Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Minggu, 01 Agustus 2010

Alga Hijau


Pengamatan Alga Hijau
1.     JUDUL                        : Chlorophyta
2.     HARI/TANGGAL      : Senin/ 01 Juni 2008
3.     TUJUAN                     : Untuk mengenal contoh-contoh spesies yang
  representative dari divisi Chlorophyta.

4.     KAJIAN PUSTAKA
Sebagian besar 90% dari Chlorophyta hidup di air tawar dan hanya 10 % yang hidup di air laut, chlorophyta merupakan bagian dari plankton air tawar dan air laut. Plankton adalah organism kecil yang hidup melayang-layang dalam air, yang merupakan makanan hewan air dan ikan. Selain itu chlorophyta ada yang hidup melekat pada tanah yang basah, tembok yang lembab, pada batang tumbuhan lain, bahkan juga ada yang hidup melekat pada tubuh hewan.
Sel-sel ganggang hijau dikelilingi oleh dinding sel, sehingga memiliki bentuk yang tetap. Di dalam sel terdapat kloroplas yang bentuknya macam-macam ada yang berukuran spiral, mangkuk, lembaran, bola dan bintang. Kloproplasnya mengandung klorofil, sehingga ganggang hijau berwarna hijau. Jenis klorofil yang terkandung adalah klorofil a, b, karoten dan xantofil.
Di dekat kloroplas terdapat pirenoid berbentuk bulat dan berwarna terang. Pirenoid adalah rongga yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan berupa amilum (Syamsuri, 2004:184-185).
Contoh ganggang hijau berdasarkan jumlah sel tubuhnya dan kemampuan geraknya dalam Sitorus (2004:63-64):
a.     Bersel tunggal tidak bergerak, yakni
-         Chlorococcum   : Banyak ditemukan di air tawar
-         Chlorella             : Hidup di air tawar, air laut, dan tempat-tempat basah.
b.     Bersel tunggal dapat bergerak, yakni:
-         Chlamydomonas: Bentuknya bulat telur dengan 2 flagellum, satu vakuola dan satu nucleus.
c.      Bentuk koloni dapat bergerak, yakni:
-         Volvox                 : Bentuknya menyerupai bola yang terdiri atas ribuan sel, tiap sel mempunyai bulu cambuk (flagellum).
d.     Bentuk koloni yang tidak bergerak, yakni:
-         Hydrodictyon    : Banyak ditemukan di air tawar dan koloninya berbentuk jala.
e.     Bentuk benang, yakni:
-         Spyrogyra          : hidup di air tawar, kloroplasnya berbentuk pita melingkar seperti spiral di dalam sel-selnya.
-         Oedogonium     : Banyak ditemukan di air tawar.
f.       Bentuk lembaran, yakni:
-         Ulva                      : merupakan penghuni air laut, air payau, kayu-kayuan dan batu-batuan.
-         Chara                   : bentuknya seperti tumbuhan tingkat tinggi dan terdapat sebagai penghuni air tawar.
Alga ini menyerupai euglenophyta dalam hal pigmen fotosintetik (klorofil a dan b), akan tetapi, sel-selnya terkurung dalam dinding selulosa yang kaku. Telah diidentifikasi sebanyak 6500 spesies alga hijau. Alga hijau penting sebagai sumber makanan bagi banyak protozoa dan hewan air. Chlorella uniseluler banyak diteliti oleh ahli biologi, baik sebagai organism yang penuh dengan rincian fotosintesis, maupun kemungkinan sebagi sumber makanan di daerah yang tidak sesuai untk pertanian konvensional. Bila persediaan air “pupuk” dongan fosfat dan nitrat (misalnya dari limbah), maka alga hijau air tawar seingkali membentuk kembangan alga yang luas sekali (Kimball,1999:868).
Reproduksi ganggang hijau
a.     Reproduksi secara vegetative.
-         Pembelahan biner, dilakukan oleh ganggang hijau bersel satu.
-         Fragmentasi, dilakukan oleh ganggang berbentuk benang atau ganggang berkolonipembentukan zoosora (spora kembara), chlorophyta dapat menghasilkan zoospore. Zoospore adalah spora yang dapat bergerak dengan berenang menggunakan flagella, sehingga sering juga disebut spora kembara.
b.     Reproduksi secara generative
Dilakukan secara konjugasi. Beberapa ganggang hijau ada yang dapat menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatozoid dan gamet betina yang disebut ovum. Pertemuan sperma dan ovum menghasilkan zigot yang dapat tumbuh menjadi ganggang baru (Anonim,2008).


