Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrobiologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Desember 2010

PERANAN BAKTERI



Bakteri menguntungkan & Bakteri pengurai

Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.
[sunting] Bakteri nitrifikasi

Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:

    * Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.

Reaksi nitritasi

    * Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.

Reaksi nitratasi

Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
[sunting] Bakteri nitrogen

Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara, bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, dan Rhodospirillum rubrum. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.
[sunting] Bakteri usus

Bakteri Eschereria coli hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda, bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus.
[sunting] Bakteri fermentasi

Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan:
No.      Nama produk atau makanan   Bahan baku     Bakteri yang berperan
1.         Yoghurt           susu     Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus
2.         Mentega          susu     Streptococcus lactis
3.         Terasi   ikan     Lactobacillus sp.
4.         Asinan buah-buahan   buah-buahan    Lactobacillus sp.
5.         Sosis    daging             Pediococcus cerevisiae
6.         Kefir    susu     Lactobacillus bulgaricus dan Srteptococcus lactis


[sunting] Bakteri penghasil antibiotik

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:

    * Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin
    * Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin
    * Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin

[sunting] Bakteri merugikan
[sunting] Bakteri perusak makanan

Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya:

    * Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
    * Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
    * Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan

[sunting] Bakteri denitrifikasi

Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans.
[sunting] Bakteri patogen

Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.

Bakteri penyebab penyakit pada manusia:
No.      Nama bakteri   Penyakit yang ditimbulkan
1.         Salmonella typhosa     Tifus
2.         Shigella dysenteriae    Disentri basiler
3.         Vibrio comma             Kolera
4.         Haemophilus influenza           Influensa
5.         Diplococcus pneumoniae        Pneumonia (radang paru-paru)
6.         Mycobacterium tuberculosis   TBC paru-paru
7.         Clostridium tetani       Tetanus
8.         Neiseria meningitis      Meningitis (radang selaput otak)
9.         Neiseria gonorrhoeae Gonorrhaeae (kencing nanah)
10.       Treponema pallidum   Sifilis atau Lues atau raja singa
11.       Mycobacterium leprae             Lepra (kusta)
12.       Treponema pertenue    Puru atau patek


Bakteri penyebab penyakit pada hewan:
No.      Nama bakteri   Penyakit yang ditimbulkan
1.         Brucella abortus          Brucellosis pada sapi
2.         Streptococcus agalactia           Mastitis pada sapi (radang payudara)
3.         Bacillus anthracis        Antraks
4.         Actinomyces bovis      Bengkak rahang pada sapi
5.         Cytophaga columnaris            Penyakit pada ikan


Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan:
No.      Nama bakteri   Penyakit yang ditimbulkan
1.         Xanthomonas oryzae Menyerang pucuk batang padi
2.         Xanthomonas campestris        Menyerang tanaman kubis
3.         Pseudomonas solanacaerum    Penyakit layu pada famili terung-terungan
4.         Erwinia amylovora      Penyakit bonyok pada buah-buahan

Peranan virus dalam kehidupan manusia
Coba amatilah keadaan lingkungan! Seperti yang kita lihat, virus kebanyakan bersifat merugikan karena jenis-jenis virus yang berbeda yang menginfeksi dan menyebabkan berbagai penyakit pada tumbuhan, hewan dan manusia. Tetapi dengan kelebihannya, manusia dapat menemukan virus yang dapat dimanfaatkan. Berikut ini akan diuraikan contoh-contoh virus yang menguntungkan dan merugikan.
Virus yang menguntungkan
1. Pembuatan Antitoksin
Para ahli memanfaatkan dengan menggabungkan sifat-sifat DNA yang menguntungkan antara virus dan gen lain sehingga sifat yang menguntungkan tersebut akan dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi. Contohnya, DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit). Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin. Dengan demikian, bakteri yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki sifat antitoksin.
Apabila bakteri tersebut membelah terus-menerus, berarti setiap sel bakteri memiliki sifat antitoksin dan selanjutnya dapat diberikan pada manusia. Contohnya, toksoid tetanus, toksin ini disuntikkan pada manusia untuk mencegah penyakit tetanus. Toksin ini biasanya diberikan kepada ibu hamil dan calon pengantin. Adapun bagi penderita tetanus akan diberikan ATS (Anti Tetanus Serum).
2. Untuk melemahkan bakteri
Apabila virus yang menginfeksi bakteri bersifat pathogen, maka DNA virus yang masuk akan merusak DNA bakteri sehingga bakteri tersebut menjadi tidak berbahaya karena sifat patogennya telah rusak. Contohnya, bakteri difteri yang berbahaya akan berubah sifatnya jika di dalamnya tersambung oleh virus profage.
3. Untuk memproduksi vaksin
Anda tentu pernah mendapat vaksin untuk mencegah terserangnya tubuh dari beberapa jenis penyakit. Vaksin digunakan manusia untuk memperoleh kekebalan tubuh/antibodi. Vaksin ini sebenarnya merupakan bibit penyakit yang telah dilemahkan dan apabila menyerang manusia tidak akan berbahaya lagi. Untuk itulah diperlukan vaksin bagi tubuh kita. Jika ada penyakit yang menyerang manusia, maka tubuh telah memiliki kekebalan yang berasal dari antibodi bagi penyakit tersebut. Contohnya, vaksin cacar, polio dan campak.
Metode pengobatan yang paling dianggap efektif adalah vaksinasi untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, sedangkan penggunaan antibiotik diantisipasikan untuk mengatasi gejala infeksi virus, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.
Virus yang merugikan
Sebagian besar virus bersifat merugikan, yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pada hewan, tumbuhan maupun manusia.
Salah satu virus yang dianggap paling bahaya adalah filovirus. Grup ini terdiri atas Masburg ditemukan di Jerman tahun 1967 dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing, dalam jumlah yang besar tampak seperti sepiring mie. Pada April 2005 virus Masburg penyebarannya sampai Angola. Sejak oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemis terburuk di dalam kehidupan manusia.
Virus penyebab penyakit pada manusia
Beberapa jenis penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut:
1. Influenza
Tentu anda pernah menderita sakit flu. Apa yang anda rasakan ketika terserang penyakit flu? Ada beberapa gejala penyakit flu, antara lain sakit kepala, batuk, demam


