Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Kamis, 15 Juli 2010

Handout Mata Kuliah Hewan

Arthropoda

Arthropoda (filum Arthropoda) adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, kepiting, lipan dan hewan mirip lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku/beruas-ruas.

Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.

Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.

Subphyla dan Kelas dalam Arthropoda:
1. Subphylum Trilobitomorpha
-Trilobita trilobites (punah)

2. Subphylum Chelicerata
- Arachnida spider/laba-laba
- Xiphosura (dulu :Merostomata) - horseshoe crab
- Pycnogonida

3. Subphylum Myriapoda
- Chilopoda - centipedes
- Diplopoda - millipedes
- Pauropoda
- Symphyla

4. Subphylum Hexapoda
- Insecta - insects/serangga
- Order Diplura
- Order Collembola
- Order Protura

5. Subphylum Crustacea
- Branchiopoda
- Remipedia
- Cephalocarida
- Maxillopoda
- Ostracoda
- Malacostraca lobster, kepiting, kelomang

Jadi dari deskripsi subphyla dan kelas di atas ini, jelaslah bahwa, spider/laba-laba, centipedes & millipedes, insect/serangga dan kelomang walaupun sama-sama merupakan hewan berbuku-buku (arthropoda), mereka tergolong dalam subphyla dan kelas yang BERBEDA.

Insect
Nama umum : Insect/ Serangga
Class : Insecta
Jumlah species : Lebih dari 1.000.000
Ukuran : dari 0.01 inchi (0.2 mm) sampai 12 inchi (30 cm)

Ciri khas :
-Berkaki 6
-Tubuhnya terdiri dari 3 bagian, yaitu, kepala, thorax (bagian antara kepala dan perut), dan perut.
-Memiliki Antena
-Memiliki sayap jika sudah dewasa
-Perutnya terbagi atas 11 ruas.
-Mengalami proses molting dan metamophosis.
-Sebagian insect menetas dari telur, sebagian lainnya ovoviviparous dan viviparous.
-Tahap perkembangannya : dari larva, menjadi pupa, lalu jadi serangga dewasa.
-Ilmu yang mempelajari tentang insect disebut entomology.

Spider
Nama umum : Arachnids/ laba-laba
Class : Arachnida
Jumlah species : Lebih dari 75.000
Ukuran : dari 0.03 inchi (0.08 mm) sampai 8 inchi (20 cm)
Ciri khas :
-Berkaki 8
-Tubuhnya terbagi 2 bagian yaitu, cephalothorax (prosoma) dan perut (opisthosoma)
-Tidak memiliki Antena
-Tidak memiliki Sayap
-Memiliki 1 pasang chelicerae pada cephalothorax
-Memiliki 1 pasang pedipalps ; alat capit/alat penyuntik racun/alat reproduksi.
-Sebagian spider bertelur sebgian melahirkan.
-Tahap perkembangannya : embryonic, larval dan nympho-imaginal.
-Ilmu yang mempelajari tentang spider disebut arachnology.


Myriapoda
Nama umum : sebangsa kelabang, ulat bintang, dll.
Empat kelompok dalam arthropoda yaitu centipedes, millipedes, pauropods dan symphylans memiliki persamaan ciri khas yaitu satu badan yang terdiri dari kepala dilanjutkan dengan bentuk tubuh yang memanjang dengan banyak kaki.

Sebagian species centipedes atau kelabang memiliki racun yang mematikan manusia.

Encyclopedia of Insects and Spiders Rod and Ken Preston-Mafham
dirangkum oleh :mars


B.

Klasifikasi (penggolongan) Arthoproda

Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:

1.

Kelas Crustacea (golongan udang).

2.

Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).

3.

Kelas Myriapoda (golongan luwing).

4.

Kelas Insecta (serangga).

Untuk dapat memahami klasifikasi Arthropoda secara menyeluruh, perhatikan bagan berikut ini.