Manfaat ganggang hijau
Ganggang hijau merupakan plankton tumbuhan (fitoplankton0 yang berfungsi sebagai makanan ikan. Daerah yang kaya fitiplankton merupakan daerah yang kaya ikan.
Ganggang hijau merupakan produser primer, yaitu sebagai penyedia bahan organic oksigen bagi hewan-hewan air seperti udang, ikan dan serangga air. Keberadaan produser mengundang kehadiran consumer, predator dan organisme lain yang membentuk ekosistem perairan. Ganggang hijau chlorella dapat digunakan sebagai makanan, suplemen, obzt-obatan dan kosmetik (Anonim,2007).

5.     ALAT DAN BAHAN
Alat:
-         Mikroskop
-         Objek glass
-         Cover glass
-         Pipet tetes
Bahan:
-         Air kolam berwarna hijau

6.     PROSEDUR KERJA
-         Diambil air kolam yang berwarna hijau secukupnya.
-         Diambil air dibagian permukaan.
-         Ditetesi objek glass dengan air kolam dengan pipet tetes.
-         Ditutup dengan cover glass.
-         Diamati sampel air kolam di objek glass dibawah mikroskop.
-         Disesuaikan hasil pengamatn yang diperoleh dengan literarur.
-         Ditentukan bagian-bagian yang tampak.
-         Dicari klasifikasi dan taksonominya.
-         Dicatat hasil.

7.     HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
a.     Kingdom            : Protista
DIvisi                  : Chlorophyta
Kelas                   : Chlorophyceae
Ordo                   : Volvocales
Family                : Volvocaceae
Genus                 : Eudorina
Spesies               : Eudorina wallichii (Wikimedia,2008)
Deskripsi:
-         Umumnya koloni, diselaputi oleh gelatin yang masih, dinding sel mengandung selulosa.
-         Bentk koloni bulat, speris, atau ellipsoid.
-         Sel dalam koloni ada yang seragam, ada pula yang berbeda, memiliki banyak anggota.
-         Ukuran sel bervariasi (Rohimah,2009).

b.     Kingdom            : Protista
DIvisi                  : Bcillariophyta
Kelas                   : Pennatophyceae
Ordo                   : Araphnalis
Family                : Fraggilariaceae
Genus                 : Synedra
Spesies               : Synedra ulna (Anonim,2009)
Namun ada juga yang mengklasifikasikannya sbb:
a.     Kingdom            : Protista
DIvisi                  : Heterokontophyta
Kelas                   : Diatomyphyceae
Ordo                   : Bacillariales
Family                : Bacillariaceae
Genus                 : Synedra
Spesies               : Synedra ulna (Anonim,2009)
Deskripsi:
-         Termasuk golongan diatom
-         Berwarna biru kehijauan
-         Bersifat non-motil
-         Tidak berkoloni

8.     KESIMPULAN
-         Chlorophyta umumnya hidup di air tawar.
-         Tubuhnya ada yang uniseluler, berbentuk benang dan lembaran, ada pula yang berkoloni.
-         Reproduksi aseksual melalui pembelahan biner, fragmentasi atau pembentukan zoospore.
-         Reproduksi aseksual dengan cara konjugasi dan fertilisasi.
-         Manfaat ganggang hijau seperti Chlorella sp adalah sebagai sumber pangan manusia.