ERUGIKAN

Pada Tumbuh-tumbuhan
1. mozaik pada daun tembakau = Tobacco Mozaic Virus
2. mozaik pada kentang = Potato Mozaic Virus
3. mozaik pada tomat = Tomato Aucuba Mozaic Virus
4. kerusakan floem pada jeruk = Citrus Vein Plhoem Degeneration

Pada Hewan :
1. Tetelo (parrot fever) pada unggas = New Castle Disease Virus (NCDV)
2. Cacar pada sapi = Vicinia Virus
3. Lidah biru pada biri-biri = Orbivirus
4. Tumor kelenjar susu monyet = Monkey Mammay Tumor Virus
5. Penyakit kuku dan mulut pada sapi dan domba = Foot and Mouth Disease

Pada Manusia
1. influenza = Influenzavirus
2. AIDS Retrivorus = HIV
3. Hepatitis = Hepatitis Virus
4. Ebola =Ebola Filoviruses
5. Polio = Polio virus
6. Rabies = Rabdhovirus
7. SARS = Coronavirus
8. Flu burung = Avianvirus (H5N1)
9. Herpes = Herpes Simplex Virus (HSV)

MANFAAT
bisa digunakan dalam pembuatan vaksin.
Vaksin adalah virus yang telah dilemahkan..
materi referensi:
LKS Biologi saya kelas X



ang menguntungkan: Virus dapat dimanfaatkan dalam bidang rekayansa genetika maupun penelitian. contohnya adalah Vaksin. Vaksin adalah mikroorganisme patogen (dapat menyebabkan penyakit) yang telah dilemahkan sehingga patogenitas(penyebab penyakit)-nya hilang, tapi sifat anti genitas( penimbul antibodi)-nya teta

Contoh Jamur Zygomycota
Yang menguntungkan :

Rhizopus oryzae
Berguna untuk pembuatan tempe.


Rhizopus nigricans
Berguna untuk menghasilkan asam fumarat.

Yang merugikan :

Mucor mucedo
Saprofit pada roti, kotoran ternak, dan sisa makanan yang mengandung karbohidrat.


Rhizopus stolonifer
Jamur ini disebut juga jamur roti hitam. Jamur ini tumbuh dan berkembang pada roti apek.




Contoh Jamur Ascomycota
Yang menguntungkan :

Neurospora crassa
Berguna dalam pembuatan oncom.





Saccharomyces cereviceae
Terdapat pada ragi dan digunakan untuk mengembangkan kue.



Saccharomyces tuac
Memfermentasi air nira menjadi tuak.



Saccharomyces ellipsoides
Berperan sebagai memfermentasi anggur menjadi minuman anggur.



Aspergillus oryzae
Berguna untuk mengempukkan adonan roti. Dan berguna untuk pembuatan sake (minuman alkohol berasal dari Jepang).


Aspergillus wentii
Berperan dalam pembuatan kecap.

Aspergillus niger
Berguna untuk menjernihkan sari buah.




Penicillium notatum
Berguna untuk menghasilkan antibiotik penisilin.



