Ada kesalahan di dalam gadget ini

Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Kamis, 04 Agustus 2011

Seminar Dampak Pemanasan Global terhadap Ikan

Dampak pemanasan global tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga berpengaruh pada eksistensi fauna ikan.
Berbagai laporan penelitian menyebutkan bahwa pemanasan global mempunyai dampak yang sangat besar terhadap kondisi ekosistem yang ada.
Permasalahan ini akan dibahas dalam Seminar Nasional Ikan VI dan Kongres Masyarakat Ikhtiologi Indonesia (MII) III yang diselenggarakan selama dua hari Selasa dan Rabu (9/6) bertempat di Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi Pusat Peneliti (P2) Biologi, LIPI, Cibinong Sciece Center (CSC).
Seminar tersebut menghadikan pembicara utama Dr Lyne R Parenti, Kurator ikan di NMNH, Smithsonian Institut, Washington DC, US.
"Dr Lyne adalah ikhtyologist wanita pertama sebagai presiden dari ASIH (Amerika Society for Ichthyology and Herpetology Society) pada tahun 2004-2006, beliau juga anggota national acedemy of sciences US National committe.
Selain Lyne ada juga Dr Gerald R Allen dan Dr Tan Heok Hui yakni kurator ikan di The Raffless Museum," ujar Kepala Laboratorium Ichtiology Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Renny K Hadiaty, Selasa (8/6/2010).
Renny menyebutkan seminar tersebut bertujuan untuk bertukar informasi dan pengetahuan, pengalaman, diskusi dan koreksi atau saran dan koodinasi dalam kegiatan penelitian maupun pengelolaan ikan antara pada pakar, peneliti, praktisi dan pengambil kebijakan demi meningkatkan potensi, pengembangan dan pemanfaatan ikan di Indonesia secara berkelanjutan serta meminimalisasi kepunahan ikan di Indonesia.
Renny mengatakan seminar terbuka untuk umum, para pakar, peneliti, praktisi dan pemerhati ikan yang berasal dari lembaga peneliti, perguruan tinggi, instansi pemerintah terkait, breeder, eksportir ikan hias dan LSM terkait.
Pada seminar tersebut akan dibahas tentang potensi ikan di perairan Indonesia dan bagaimana memanfaatkan dan melindunginya guna meningkatkan potensi sumberdaya ikan untuk menambah devisa negara.
Renny menjelaskan, diperkirakan secara keseluruhan jenis ikan di perairan Indonesia berjumlah 4.000-6.000 jenis.
Jumlah jenis ikan air tawarnya berdasarkan koleksi yang ada di MZB sekitar 1.300 jenis sedangkan di Asia Tenggara yang valid telah diketahui sebanyak 2.917 jenis.
Kekayaan sumberdaya ikan masih sedikit dimanfaatkan, sementara itu, kerusakan ekosistem dan pemanasan global berdampak pada penurunan populasi dan keragaman jenis ikan.
"Bahkan beberapa jenis lainnya masih banyak ditemukan jenis-jenis baru yang belum pernah dilaporkan. Para ahli memperkirakan sekitar 400-600 jenis ikan lainnya dari wilayah Indonesia masih ada tetapi belum ditemukan dan dideskripsikan," kata Renny.
Salah satu solusi untuk menghadapi kendala tersebut kata Renny adalah adanya sarana komunikasi di antara para peneliti dan praktisi pemanfaatan untuk berdiskusi, saling memberikan informasi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.
"Karena itu, seminar ini diselenggarakan. Sehingga diperoleh suatu pembahasan dan solusi yang tepat guna," katanya.
Seminar nasional ini kata Renny dilaksanakan secara reguler oleh MII yang sudah dilaksanakan sebanyak lima kali dan kali ini merupakan kali ke enam.
Diharapkan dari seminar tersebut dapat terbuka pertukaran informasi di antara pada peneliti maupun penentu kebijakan sehingga dapat meningkatkan potensi, pengembangan dan pemanfaatan ikan di Indonesia secara berkelanjutan serta meminimalkan kepunahan ikan di Indonesia.

http://sains.kompas.com/read/2010/06/08/09031488/Seminar.Dampak.Pemanasan.pada.Ikan

Tidak ada komentar:

Pengikut