Gambar 1. Hewan-hewan kelompok Arthropoda

CIRI

KELAS

1. Crustacea

2. Arachnida

3. Myriapoda

4. Insecta

Tubuh

a.

Mempunyai rangka yang keras

b.

Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut

Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut

a.

Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)

b.

Diplopoda : kepala dan badan silindris

Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)

Kaki

1 pasang pada setiap segmen tubuh

4 pasang pada kepala - dada

1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas

3 pasang pada dada atau tidak ada

Sayap

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

2 pasang atau tidak ada

Antena

2 pasang

Tidak ada

a.

Chilopoda : 1 pasang dan panjang

b.

Diplopoda : 1 pasang dan pendek

1 pasang

Organ Pernafasan

Insang atau seluruh permukaan tubuh

Paru-paru buku

Trakea

Trakea

Tempat hidup

Air tawar, air laut

Di darat

Di darat

Di darat

.

1. Crustacea
Crustacea adalah hewan akuatik (air) yang terdapat di air laut dan air tawar.

Ciri-ciri crustacea adalah sebagai berikut:

a.

Struktur Tubuh

Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit.
Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

1)

2 pasang antena

2)

1 pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya

3)

1 pasang maksilla

4)

1 pasang maksilliped

Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

Gambar 2. Struktur tubuh Crustacea

Cobalah perhatikan gambar di atas! Anda cari/tunjukkan organ struktur tubuh pada bagian kepala – dada dan perut.

b.

Sistem Organ

1)

Sistem Pencernaan
Makanan Crustacea berupa bangkai hewan-hewan kecil dan tumbuhan. Alat pencernaan berupa mulut terletak pada bagian anterior tubuhnya, sedangkan esophagus, lambung, usus dan anus terletak di bagian posterior. Hewan ini memiliki kelenjar pencernaan atau hati yang terletak di kepala – dada di kedua sisi abdomen. Sisa pencernaan selain dibuang melalui anus, juga dibuang melalui alat eksresi disebut kelenjar hijau yang terletak di dalam kepala.

2)

Sistem Saraf
Susunan saraf Crustacea adalah tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antena (alat peraba), statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai.

3)

Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka. Artinya darah beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap O
2 (oksigen) rendah.

Gambar 3. Struktur dalam Crustacea

4)

Sistem Pernafasan
Pada umumnya Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernafas dengan seluruh permukaan tubuhnya.

5)

Alat Reproduksi
Alat reproduksi pada umumnya terpisah, kecuali pada beberapa Crustacea rendah. Alat kelamin betina terdapat pada pasangan kaki ketiga. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat pada pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara eksternal (di luar tubuh).

Dalam pertumbuhannya, udang mengalami ekdisis atau pergantian kulit. Udang dewasa melakukan ekdisis dua kali setahun, sedangkan udang yang masih muda mengalami ekdisis dua minggu sekali. Selain itu udang mampu melakukan autotomi (pemutusan sebagian anggota tubuhnya). Misalnya: udang akan memutuskan sebagian pangkal kakinya, bila kita menangkap udang pada bagian kakinya. Kemudian kaki tersebut akan tumbuh kembali melalui proses regenerasi.

Itulah mengenai sistem organ Crustacea (udang). Cobalah ulangi lagi membacanya dan jawab pertanyaan berikut:

1)

Sebutkan beberapa alat mulut pada bagian kepala udang!

2)

Bagaimanakah sistem saraf dan sistem pernafasan udang?

3)

Apakah ekdisis itu?

c.

Klasifikasi Crustacea

Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut:

1)

Entomostraca (udang tingkat rendah)
Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:

a)

Branchiopoda

b)

Ostracoda

c)

Copecoda

d)

Cirripedia

2)

Malakostraca (udang tingkat tinggi)
Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo, yaitu:

a)

Isopoda

b)

Stomatopoda

c)

Decapoda

Entomostraca (udang tingkat rendah)
Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton, adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan.