Penicillium chrysogenum
Berguna untuk menghasilkan antibiotik penisilin.






Penicillium camemberti
Berguna untuk mengharumkan aroma keju.




Penicillium roqueforti
Berguna untuk mengharumkan aroma keju.




Trichoderma
Berguna untuk memperoduksi protein (TSP)
Morchella esculenta
Jenis jamur ini dapat dibuat makanan.

Yang merugikan :

Aspergillus flavus
menghasilkan racun alfatoksin yang menyebabkan kanker pada manusia.


Aspergillus fumigatus
Menyebabkan penyakit paru-paru pada burung.



Xylaria tabacina
Parasit pada petai Cina.


Claviceps purpurea
Parasit pada bakal buah gramineae.
Contoh Jamur Basidiomycota
Yang menguntungkan :

Volvariella volvaceae
Jamur merang, merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dimakan dan enak rasanya.



Auricularia polytricha
Jamur kuping, merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dimakan dan enak rasanya.



Pleurotus
Jamur tiram, terdapat pada kayu yang telah lapuk. Merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat dimakan dan enak rasanya.


Yang merugikan :

Polyporus giganteus
Jamur yang tumbuh dipapan yang lembab.

Clavaria zippelli
Merupakan jamur liar di hutan dan beracun.



Amanita phalloides
Saprofit pada kotoran ternak. Sangat beracun.


Puccinia graminis
Jamur karat, parasit pada rumput-rumputan, bertubuh mikroskopis. Berwarna karat.

Ustilago maydis
Parasit pada jagung.

Contoh Jamur Deuteromycota
Yang merugikan :

Epidermophyton floocosum
Penyebab penyakit kaki atlet pada manusia.




Microsporum
Penyebab penyakit kurap pada manusia.




Trighophyton
Penyebab penyakit kurap pada manusia.



Sclerotium rolfsii
Penyebab penyakit busuk pada tanaman budidaya.

Trichophyton tonsurans
Menyebab penyakit ketombe pada manusia.

Malassezia furfur
Penyebab penyakit panu pada manusia.



Candida albicans
Penyebab penyakit infeksi pada vagina manusia.



Peranan Jamur
Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan
berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.
Contoh spesies:
1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
2. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae
untuk membuat sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii
untuk membuat kecap
7. Aspergillus flavus
menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.
1. Volvariella volvacea :
jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
3. Exobasidium vexans :
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau
blister blight.
4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides:
jamur beracun, habitat di daerah subtropis
5. Ustilago maydis :
jamur api, parasit pada jagung.
6. Puccinia graminis :
jamur karat, parasit pada gandum

Tugas Mikrobiologi


1.      Jelaskan perbedaan rantai dan siklus!
Jawaban :
Rantai adalah hubungan yang saling terkait antara satu komponen dengan komponen lain  membentuk satu garis lurus, dimana terjadi suatu aliran antar komponen tetapi komponen itu tidak mengalami transformasi menjadi komponen lain. Rantai yang mengalami percabangan akan membentuk jaringan, sedangkan jika aliran komponen itu kembali ke komponen awal disebut siklus.
Siklus adalah proses transformasi suatu komponen menjadi komponen lain membentuk satu garis lurus yang kemudian akan kembali menjadi komponen awal sehingga seolah-olah membentuk lingkaran yang tidak terputus. Proses ini berlangsung secara terus-menerus.

2.      Jelaskan proses pembentukan tanah!
Jawaban :
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut. Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.

