. Core dan delta merupakan bagian dari karakteristik sidik jari manusia yang dapat digunakan dalam perumusan sidik jari. Kebanyakan sistem pengolahan sidik jari yang ada saat ini, masih menggunakan cara konvensional. Metode yang masih konvensional tersebut memiliki kelemahan, yaitu tidak akuratnya hasil identifikasi yang diperoleh, dan dampak lainnya adalah satu orang bisa memiliki lebih dari satu rumus sidik jari di tempat yang berbeda. (Anonim, 2009)

Kebutuhan akan teknologi pengenalan karakteristik alami manusia semakin meningkat sangat cepat dalam beberapa dekade ini, seiring dengan bertambahnya kompleksitas dalam bidang keamanan dan kriminalitas. Untuk mengindentifikasi seseorang dapat dilihatdari ciri–ciri fisik karena setiap orang memiliki ciri–ciri yang unik dan tidak ada yang sama. Biometrik merupakan cabang matematika terapan yang bidang garapnya untuk mengindentifikasi individu berdasarkan ciri atau pola yang dimiliki oleh individu tersebut, misalnya bentuk wajah, sidik jari, warna suara, retina mata, dan struktur DNA.

Sidik jari merupakan salah satu pola yang sering digunakan untuk mengindentifikasi indentitas seseorang karena polanya yang unik, terbukti cukup akurat, aman, mudah, dan nyaman bila dibandingkan dengan sistem biometrik yang lainnya. Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup, sidik jari seseorang tidak pernah berubah kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius, dan sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang. Pengenalan pola sidik jari dapat digunakan dalam aplikasi teknologi informasi seperti akses untuk masuk ke suatu gedung atau ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh orang–orang tertentu, untuk akses data yang sifatnya rahasia dan terbatas misalnya perbankan dan juga berguna untuk melacak jejak kriminal. Sistem pengenalan pola sidik jari lebih sering digunakan karena tidak mudah dicuri atau digunakan oleh pengguna yang tidak berwenang.

Untuk membuat sistem pengenalan pola sidik jari secara umum ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu : akuisisi data, preprocessing, ekstraksi ciri, klasifikasi. Sistem ini sudah banyak digunakan di Indonesia, sehingga banyak penelitian tentang pengenalanpola sidik jari yang dikembangkan terus–menerus dengan metode yang lebih sempurna. Sistem pengenalan pola sidik jari pada menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan gabungan dua arsitektur Jaringan Windrow Hoff dan Jaringan Propagansi Balik sebagai klasifikasi sidik jari, kemudian ekstraksi cirinya menggunakan minutiae. Dalam analisisnya dengan menggabungkan arsitektur Jaringan Windrow Hoff dan Jaringan Propagansi Balik memberikanproses pembelajaran yang lebih cepat bila dibandingkan dengan hanya menggunakaan arsitektur jaringan propagansi balik.

Sistem pengenalan pola sidik jari pada menggunakan transformasi wavelet sebagai ekstraksi ciri dan Learning Vector Quantizations digunakan untuk klasifikasi sidik jari. Sistem ini masih kurang baik dalam proses belajarnya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Penggunakan algoritma Backpropagation (propagansi balik) dalam proses klasifikasi cenderung lama sehingga perlu dicoba untuk menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan yang lain .

Dari ketiga penelitian tersebut diketahui bahwa, proses pembelajaran atau training cenderung lambat. Probabilistic Neural Network (PNN) dilihat dari cara pendekatannya merupakan metode pengklasifikasian pola yang menggunakan penggabungan secara statistik dan jaringan syaraf. Pada penelitian ini PNN digunakan untuk mengenali sidik jari dimana diharapkan dapat menghasilkan pengenalan sidik jari yang baik. (Anonim,2008)

BAB II

ALAT DAN BAHAN

2.1 ALAT DAN BAHAN

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS

- Ballpoint

- Kertas HVS

- Tiga jari (Jari manis, tengah, telunjuk) praktikan dan anggota lain untuk disilangkan

B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

- Tinta biru

- Bantalan Stempel

- Kertas HVS

- Jari Telunjuk dan Jari tengah Praktikan

2.2 PROSEDUR KERJA

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS

  1. Dibuat garis horizontal (memanjang) pada kertas HVS
  2. Diletakkan tepat pada garis horizpntal tersebut tiga jari pada tangan kanan tepat di tengah-tengah kertas dan garis. Jari telunjuk tepat menyentuh garis, dan buat pola tiga jari tersebut dengan pena/ pulpen
  3. Dilihat pola jari yang tergambar itu dibentuk, apakah jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk, atau lebih pendek dibandingkan jari telunjuk
  4. Digunakan tipe pasangan gen T dan t, jika jari manis lebih panjang adalah TT atau Tt, dan jika jari manis lebih pendek maka pasangan gennya tt
  5. Dilihat bagaimana kemungkinan fenotip yang terjadi
  6. Diuji pula dengan persilangan pasangan gen praktikan lain, dan diamati fenotip yang dihasilkan dari persilangan yang dilakukan.