Adapun pembagian ordo yang termasuk Entomostraca antara lain :

a)

Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus.
Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.


Gambar 4. Contoh : Branchiopoda

b)

Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana.
Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.


Gambar 5. Contoh Ostracoda

c)

Copepoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops.
Hidup di air laut dan air tawar, dan
merupakan plankton dan parasit,
segmentasi tubuhnya jelas.


Gambar 6. Contoh Copecoda

d)

Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina.
Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain.
Cirripedia ada yang bersifat parasit
Cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.


Gambar 7. Bernakel

Malakostraca (udang tingkat tinggi)

Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

a)

Isopoda
Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.

Contoh:
- Onicus asellus (kutu perahu)
- Limnoria lignorum
Keduanya adalah pengerek kayu.


Gambar 8. Kutu Perahu

b)

Stomatopoda
Contoh: Squilla empusa (udang belalang).
Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.

c)

Decapoda (si kaki sepuluh)
Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.

Beberapa contoh Decapoda berikut uraiannya, yaitu:

-

Udang

1.

Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan.

2.

Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau.

3.

Cambarus virilis (udang air tawar)

4.

Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut.

5.

Palaemon carcinus (udang sotong)

-

Ketam

1.

Portunus sexdentatus (kepiting)

2.

Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp.

3.

Parathelpusa maculata (yuyu)

4.

Scylla serrata (kepiting)

5.

Birgus latro (ketam kenari)

Perhatikan gambar berikut ini!
Gambar 9. Kelompok Malakostraca

d)

Peran Crustacea bagi Kehidupan Manusia
Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal, antara lain:

1)

Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting.

2)

Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.

Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

1)

Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.

2)

Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.

3)

Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.

Sekarang marilah kita pelajari kelas yang ke 2 yang termasuk ke dalam Arthropoda yaitu Arachnida.

2. Arachnida
Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah di darat.

Ciri-ciri Arachnida

-

Tubuh terbagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan perut yang dapat dibedakan dengan jelas, kecuali Acarina.

-

Pada bagian kepala-dada tidak terdapat antena, tetapi mempunyai beberapa pasang mata tunggal, mulut, kelisera dan pedipalpus.

-

Mempunyai 4 pasang kaki pada kepala-dada.

-

Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal.

-

Alat pernafasan berupa trakea, paru-paru buku atau insang buku.

-

Alat kelamin jantan dan betina terpisah, lubang kelamin terbuka pada bagian anterior abdomen, pembuahan internal (di dalam).

-

Sistem saraf tangga tali dengan ganglion dorsal (otak) dan tali saraf ventral dengan pasangan-pasangan ganglia.

-

Alat mulut dan alat pencernaan makanan terutama disesuaikan untuk mengisap serta memiliki kelenjar racun.

-

Habitat (tempat hidup) di darat, pada umumnya tetapi ada pula sebagai parasit.

a.

Scorpionida

Contohnya:
- Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
- Ketonggeng (Buthus)
Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

b.

Arachnoida

Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :

- Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
- Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
- Laba-laba penjerat (di Malaysia)
- Laba-laba pemburu (di Meksiko)
- Laba-laba srigala
- Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa
- Tarantula (Rhechostica hentz)

Umumnya laba-laba mempunyai perut tidak beruas-ruas.


Gambar 10. Beberapa contoh hewan Arachnida

c.

Aracina

contohnya:
- Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
- Caplak unggas (Dermanyssus)
- Caplak sapi (Boophilus annulatus)
- Tungau (Dermacentor sp.)

Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbuku- buku, umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia.


Gambar 11. Jenis-jenis caplak

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:
a. Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
b. Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
c. Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

3. Myriapoda
Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

Ciri-ciri Myriapoda

-

Tubuh bersegmen (beruas) tidak mempunyai dada jadi hanya kepala dan perut.