3.      Jelaskan mengenai lapisan-lapisan tanah!



Jawaban :
Gambar lapisan tanah

Sebagian besar jenis tanah mengacu pada pola utama lapisan tanah yang terkadang disebut dengan lapisan tanah yang ideal. Setiap lapisan ditandai dengan huruf, dengan urutannya sebagai berikut: O-A-B-C-R.
Lapisan O
Huruf O menujukkan kata "organik". lapisan ini disebut juga dengan humus. Lapisan ini didominasi oleh keberadaan material organik dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai tingkat dekomposisi. Lapisan O ini tidak sama dengan lapisan dedaunan yang berada di atas tanah, yang sesungguhnya bukan bagian dari tanah itu sendiri.
Lapisan A
Lapisan A adalah lapisan atas dari tanah, sehingga diberi huruf A. Kondisi teknis dari lapisan A mungkin bervariasi, namun seringkali dijelaskan sebagai lapisan tanah yang relatif lebih dalam dari lapisan O. Lapisan ini memiliki warna yang lebih gelap dari pada lapisan yang berada di bawahnya dan mengandung banyak material organik. Dan mungkin lapisan ini lebih ringan dan mengandung lebih sedikit tanah liat. Lapisan A dikenal sebagai lapisan yang memiliki banyak aktivitas biologi. Organisme tanah seperti cacing tanah, arthropoda, nematoda, jamur, dan berbagai spesies bakteri dan bakteri archaea terkonsentrasi di sini, dan seringkali berhubungan dengan akar tanaman.
Lapisan B
Lapisan B umunya disebut lapisan tanah bawah, dan mengandung lapisan mineral yang mirip dengan lapisan mineral tanah liat seperti besi atau aluminium, atau material organik yang sampai ke lapisan tersebut oleh suatu proses kebocoran. Akar tanaman menembus lapisan tanah ini, namun lapisan ini sangat miskin material organik. Lapisan ini umumnya berwarna kecoklatan, atau kemerahan akibat tanah liat dan besi oksida yang terbilas dari lapisan A.
Lapisan C
Lapisan C dinamakan karena berada di bawah A dan B. lapisan ini sedikit dipengaruhi oleh keberadaan proses pembentukan tanah dari bawah. Lapisan C ini mungkin mengandung bebatuan yang belum mengalami proses pelapukan. Lapisan C juga mengandung material induk.
Lapisan R
Lapisan R didefinisikan sebagai lapisan yang mengalami sebagian pelapukan bebatuan menjadi tanah. Berbeda dengan lapisan di atasnya, lapisan ini sangat padat dan keras dan tidak bisa digali dengan tangan.

4.      Apakah di gurun dan di kutub terdapat tanah? Dimanakah letak tanah pada kedua tempat tersebut?
Jawaban :
Di daerah gurun dan kutub juga terdapat tanah. Lapisan tanah pada daerah gurun dan daerah kutub ini terdapat pada lapisan di bawahnya. Ketebalan pasir pada gurun dan es pada kutub berbeda-beda pada berbagai tempat.
Gurun sebenarnya juga merupakan tanah yang berbentuk pasir melalui proses transformasi yang disebut dengan desertifikasi. Proses ini dimulai dengan tanah kehilangan penutupnya yang berupa tumbuhan atau rerumputan. Akibatnya, saat terjadi hujan atau angin kencang bagian atas tanah (top soil) akan terkikis. Peristiwanya disebut erosi. Hal ini menyebabkan tanah kehilangan lapisan suburnya tersebut. Selain itu tanah kehilangan kemampuan untuk menampung air karena air hanya lewat saja di atas permukaannya. Karena kurangnya kandungan air dan kelembapan udara sekitar maka partikel-partikel tanah dapat dengan mudah tercerai berai akibat tidak adanya molekul air sebagai pengikat partikel-partikel tanah. Ini lah yang menyebabkan bentuk tanah pada gurun berupa partikel-partikel debu yang ukurannya sangat kecil. Contoh terdapatnya tanah pada gurun adalah tumbuhan semak meskit yang tumbuh di gurun Amerika Utara. Akarnya dapat menembus tanah sampai kedalaman 12 meter. Seperti yang dinyatakan di situs ilmiah yang terkenal www.worldwatch.org, ”Proses desertifikasi dapat membuat 135 juta orang di seluruh dunia kehilangan tanahnya.”

Referensi :