B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

1. Dilanjutkan dengan diamati tipe sidik jari untuk semua anggota praktikan di masing-masing kelompok setelah uji persilangan peranan gen yang dipengaruhi seks

2. digunakan bantalan stempel yang telah diberi tinta, kemudian di cap di kertas

3. Dikumpulkan semua sidik jari tiap praktikan dalam kelompok tersebut

4. Dibuat hasil dan lihat termasuk tipe bagaimana sidik jarinya

5. Dibandingkan dengan tipe sidik jari anggota praktikan lain dalam satu kelompok

BAB III

HASIL

A. Hasil persilangan pasangan gen sendiri dengan pasangan gen praktikan lain (Pengamatan gen yang dipengaruhi seks)

1. Bhima x Nurdayati

P: TT x Tt

G; T T

T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

Tt= Jari manis lebih panjang

TT : tt

50% : 50%

2. Bhima x Diana dita

P: TT x TT

G; T x T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

TT= 100%

3. Bhima x Ernawati

P: TT x Tt

G; T T

T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

Tt= Jari manis lebih panjang

TT : tt

50% : 50%

4. Bhima x Usmawati

P: TT x tt

G; T t

F1: Tt= Jari manis lebih panjang

Tt= 100%

5. Bhima x Kiki Rezeki

P: TT x TT

G; T T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

TT= 100%

6. Bhima x Nia K

P: TT x TT

G; T T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

TT= 100%

7. Bhima x Khairunnisa

P: TT x TT

G; T T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

TT= 100%

8. Bhima x Noviana

P: TT x TT

G; T T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

TT= 100%

9. Bhima x Siti sundawi

P: TT x Tt

G; T T

F1: TT= Jari manis lebih panjang

Tt= 100%

B. Tabel sidik jari kelompok (Pengamatan variasi individu)

NO

PROBANDUS

SIDIK JARI

1

BHIMA WIBAWA SANTOSO

2

ERNAWATI

3

RANA RIO ANDHIKA

4

NURDAYATI

5

DIANA DITA

BAB IV

PEMBAHASAN

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS

Setelah percobaan peranan gen yang dipengaruhi seks dilakukan diperoleh hasil bahwa tiga jari yang diuji pada praktikan dalam hal ini saya sendiri ternyata menunbjukkan pola jari manis yang lebih panjang dibandngkan dengan jari telunjuk, sehingga pasangan gen yang dimiliki adalah TT/ Tt. Dan pada percobaan ini saya coba dari dua kemungkinan pasangan gen tersebut dengan salah satunya, yaitu gen TT.

Ternyata setelah disilangkan dengan praktikan lain yang memiliki gen yang serupa (TT), hasil persilangan menghasilkan fenotip 100% TT yang artinya jari manis lebih panjang, sementara saat disilangkan dengan gen Tt, masih menunjukkan hal yang sama, namun berbeda, karena gen yang dihasilkan adalah TT untuk yang bersifat homozigot dan Tt yang bersifat heterozigot, tetapi tetap menunjukkan fenotip yang sama jari manis lebih panjang. Sedangkan saat diuji dengan praktikan dengan gen tt, hasil persilangan juga menunjukkan sifat jari manis lebih panjang dibandingkan jari telunjuk, tapi semua sifat menunjukkan fenotip heterozigot.

Yang diwariskan adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom. (Nio,1990)

Menurut Suryo (1996) Apabila kita meletakkan tangan kanan atau tangan kiri kita pada suatu alas dengan garis mendatar Maka dapat kita lihat apakah jari telunjuk akan lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan dengan jari manis. Kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari pada jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif bila pada perempuan.