-

Pada setiap ruas perut terdapat satu pasang atau 2 pasang kaki.

-

Pada kepala terdapat 2 kelopak mata tunggal (ocellus), 1 pasang antena dan alat mulut.

-

Susunan saraf tangga tali.

-

Sistem pernafasan dengan trakea. Mempunyai spirakel yang terdapat pada setiap ruas tubuhnya untuk keluar masuknya udara.

-

Sistem peredaran darah terbuka.

-

Alat kelamin jantan dan betina terpisah, cara perkembangbiakan dengan cara bertelur.

-

Hidup di darat, misal di bawah batu, dalam tanah, humus atau tempat lembab lainnya.

Cobalah Anda jawab pertanyaan berikut.
1. Apakah ciri-ciri Myriapoda ?
2. Adakah perbedaannya dengan Arachnida ? Jelaskan!

Bila Anda mendapat kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut, bacalah kembali uraian di atas dengan seksama, lalu tuliskan jawabannya dalam buku catatanmu.

Klasifikasi (penggolongan Myriapoda)
Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua kelas, yakni:
1. Kelas Chilopoda
2. Kelas Diplopoda

Kelas Chilopoda
Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.

Ciri-cirinya Chilopoda

-

Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.

-

Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

-

Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.

-

Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.


Gambar 12. Contoh Chilapoda

Kelas Diplopoda
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)

Gambar 13. Julus Nomerensis (kaki seribu)

Ciri-cirinya Diplopoda

-

Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.

-

Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.

-

Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.

-

Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.

-

Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.

4. Insecta
Insecta sering disebut serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki. Heksapoda berarti hewan berkaki enam. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali variasi dalam kelas insecta baik bentuk maupun sifat dan kebiasaannya.

Ciri-ciri Insecta, antara lain:

-

Tubuh dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.

-

Kepala dengan:

a.

Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.

b.

Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit.

-

Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)

-

Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.


Gambar 14. Berbagai tipe mulut serangga

-

Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)
b. kaki untuk meloncat (belalang)
c. kaki untuk berenang (kumbang air)
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)


Pada setiap mesotoraks (mesothorax) dan metatoraks (metathorax) terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.

-

Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.

-

Alat pencernaan terdiri atas: mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum dan anus.

-

Sistem saraf tangga tali.

-

Sistem pernafasan dengan sistem trakhea.

-

Sistem peredaran darah terbuka.

-

Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.

-

Tempat hidup di air tawar dan darat.

-

Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa.


Pelajarilah struktur dalam belalang pada gambar berikut!

Gambar 15. Struktur dalam belalang

Untuk menguji kemampuan Anda, cobalah jawab pertanyaan berikut.

1.

Cobalah bandingkan perbedaan ciri-ciri Insecta dengan Myriapoda.

2.

Perhatikan gambar struktur tubuh belalang, tunjukkan urutan sistem pencernaannya!

Bila Anda kesulitan untuk menjawabnya, cobalah baca sekali lagi uraian di atas dengan seksama. Kemudian coba jawab kembali pertanyaan tersebut. Berikutnya Anda dapat mempelajari mengenai klasifikasi serangga.

Klasifikasi (penggolongan) Insecta (serangga)
Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis, misal kutu buku (Episma saccharina). Berdasarkan metamorfisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola.

Hemimetabola
Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut:

1.

Telur

2.

Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.

3.

Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Sebagai contoh pelajarilah daur hidup belalang berikut ini!


Gambar 16. Daur hidup belalang

Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:
1. Achyptera atau Isoptera
2. Orthoptera
3. Odonata
4. Hemiptera
5. Homoptera


Berikut pelajarilah uraian ordo-ordo tersebut satu persatu dan dimuali dari ordo Archyptera/Isoptera.

1.

Ordo Archyptera atau Isoptera

Ciri-ciri ordo Archyptera:

-

Metamorfosis tidak sempurna.