Rabu, 22 Desember 2010

TEKNIK SPREAD, TEKNIK ISOLASI DAN TEKNIK PEWARNAAN

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
TEKNIK SPREAD, TEKNIK ISOLASI DAN TEKNIK PEWARNAAN

Oleh :
Ade Kurniawan
K2D 007 003



PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2008
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Pada masa sekarang ini kegunaan akan sejumlah mikrobiologi juga dirasakan sangat penting. Kebutuhan akan pengetahuan berbagai macam teknik penelitian tentang mikrobia dirasakan sangat penting. Maka perlu adanya pengajaran – pengajaran berbagai macam teknik penelitian tentang mikrobia sehingga dapat diambil manfaat untuk kemashalatan bersama.
            Pada praktikum kali ini para praktikan akan melakukan sejumlah kgiatan praktikum, antara lain : Uji sensitivitas, Penghitungan jumlah mikrobia, Teknik pengencran, teknik pewarnaan dan teknik isolasi mikrobia.
            Dalam praktikum Mikrobiologi ini harus didukung oleh sarana dan prasana yang memadai, baik itu alat – alat laboratorium maupun asisten praktikum. Harapannya ketika nanti praktikum didukung oleh sarana dan prasana yang berkualitas, maka ilmu yang disampaikan ketika praktikum akan tersampaikan dengan baik kepada para praktikan.
1. 2. Tujuan Praktikum
1.      Praktikan memahami bermacam – macam teknik pewarnaan.
2.      Praktikan dapat melakukan, gram, acid fast, pewarnaan endospora, pewarnaan flagella.
3.      Praktikan dapat melakukan pengamatan mengenai morfologi bakteri, yeast dan fungi.
4.      Praktikan memahami berbagai macam – macam teknik isolasi mikrobia.
5.      Praktikan mempunyai keterampilan melakukan isolasi mikrobia.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teknik Isolasi
            2.1.1. Teknik isolasi
                        Untuk mendapatkan biakan murni, ada bebrapa teknik yang dapat dilakukan yaitu teknik penggoresan agar, teknik agar tuang dan teknik agar sebar. Prinsip ketiga cara ini adalah pengenceran, sehingga nantinya akan diperoleh koloni terpisah yang mengandung satu macam bakteri saja.
                        1.         Teknik Piringan goresan (streak plate methode)
Sebagaimana metode streak culture (piaraan lempengan) pada cara penanaman mikrobia, yaitu dengan menggoreskan ose penginokulasi yang penuh biakan campuran pada permukaan cawan Petri steril, berisi media agar steril yang telah pada. Ada bebrapa metode penggoresan yang berbeda, namun kesemua metose bertujuan untuk meletakkan sebagian besar organisme pada bebrapa goresan pertama dan menyisakan bahan individual yang cukup terpisah ini akan tumbuh menjadi koloni-koloni bakteri yang saling terpisah satu sama lain. Jadi goresan yang penting untuk diamati pada metode streak plate adalah goresan terakhir, karena dari goresan terakhir didapatkan koloni dari sel tunggal yang benar-benar murni (tidak tercampur spesies lain) yang mudah untuk dipindahkan ke medium steril lain yang berfungsi sebagai media biakan murni sel tunggal yang diperoleh.
1.                  Teknik Piringan Tuangan (Pour Plate methode)
Dilakukan dengan cara menuang bakteri kedalam cawan Petri steril lalu ditambahkan media agar diatasnya. Kemudian diputar hingga bercampur antara agar dan media.

Teknik isolasi digunakan untuk mengetahui karakteristiks suatu bakteri sehingga dapat memudahkan pengamatan. Biasanya teknik isolasi tidak lepas dari alat – alat yang digunakan seperti jarum ose, Bunsen dan tabung reaksi dengan agar sebagai medianya. Karakterisasi isolat bakteri dilakukan melalui pengujian ciri-ciri morfologi sel dan koloni, serta reaksi fisiologi dan biokimianya menggunakan teknik baku yang telah digunakan untuk masing-masing mikrobia (Lapage et al., 1970; McGinnis et al., 1974; Sly, 1983). Karakterisasi jamur dilakukan terutama berdasarkan ciri-ciri morfologi hifa, miselia, spora, dan konidia menggunakan binokuler dan mikroskop.
( M. Machmud dkk., 2002 )

2.2. Teknik Pewarnaan
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, gram-positif dan gram-negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae.
2.3 Morfologi Bakteri, Yeast dan Fungi
               2.3.1 Pengertian Bakteri dan Habitatnya
            Menurut Waluyo (2004), bakteri berasal dari bahasa Yunani “bacterian” yang berarti batang atau tongkat. Sekarang digunakan untuk menyebut sekelompok mikroorganisme bersel satu, tubuhnya bersifat prokariotik yaitu tubuh terdiri atas sel yang tidak mempunyai pembungkus inti.
            Menurut Suriawiria (2005), bakteri umumnya berbentuk satu sel/sel tunggal atau uniseluler, tidak mempunyai klorofil, berkembang biak dengan pembelahan sel atau biner. Karena tidak mempunyai klorofil, bakteri hidup sebagai jasad yang saprofitik ataupun sebagai jasad yang parasitic. Tempat hidupnya tersebar dimana-mana, mulai dari udara, di dalam tanah, air, pada bahan makanan, tumbuhan ataupun pada manusia dan hewan.