Pada pasangan yang menyumbangkan kromoson Y diam kepada keturunannya yang laki-laki, jadi fenotip anak laki-lakinya akan secara langsung mencerminkan konstitusi genetik salah satu dari dua kromosom X nya. Penelitian mengenai pewarisan pautan seks pada manusia telah menunjukkkan dengan melimpah bahwa pola transmisi gen pada manusia mengikuti pola-pola yang pertama kali dikenal dengan lalat.(Goodenough,1984)

B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

Setelah dilakukan percobaan pengamatan variasi individu terkait dengan pengamatan sidik jari. Percobaan terhadap kelompok kami mendapatkan hasil bahwa bhima memiliki tipe sidik jari Loop, dan pada Ernawati memiliki tipe sidik jari yang sama yaitu Loop, dan pada Rana rio tipe sidik jari yang ditunjukkan adalah Loop pada jari telunjuk dan tipe whorl pada jari manis, kemudian dilanjutkan dengan tipe sidik jari Nurdayati yang menunjukkan tipe sidik jari Whorl pada jari telunjuk dan Loop pada jari manis, dan pengamatan tipe sidik jari yang terakhir pada Diana dita yaitu tipe Loop untuk kedua jari.

Pada dasarnya pada diri setiap manusia memiliki sesuatu yang unik/khas yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Hal ini menimbulkan gagasan untuk menjadikan keunikan manusia itu sebagai identitas diri. Hal ini harus didukung oleh teknologi yang secara otomatis bisa mengidentifikasi/ pengenali seseorang dengan memanfaatkan teknologi semikonduktor yang semakin hari ukurannya bisa semakin kecil.

Teknologi ini disebut sebagai biometrik. Biometrik adalah metode untuk mengindentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Bagian-bagian dari tubuh manusia yang bersifat unik/ spesifik dan juga akurat adalah :

o Sidik jari

o Struktur wajah

o Iris dan retina mata

Pada saat ini teknologi yang paling berkembang adalah pengenalan sidik jari. Dengan perkembangannya yang pesat dan jumlah pemakai yang terus meningkat, maka teknologi sidik jari bisa didapatkan dengan harga yang sangat bersaing dengan system sebelumnya ( mekanik/barcode/magnetic/proximity ).

Teknologi identifikasi sidik jari berdasarkan fakta bahwa setiap sidik jari adalah unik. Verifikasi sistem menggunakan kontur dan flat image dari jari dan membandingkannya.

Sidik jari manusia biasanya diklasifikasikan berdasarkan Henry System :

· Loop kiri

· Loop kanan

· Arch

· Tented arch

· Whorl

Biasanya 2/3 dari sidik jari berbentuk Loop, 1/3 berbentuk Whorl, dan 5-10% berbentuk Arches.

(Anonim, 2000)

Dan berdasarkan teori diatas lah bahwa ternyata tipe sidik jari praktikan yang diamati lebih banyak yang berbentuk Whorl, dan normal untuk bentuk Loop, sedangkan tidak terdapat sama sekali dari amatan sidik jari praktikan dalam satu kelompok tersebut.

Namun ternyata dari sebagian besar praktikan yang memiliki tipe sidik jari Whorl dan Loop, ternyata ditemukan tipe Arch pada kelompok lain, yaitu Herlin dengan gambar tipe sidik jari sbb:

\

Dari hasil dan perbandingan terlihat bahwa tidak ada satupun bentuk sidik jari tiap praktikan yang sama, hal ini sesuai dengan yang disebutkan Anonim (2009), Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik.

Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula ) merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. (Soepriyo, 1989)

Perumusan sidik jari merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. Core dan delta merupakan bagian dari karakteristik sidik jari manusia yang dapat digunakan dalam perumusan sidik jari. Kebanyakan sistem pengolahan sidik jari yang ada saat ini, masih menggunakan cara konvensional. Metode yang masih konvensional tersebut memiliki kelemahan, yaitu tidak akuratnya hasil identifikasi yang diperoleh, dan dampak lainnya adalah satu orang bisa memiliki lebih dari satu rumus sidik jari di tempat yang berbeda. (Anonim, 2009)

BAB V

KESIMPULAN

1. Sidik jari setiap orang tidak sama.

2. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup.

3. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis. Ketiga dalil yang telah dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti.

4. Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkuatn (loop), dan lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapaa sub-group yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi Ulnar loop dan Radial loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.

5. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality

6. Sifat gen seseorang itu berbeda denagn gen yang lain, namun tidak selalu berbeda, masih ada juga sifat gen yang sama terlibat.