-

Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap tipis seperti jaringan.

-

Tipe mulut menggigit.
Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

Keterangan:

Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu:

-

Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya adalah bertelur.

-

Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan.

-

Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain.

-

Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.

Perhatikan perkembangan rayap dari telur sampai dewasa pada bagan berikut ini!


Gambar 17. Perkembangan telur rayap sampai dewasa

2.

Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)

Ciri-ciri ordo Orthoptera:

-

Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.

-

Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.

-

Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.

-

Tipe mulutnya menggigit.

Contoh:

- Belalang (Dissostura sp)
- Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
- Belalang sembah (Stagmomantis sp)
- Kecoak (Blatta orientalis)
- Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
- Jangkrik (Gryllus sp)


Gambar 18. Belalang

3.

Ordo Odonata

Ciri-ciri Ordo Odonata:

- Mempunyai dua pasang sayap
- Tipe mulut mengunyah
- Metamorfosis tidak sempurna
- Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
- Antenanya pendek
- Larva hidup di air
- Bersifat karnivora

Contohnya :
- Capung (Aeshna sp)
- Capung besar (Epiophlebia)

4.

Ordo Hemiptera (bersayap setengah)

Ciri-ciri Hemiptera :

-

Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.

-

Tipe mulut menusuk dan mengisap

-

Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Kumbang coklat (Podops vermiculata)
- Kutu busuk (Eimex lectularius)
- Kepinding air (Lethoverus sp)


Gambar 19. Contoh hewan Hemiptera

5.

Ordo Homoptera (bersayap sama)

Ciri-ciri Homoptera :

- Tipe mulut mengisap
- Mempunyai dua pasang sayap
- Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
- Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :
- Tonggeret (Dundubia manifera)
- Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
- Wereng coklat (Nilapervata lugens)
- Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
- Kutu daun (Aphid sp)


Gambar 20. Contoh hewan Homoptera

Kelompok Holometabola
Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo:
1. Neuroptera
2. Lepidoptera
3. Diptera
4. Coleoptera
5. Siphonoptera
6. Hymenoptera

Selanjutnya pelajarilah uraian tiap-tiap ordo dan dimulai dengan ordo Neuroptera.

1.

Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)

Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala.
Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago)

2.

Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

-

Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.

-

Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago

-

Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.

Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar

b.

Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.

-

Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

a.

Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)
Contohnya:
- Hama kelapa (Hidari irava)
- Hama daun pisang (Erlonata thrax)
- Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
- Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

b.

Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)
Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.
Contohnya:
- Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
- Ulat jengkol (Plusia signata)
- Kupu ulat sutra (Bombyx mori)


Gambar 21. Hewan kelompok Lepidoptera

3.

Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)

Ciri-ciri ordo Diptera:

-

Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.

-

Mengalami metamorfosis sempurna.

-

Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.

Contohnya:
- Lalat (Musca domestica)
- Nyamuk biasa (Culex natigans)
- Nyamuk Anopheles
- Aedes (inang virus demam berdarah)


Gambar 22. Macam-macam Diptera
(a) lalat rumah; (b)
lalt tze-tze; (c) nyamuk kecil; (d) nyamuk

Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes perhatikan gambar 23 berikut ini!


Gambar 23. Perbedaan posisi larva dan pupa nyamuk di dalam air serta posisi nyamuk dewasa dalam keadaan hinggap

4.

Ordo Coleoptera (bersayap perisai)

Ciri-ciri ordo Coleoptera:

-

Mempunyai dua pasang sayap.

-

Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.

-

Mengalami metamorfosis sempurna.

-

Tipe mulut menggigit.

Contoh:

a.

Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.

b.

Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)

c.

Kumbang beras (Calandra oryzae)


Gambar 24. Hewan kelompok Coleoptera

5.

Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal)

Ciri-ciri ordo Siphonoptera :

-

Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.

-

Mempunyai mata tunggal.

-

Tipe mulut mengisap.