               2.3.2 Morfologi Bakteri
                        * Bentuk bakteri
                        Menurut Waluyo (2004), secara garis besar tubuh (morfologi), bakteri dapat dikelompokkan ke dalam 1 golongan, yaitu :
a.       Basil
Mempunyai bentuk tongkat pendek/batang kecil dan silindris, dan sebagian la berbentuk basil. Berdasarkan jumlah koloni, basil dapat dibagi menjadi :
-          Monobasil (monobacillus) yakni basil yang hidup menyendiri/tidak bergerombol. Misal : Salmonella typhi
-          Diplobasil (diplobacillus), bila koloni basil terdiri dari 2 basil. Misal : Klensiella pneumonia
-          Streptobasill (streptobacillus), bila koloni bakteri berbentuk rantai. Misal : Bacillus anthracis
b.      Cocus
Mempunyai bentuk seperti bola-bola kecil. Berdasarkan jumlah koloni, kokus dapat dibedakan menjadi :
-          Monokokus : bila kokus hidup menyendiri. Misal : Neiseria gonorhoe, penyebab kencing nanah.
-          Diplokokus : bila kokus membentuk koloni terdiri dari 2 kokus. Misal : Diplococcus pneumonia, penyabab radang paru-paru.
-          Streptokokus, bila koloni seperti rantai, missal : Streptococcus pyogenes.
-          Stafilokokus : bila koloni bakteri seperti buah angggur, missal bakteri Sarcina ventriculi.
-          Terrakokus, bila koloni terdiri dari 4 kokus, missal Pediococcus cerevisiae.

c.       Spiral (spirilum)
Spiral merupakan bakteri yang terbentuk bengkok seperti spiral. Bakteri yang berbentuk spiral sangat sedikit jenisnya dan merupakan golongan terkecil. Bentuknya terbagi menjadi 3, yaitu :
-          spiral, misal Spirillum sp
-          vibrio, bentuk koma missal Vibrio cholerae
-          spiroseta, bentuk spiral yang dapat bergerak missal Borrelia anserine

* Ukuran Bakteri
Pada umumnya ukuran tubuh bakteri sangat kecil dan baru dapat dilihat jelas dengan mikroskop perbesaran 2x atau lebih. Satuan ukuran tubuh bakteri adalah micrometer. 1 m = 1/1000 mm. Lebar tubuh 1-2 m, panjang 2-5 m. Bakteri kokus ada yang berdiameter 0,5 m sampai 2,5 m. Oleh karena pengukuran besar kecilnya bakteri perlu didasarkan pada standar yang sama. Pada umumnya bakteri yang berumur 2-6 jam lebih besar daripada bakteri yang umurnya lebih dari 24 jam (Waluyo, 2004).
Sel bakteri amat beragam panjangnya, sel beberapa species dapat berukuran 100x lebih panjang daripada sel species yang lain. Satuan ukuran bakteri adalah micrometer. Bakteri yang paling umum dipelajari dalam praktikum mikrobiologi dasar berukuran kira-kira 0,5-1,0 x 2,0-5,0 micrometer. Walaupun bakteri amat kecil ukurannya, namun dapat diukur dengan relative mudah serta tepat. Untuk tujuan ini, mikroskop dilengkapi dengan micrometer ocular, suatu piringan yang diukir dengan garis-garis berjarak sama (Pelzcar and Chan, 1986).

                        * Struktur Sel Bakteri
                        1. Struktur Luar
                          a. Flagel (bulu cambuk)
                                    Mekanisme gerak sebagian besar bakteri dibantu dengan suatu organ yang berbentuk seperti benang yang teramat tipis mencuat menembus dinding sel dan bermula dari tubuh dasar yang disebut dengan flagel. Flagellium terdiri dari 3 bagian yaitu tubuh dasar, struktur seperti kait, dan sehelai filament panjang diluar dinding sel (Pelczar and Chan, 1986).
                                    Menurut Waluyo (2004), berdasarkan tempat kedudukannya dibedakan menjadi :
-          Monotrik, flagel hanya 1 di ujung sel
-          Lafotrik, banyak flagel di salah 1 ujung sel
-          Amfitrik, banyak di kedua ujung sel
-          Peritrik, flagel tersebar dari ujung sampai ke sisi sel
-          Atrik, tak berflagel
  b. Pili (finibrae) sebagai tempat pelekatan sel
            Merupakan benang-benang halus yang menonjol dari dinding sel dan hanya terdapat pada bakteri gram negative (Waluyo, 2004).
  c. Kapsula / lapisan lender
Menyelubungi dinding sel seluruh bakteri, berfungsi untuk melindungi sel terhadap kehadiran factor luar yang tak menguntungkan dan mengandung karbohidrat (Waluyo,2004).
                          d. Dinding sel
            Fungsinya memberi bentuk bakteri, mengatur keluar masuknya zat kimia dan memegang peranan dalam pembelahan sel. Terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan kitin. Dinding sel terletak diantara kapsula dan membrane sitoplasma (Waluyo, 2004).