7. Apabila kedua sifat pasangan gen yang sama disilangkan, mka hasil akan menunjukkan sifat serupa dengan kedua induk

8. Apabila sifat pasangan gen yang disilangkan itu berbeda, maka akan terdapat kemungkinan muncul sifat gen yang sama dengan induk atau bahkan mungkin berbeda dari kedua induk, karena adanya sifat intermedier.

BAB VI

PERTANYAAN PASCA PRAKTEK

A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS

Misalkan saudara (Perempuan ataupun laki-laki) memiliki jari manis lebih panjang, menikah dengan seseorang yang memiliki sifat demikian pula. Maka, apabila:

- semua anak laki-laki mempunyai sifat seperti saudara

- anak perempuan, ada yang memiliki sifat kebalikannya, maka:

  1. Bagaimana kira-kira genotip saudara
  2. Bagaimana kemungkinan genotip suami/istri saudara? Jawaban disertai bukti

JAWAB:

Jika terdapat salah satu anak perempuan memiliki sifat kebalikan dari kedua orang tua, berarti bisa dipastikan bahwa gen (tt) yang diperolehnya berasal dari kedua orang tua, sedangkan kedua orang tua punya sifta yang sama, artinya setiap orang tua masing-masing memiliki gen t, dan dapat dipastikan gen kedua orang tersebut adalah jari manis lebih panjang heterozigot (Tt), karena dari gen t masing-masing orang tua lah diperoleh gen (tt) tersebut.

P: Tt x Tt F: TT : Jari manis lebih panjang

G: T T Tt : Jari manis lebih panjang

T t Tt : Jari manis lebih panjang

Tt : Jari manis lebih pendek

B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU

Apakah yang diperoleh dari sidik jari, dan hubungannnya dengan kriminalitas bentuk lainnya pada identifikasi forensic?

JAWAB:

Dari percobaan sidik jari diperoleh bahwa sidik jari setiap manusia itu tidak ada yang sama bentuknya, pola/ tipe sidik jari manusia hanya ada 3 macam, yaitu tipe Loop, whorl, dan Arch. Tipe Arch adalah yang paling kecil untuk ditemukan. Hubungannya dengan kriminalitas adalah memudahkan untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan yang tidak diketahui pada suatu Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), sedangkan pelaku hanya meninggalkan sisa sidik jari, dan dari sidik jari inilah bias ditemukan pelaku kejahatan, kemudian untuk mengidentifikasi jenazah yang belum diketahui, serta memastikan bahwa sidik jari tersebut benar-benar milik jenazah tersebut, seperti identifikasi pola sidik jari pada jenazah teroris.

DAFTAR RUJUKAN

Anonim.2000. Proposal Sistem Absensi Sidik Jari : Nitgen NAC-3000 2.

PdfDocument web. Diakses 24 desember 2009

Anonim. 2008. pengenalan pola sidik jari manusia dengan metode probabilistic neural

network (pnn).http://one.indoskripsi.com/judulskripsi/matematika/pengenalan

pola-sidik-jari-tode-probabilistic-neural-network-pnn. Diakses 24 Desember 2009

Anonim. 2009. Sidik Jari. http://s6.invisionfree.com/pojokmipa/ar/t14.htm. Diakses

24 Desember 2009

Goodenough, ursula.1988.Genetika.Penerbit.Erlangga: Jakarta

Nio,Tjan kwiauw.1990.Genetika Dasar.ITB Press: Bandung

Rizqiani, kurnia. 2009. Perancangan perangkat lunak penghitungan rumus sidik

jari tipe loop.

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=15%3apemrosesan-sinyal&id=529%3adaktiloskopi-ilmu-sidik-jari&option=com_content&itemid=15. Diakses 24 Desember 2009

Soepriyo, A. 1989. Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4. Cipta Adi:

PustakaJakarta

Suwiryo,hadi.1998.Genetika untuk strata 1.UGM Press:Yogyakarta

5 komentar:

rizki mengatakan...

thx infonya , , ne penting bgt

Bhima Wibawa mengatakan...

sama2 rizki

Anonim mengatakan...

makasih ya bhima :) . btw, apa bhima punya fb?

Bhima Wibawa mengatakan...

ada sob , , FB saya bs dilihat di blog ini , , keliatan khan ^_^ ???

Andini mengatakan...

Blogmu keren banget bim , ,
gw byk gunain blogmu bwt ngrjain tgs2 gw. thx yah , , salam kenal ajah . .

Pengikut