-

Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan perut tidak jelas)

-

Metamorfosis sempurna

Contoh:

-

Pinjal manusia (Pubex irritans)

-

Pinjal anjing (Ctenocephalus canis)

-

Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)

-

Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar.

6.

Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

Ciri-ciri ordo Hymenoptera:

-

Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.

-

Tipe mulut menggigit.

Contoh:

-

Lebah madu (Apis mellifera)

-

Kumbang pengisap madu (Xylocopa) biasanya melubangi kayu pada bangunan rumah

Selesai sudah kita mempelajari klasifikasi Insecta, cobalah pelajari lagi dengan baik dan teliti kemudian coba Anda jawab pertanyaan berikut ini!
1. Tuliskan penggolongan Insecta tersebut !
2. Tuliskan masing-masing contohnya!
3. Sebutkan tipe-tipe mulut serangga! Apa perbedaannya?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sebaiknya Anda baca dahulu dengan teliti mengenai klasifikasi Insecta, barulah setelah Anda pahami kemudian Anda jawab pertanyaannya. Jangan lupa cocokkan kembali jawaban Anda dengan bacaan di atas.

Peranan Insecta dalam Kehidupan Manusia
Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah:

1. Insecta yang menguntungkan

a.

Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.

b.

Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).

c.

Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).

d.

Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.

e.

Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan.

2. Beberapa insecta yang merugikan antara lain

a.

Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti tikus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak.

b.

-

Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat.

-

Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.

c.

Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk.

d.

Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras.

e.

Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan.

f.

Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

Setelah Anda mempelajari manfaat serangga bagi kehidupan manusia, untuk lebih mengenal struktur dan fungsi bagian-bagian tubuh serangga sebagai contoh belalang, marilah kita lakukan kegiatan pengamatan. Lakukan pengamatan ini bersama teman-temanmu di sekolah (laboratorium), sebelumnya siapkan alat dan bahannya sebagai berikut.

ALAT

BAHAN

1. gunting

1. NaOH 10%

2. lup (kaca pembesar)

2. belalang

3. pinset

3. eter/kloroform

4. jarum pentul

5. tabung reaksi

6. cawan petri

7. pembakar spirtus

8. penjepit tabung reaksi


Adapun langkah-langkah kerjanya adalah:

1.

Matikan belalang dengan menggunakan eter/kloroform.

2.

Amati ketiga pasang kaki belalang tersebut, kemudian gambarkan lengkap dengan keterangan.

3.

Dengan menggunakan lup/kaca pembesar amati dan gambarkan struktur mata facet belalang.

4.

Amati bagian mulut dengan:

a.

memotong kepala belalang dengan menggunakan gunting tepat di leher

b.

masukkan kepala tersebut ke dalam larutan NaOH 10% dalam tabung reaksi

c.

masukkan jarum pentul untuk menahan goncangan,

d.

panaskan larutan NaOH, usahakan jangan sampai meluap,

e.

bila kepala belalang telah tenggelam ke dasar tabung reaksi, hentikan pemanasan

f.

angkat lalu cucilah kepala belalang tersebut dengan air,

g.

gunakan jarum pentul (ditusukkan) pada kepala belalang, amati dengan kaca pembesar (loupe),

h.

cocokkan bagian itu dengan gambar (A).

5.

Amatilah ruas terakhir perut belalang, lalu bandingkan dengan gambar (B).

Echinodermata

Echinodermata berasal dari kata Yunani, echinos artinya duri dan derma artinya kulit.

Jadi Echinodermata = hewan berkulit duri.
Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban. Anda jangan khawatir hewan ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia. Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit.

Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Di samping itu hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk bilateral simetri. Sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri.

1.

Sistem Ambulakral

Coba Anda perhatikan gambar di atas! Mungkin Anda bisa membayangkan bahwa posisi tubuh hewan ini terbalik. Mulutnya ada di permukaan bawah tubuh dan anusnya ada di permukaan atas tubuh. Coba Anda diskusikan dengan temanmu, kenapa posisinya bisa seperti itu dan bagaimana pengaruhnya dalam kebiasaan hidupnya sehari-hari?