2. Struktur Dalam
            Menurut Waluyo (2004), struktur dalam dari bakteri adalah sebagai berikut :
  a. Membran Sitoplasma
            Merupakan pembungkus sitiolasma, terletak di bagian bawah dinding sel tetapi tidak terikat satu sama lain dan tersusun atas senyawa protein lipid serta asam nukleat. Berfungsi dalam mekanisme pengangkutan nutrient dan metabolisme dengan bantuan enzim permease.
  b. Protoplasma/Sitoplasma/Isi sel/Plasma sel
            Merupakan koloid yang mengandung karbohidrat, protein, enzim, belerang, kalsium karbonat dan volutin (zat yang mudah menghisap zat warna tertentu).
  c. Inti/nucleus
            Nukleus berfungsi sebagai pusat pengendalian sel dan terdiri dari DNA dan RNA.
  d. Mesosom
            Merupakan lekukan membrane plasma yang relative besar dan biasanya bentuknya tidak menentu. Mesosom ini telah diamati terutama di bagian tipis bakteri gram positif (Volk and Wheeler, 1993).

* Perkembangbiakan Bakteri dengan Spora
            Spesies-spesies bakteri tertentu menghasilkan spora, spora diluar sel vegetatif (eksospora) atau di dalam sel vegetatif(endospora).
                          a. Eksospora
                                    Beberapa spesies bakteri menghasilkan spora eksternal. Streptomyces, misalnya menghasilkan serantaian spora (dikonidia), yang disangga diujung hifa, suatu filament vegetatif (Pelczar and Chan, 1981).
                           b. Endospora
            Merupakan tubuh kecil yang tahan lama yang terbentuk di dalam sel dan mampu tumbuh menjadi organisme vegetatif yang baru. Endospora membentuk dinding yang tebal di dalam sel karena dinding yang sangat tebal ini, endospora tidak dapat diwarnai dengan cara pewarnaan biasa (Volk and Wheeller, 1993).






















BAB III
METODOLOGI

3.1. Tempat dan Waktu Praktikum
Hari dan Tanggal        :  Senin, 29 Oktober 2008
Waktu                         : Pukul 13.00 wib sampai selesai
Tempat                        : Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

3.2. Alat dan bahan
3.2.1    Isolasi bakteri
            Alat
o   Bunsen
o   Cawan Petri
o   Spreader
o   Mikropipet
o   Tabung Reaksi
Bahan
o   Bakteri air laut
o   Air Laut steril

3.2.2        Pengecatan
Alat
o   Bunsen
o   Tabung Reaksi
o   Kaca Preparat
o   Mikroskop
o   Mikropipet



Bahan
o   Kristal violet
o   Burke’s iodine
o   Ethanol
o   Safranin Aquose
o   Sampel Bakteri (E.Coli)

3.2.3        Pengamatan Morfologi Jamur,Yeast dan Fungi
Alat
o   Bunsen
o   Tabung Reaksi
o   Kaca Preparat
o   Mikroskop
o   Mikropipet
Bahan
o   Sampel bakteri gram positif dan negatif
o   Sampel yeast
o   Sampel fungi
o   Tinta Cina
o   Lactofenol
o   Methilen Blue

3.3. Cara Kerja
1.      Teknik Spread
·         Siapkan peralatan : cawan petri, pipet mikro dan spreader yang sudah dalam kondisi steril
·         Siapkan bahan air laut steril yang diencerkan : 10-4, 10-5 dan 10-6
·         Sterilkan lingkungan dengan menyemprotkan spray di sekitar kawasan kegiatan
·         Ambil sampel air laut steril yang diencerkan :  10-4, 10-5 dan 10-6
dengan menggunakan mikro pipet kemudian masukkan ke dalam cawan petri dengan metode aseptic
·         Sterilkan spreader dengan alkohol kemudian panaskan dengan Bunsen
·         Ratakan sampel air laut steril yang diencerkan :  10-4, 10-5 dan 10-6 pada cawan petri dengan menggunakan spreader dengan metode aseptic.


2.      Teknik Isolasi
·         Siapkan sampel bakteri
·         Siapkan pula alat – alat laboratorium seperti : Bunsen, jarum ose dan alkohol
·         Ambil sampel bakteri air laut pada tabung reaksi dengan metode aseptic
·         Siapkan pula jarum ose yang sudah dalam keadaan steril
·         Goreskan jarom ose pada bakteri yang berada pada tabung reaksi dengan agar miring sebagai media secara aseptic
·         Pindahkan goresan jarum ose yang sudah terdapat sampel bakteri ke dalam tabung reaksi yang lain dengan agar miring sebagai medianya secara zig-zag dengan metode aseptic.
·         Lakukan cara kerja yang sama pada larutan air laut : 10-4, 10-5 dan 10-6