9.     DAFTAR PUSTAKA
(Tidak dipublikasikan, hanya ditampilkan dalam draft asli dokumen pribadi penulis)



Taksonomi Monera dan Protista


MEKANISME PENGGUNAAN MIKROSKOP

1.      JUDUL                       : Mikroskop
2.      HARI/TANGGAL     : Senin/ 25 Mei 2009
3.      TUJUAN                    : Memperkenalkan prinsip-prinsip penggunaan mikroskop
cahaya dan bagian-bagian mikroskop majemuk medan terang serta cara menangani dan memeliharanya

4.      KAJIAN PUSTAKA
Penemuan lensa yang dapat memperbesar bayangan suatu objek sampai beberapa kali lipat telah membuka kesempatan bagi para biologiwan untuk mengamati jasad renik/ bagian-bagian organism yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Alat pembesar yang paling sederhana adalah kaca pembesar (Loupe) atau suryakanta. Mikroskop banyak jenisnya diantaranya mikroskop lensa tunggal, mikroskop optic, dan mikroskop electron.
a.       Mikroskop Lensa Tunggal
Mikroskop ini merupakan yang paling sederhana. Cara penggunaan mikroskop ini adalah meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa ke dekat mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum di depan lensa, akan diperoleh titik fokusnya. Kaca pembesar zaman sekarang bentuknya sangat praktis, hanya diberi lensa yang diberi tangkai pemegang.

b.      Mikroskop Optik atau Monokuler (cahaya)
Mikroskop ini menggunakan lensa dari gelas dan cahaya matahari/ lampu sebagai sumber penyinaran. Cahaya dari luar yang dikulmpulkan dan dipantulkan oleh cermin, akan menjadi specimen sehingga menghasilkan bayangan dari specimen yang akan diperbesar oleh lensa dan kemudian diterima oleh mata. Mikroskop optic yang banyak ditemukan sekarang tersusun atas dua lensa, yaitu lensa okuler yang dekat dengan mata, dna lensa objektif yang dekat dengan objek. Masing-masing jenis lensa ini di dalamnya berisi beberapa lensa dengan susunan tertentu. Perbesaran yang dapat diperoleh dari masing-masing jenis lensa ditentukan oleh susunan lensanya dan biasanya ditulis pada bagian luar lensa dan perbesaran total mikroskop merupakan perkalian dari perbesaran masing-masing lensa. Beberapa mikroskop jenis ini dinamakan mikroskop okuler.
c.       Mikroskop Elektron
Karena keterbatasan cahaya dan sulitnya  membuat lensa yang sangat tipis maka sangat sulit untuk mendapatkan perbesaran yang lebih tinggi dari 2000X dengan mikroskop monokuler. Untuk mengamati bagian-bagian sel yang sangat halus digunakan mikroskop electron yang menggunakan magnet sebagai pengganti lensa, dan electron sebagai pengganti cahaya. Electron mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek daripada cahaya putih sehingga mempunyai daya tembus yang lebih besar. Ada dua jenis mikroskop electron, yaitu mikroskop electron transmisi (TEM=Transmition Electrone Microscope) dan mikroskop electron skening (SEM= Scanning Electron Microscope). Pada mikroskop electron transmisi, electron menembus specimen oleh medan magnet sehingga perbesarannya dapat mencapai satu juta kali ukuran objeknya (Subagyo & Muswita, Tanpa tahun:1).

d.      Mikroskop Binokuler, Mikroskop Bedah, Mikroskop Diseksi
Mikroskop ini mempunyai 2 okuler (Binokuler) dan dapat digunakan untuk melihat objek secara streoskopis (3 dimensi), baik untuk objek yang transparan maupun yang tidak transparan. Alat ini sering dipakai untuk mengadakan diseksi (pembedahan) atau meneliti hewan-hewan maupun organ-organ kecil (Harlis,2008).
Mikroskop compounddibuat oleh John Cuff pada tahun 1750. Mikroskop (bahasa yunani) micron=kecil dan scopos=tujuan, adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat disebut mikroskopi dasn kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah dilihat oleh mata.
e.       Mikroskop Stereo
Mempunyai perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
1.      Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya, sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi yang diamati.
2.      Sumber cahaya beraal dari atas, sehingga objek yang teval dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya 10X, sedangkan lensa objektif menggunakan system zoom dengan perbesaran antara 0,7 hingga 3X, sehingga perbesaran total objek maximal 30X. pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa objektif terapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengatur focus objek terletak disamping tangkai mikroskop. Sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur focus (Bima,2008).
Bagain-bagian mikroskop menurut Anonim (2008):
1.      Lensa okuler
Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif.
2.      Tabung mikroskop
Untuk mengatur focus, dapat dinaikkkan dan diturunkan.
3.      Tombol pengatur focus kasar
Untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat.
4.      Tombol pengatur focus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun/naik dengan lambat.
5.      Revolver
Untuk memilih lensa objektif.
6.      Lensa objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4X, 10X, dan 40X.
7.      Lengan mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
8.      Meja preparat
Untuk meletakkan objek (benda yang akan diamati).
9.      Penjepit objek glass
Untuk menjepit preparat diatas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10.  Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk ke dalam mikroskop.
11.  Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.
12.  Reflector/cermin
Memantulkan cahaya ke dalam mikroskop.
13.  Kaki mikroskop
Menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.