Hewan ini memiliki kerangka dalam yang terdiri dari lempeng-lempeng kapur. Lempeng-lempeng kapur ini bersendi satu dengan yang lainnya dan terdapat di dalam kulit. Hewan ini juga umumnya mempunyai duri-duri kecil. Duri-durinya berbentuk tumpul dan pendek.

Kemudian apa yang disebut sistem ambulakral? Sistem ambulakral sebenarnya merupakan sistem saluran air.
Sistem saluran air ini terdiri atas:
a. Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
b. Saluran batu
c. Saluran cincin
d. saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
e. Saluran lateral
f. Ampula
g. Kaki tabung

Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini!

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.

Pernahkan Anda membuka kerang yang masih hidup? Jika Anda pernah melakukannya, hal ini jelas tidak mudah, keras. Tetapi bagi hewan ini seperti jenis binatang laut, membuka mangsa kerang merupakan pekerjaan sehari-hari. Caranya ternyata menggunakan sistem ambulakral tadi. Tubuhnya menindih dari atas, kemudian tubuh kerang yang rapat dan keras itu dikelilingi oleh kaki ambulakral. Dengan ketangkasan dan kekuatannya ini cangkang kerang yang keras itu bisa dibuka dan akhirnya ia bisa memakan dagingnya.

Sampai di sini bagaimana? Untuk menyegarkan tubuh, silahkan Anda menggerakan tubuh sejenak atau minum air dulu. Jika sudah segar kembali, mari kita lanjutkan!

2.

Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa.

3.

Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

4.

Sistem Pernafasan dan Ekskresi

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.

5.

Sistem Pencernaan Makanan

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.

6.

Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya. Perhatikan gambar berikut ini!

Tampaknya materi ini makin menarik saja. Jangan lupa, catat materi yang Anda anggap penting dalam buku catatan. Ayo kita lanjutkan pada materi selanjutnya!

Klasifikasi Echinodermata

Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holoturoidea.

Mengapa jenis hewan ini disebut Echinodermata? Echinodermata berasal dari kata Yunani, echinos artinya duri dan derma artinya kulit. Jadi Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Memang jika Anda meraba kulit hewan ini akan terasa kasar, karena kulitnya mempunyai lempeg-lempeng zat kapur dengan duri-duri kecil.

Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban. Anda jangan khawatir hewan ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia. Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit.

Hewan Echinodermata juga dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Misalnya mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk. Juga telur bulu babi sangat enak untuk dimakan. Jika Anda ingin mencobanya, silahkan! Jenis hewan ini juga sering dijadikan sebagai barang hiasan/koleksi binatang laut yang indah.

Di samping itu Echinodermata juga bisa merugikan, karena hewan laut ini sebagai pemakan tiram/kerang mutiara. Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati.

Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holoturoidea.

· Asteroidea
Asteroidea sering disebut bintang laut. Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Hewan ini banyak dijumpai di pantai. Ciri lainnya adalah alat organ tubuhnya bercabang ke seluruh lengan. Perhatikan gambar di samping ini.

· Echinoidea
Jika Anda jalan-jalan di pantai, hati-hati dengan binatang ini karena tubuhnya dipenuhi duri tajam. Duri ini tersusun dari zat kapur. Duri ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. Itulah sebabnya jenis hewan ini sering disebut landak laut. Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng.

· Ophiuroidea
Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum)

· Crinoidea
Jika Anda pernah menyelam ke dasar laut, mungkin Anda mengira jenis hewan Crinoidea ini adalah tumbuhan. Memang sekilas hewan ini mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut (Metacrinus sp).

· Holoturoidea
Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai.

Tidak ada komentar:

Pengikut