5.      ALAT DAN BAHAN
-          Mikroskop monokuler (1 buah)
-          Mikroskop Binokuler )2 buah)
6.      PROSEDUR KERJA
-          Diambik kedua model mikroskop
-          Diletakkan diatas meja praktikum.
-          Diamati tiap-tiap bagian yang tampak pada mikroskop.
-          Digambar bagian-bagian mikroskop monokuler dan binokuler.
-          Ditentukan bagian-bagian optic dan bagian mekanis.
-          Ditulis funsi tiap bagian.
-          Dicatat hasil.

7.      HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    HASIL
(Disajikan dalam bentuk gambar)
B.     PEMBAHASAN
Fungsi dari bagian-bagian mikroskop monokuler dan binokuler:
I.       Bagian Optik
a.       Lensa okuler, terdiri atas lensa kompleks, menerima bayangan semu dan terbalik.
b.      Lensa objektif, terdiri atas lensa kompleks dan menerima cahaya setelah menembus specimen yang diamati, sehingga ternbentuk bayangn dari materi tersebut.
c.       Kondensor, terdiri atas lensa kopleks dan digunakan untuk mengumpulkan cahaya yang terpantul atau terbias dari cermin.
d.      Diafragma, untuk mengatur banyaknya cahaya mengenai specimen.
e.       Cermin, digunakan untuk menerima cahaya matahari/lampu dan memantulkannya ke dalam kondensor.

II.    Bagiam Mekanis
a.       Tubus, penghubung okuler dan objektif.
b.      Revolver, pemutar objektif, terdapat lensa objektif yang berbeda-beda pembesarannya. Masing-masing lensa objektif dapat digeser hingga berada di sumbu optic.
c.       Knop penggerak kasar, menggerakkan objek secara kasar untuk memfokuskannya.
d.      Knop penggerak halus, menggerakkan objek secara halus dan teliti untuk memfokuskannya.
e.       Meja sediaan, tempat meletakkan objek.
f.       Pemegang sediaan, untuk menjepit objek saat diamati agar tidak bergeser.
g.      Sekrup pengatur kondensor, untuk menaik-turunkan kondensor.
h.      Pemegang, untuk memegang mikroskop ketika diangkat.
i.        Sedi inklinasi, diabgian ini terdapat persendian hingga alat pegangan, dapat dimiringkan ke belakang. Sendi ini meghubungkan alat pemegang dengan bagian kaki.
j.        Kaki, sebagai landasan mikroskop berdiri.
k.      Sandaran tangan, hanya ada pada ikroskop binokuler, sebagai sandaran tangan saat pembedahan.

8.      KESIMPULAN
-          Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat benda-benda kecil (mikroskopis), misalnya bagian-bagian sel.
-          Secara umum mikroskop tersusun atas dua bagian, yaitu optic dan bagian mekanik.
-          Mikroskop cahaya atau monokuler adalah mikroskop yang menggunakan cahaya sebagai sumber penyinaran untuk mengamati objek.
-          Mikroskop binokuler, adalah mikroskop yang digunakan untuk mengamati objek dalam bentuk streoskopis/ tiga dimensi.

9.       DAFTAR PUSTAKA
(Tidak dipublikasikan, hanya ditampilkan dalam draft asli dokumen pribadi penulis)

Pengikut