3.      Teknik Pewarnaan
·         Ambil aquades sebanyak 100 mikro kemudian teteskan pada kaca preparat
·         Ambil sampel bakteri ( E. Coli ) dan letakkan pada preparat
·         Panaskan preparat pada Bunsen sehingga air pada preparat menguap dan kering
·         Tambahkan gram A ( Cristal Violet ) kemudian tunggu 1 menit
·         Semprot preparat dengan aquades sehingga gram A pada preparat hilang kemudian keringkan preparat di sekitar Bunsen
·         Tambahkan lugol untuk membentuk kristal yodium violet pada preparat dengan  diamkan selama 1 menit
·         Bersihkan lugol pada preparat dengan menyiramkan aquades ke preparat
·          Semprot preparat dengan alkohol yang berfungsi sebagai cairan pemucat
·         Tambahkan safranin pada preparat dan tunggu selama 1 menit
·         Semprot preparat dengan aquades sehingga safranin pada preparat hilang
·         Keringkan dan amati preparat di bawah mikroskop
·         Gambar dan catat hasil 
·          
  1. Pengamatan Morfologi bakteri, yeast, dan fungi
1.      Bakteri
o   Ambil aquades, tuangkan di preparat
o   Ambil bakteri 1 mikro liter, letakkan pada preparat
o   Ambil tinta Cina dan teteskan ke kaca preparat, lalu keringkan
o   Amati dibawah mikroskop
2.      Jamur
o   Ambil aquades, tuangkan di preparat
o   Ambil jamur 1 mikro liter, letakkan di preparat
o   Ambil lactofenol dan tetskan ke preparat lalu keringkan
o   Amati
3.   Yeast
o   Ambil aquades, tuangkan di preparat
o   Ambil yeast 1 mikro liter, letakkan di preparat
o   Ambil Methilen Blue dan teteskan ke preparat lalu keringkan
o   Amati dibawah mikroskop






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
1.      Tenik Spread
Pada percobaan ini didapatkan cawan petri yang berisikan sampel bakteri pada permukaan cawan petri.
2.      Teknik Isolasi
Pada percobaan ini didapatkan tabung reaksi berisikan sampel bakteri air laut : 10-4, 10-5 dan 10-6 dengan agar miring sebagai media.
3.      Teknik Pewarnaan
Pada percobaan ini didapatkan hasil pengamatan bakteri ( + ) yang berwarna biru, bakteri ( - ) yang berwarna merah, fungi berwarna transparan dan yeast berwarna biru.
 







          Gram positif                                                              gram negatif

 







                 Yeast                                                                       fungi
4.2. Pembahasan
1.      Teknik Spread
Pada teknik spread ini hal – hal yang perlu diperhatikan adalah kesterilan alat- alat yang digunakan kemudian cara menggunakan spread secara benar dimana menggoreskan sampel bakteri pada permukaan cawan petri dengan perlahan – lahan atau tidak menekannya dengan keras.
Sampel bakteri air laut yang digunakan pun sudah diencerkan menjadi 10-4, 10-5 dan 10-6 dimana semakin encer konsentrasi air laut maka keberadaan bakteri semakin sedikit dan jarang. Berbeda dengan air laut yang belum diencerkan sama sekali dimana terdapat banyak sekali bakteri di dalamnya
2.      Teknik Isolasi
Pada teknik isolasi ini tidak jauh berbeda dengan teknik spread yaitu kondisi alat – alat yang digunakan sudah dalam keadaan steril dan di setiap perlakuan harus dilakukan secara aseptic.
Pengambilan bakteri oleh jarum ose pada tabung reaksi dengan agar sebagai medianya harus dilakukan dengan menggores bakteri secara perlahan – lahan sehingga media agar miring tidak rusak.
Maka jika terjadi kerusakan pada agar miring dapat menyebabkan masuknya bakteri ke dalam sela – sela agar miring sehingga mempersulit pengamatan bakteri pada tabung reaksi. Pada saat pemindahan bakteri oleh jarum ose ke dalam tabung reaksi yang lain, dilakukan dengan pola zig – zag sehingga memudahkan dalam pengamatan bakteri di dalam tabung reaksi.
3.      Teknik Pewarnaan
Pada teknik pewarnaan ini dilakukan terhadap bakteri. Pada bakteri ( + ) lapisan dinding sel terdiri dari peptidoglikan sedangkan pada bakteri ( - ) lapisan dinding sel terdiri dari lipid. Oleh karena itu pada penyiraman dengan cairan pemucat, warna dinding sel akibat pewarnaan oleh cristal violet pada bakteri ( - ) luntur yang dikarenakan lemahnya daya ikat lipid. Berbeda dengan bakteri ( + ) yang dinding selnya memiliki daya ikat yang kuat karena tersusun dari peptidoglikan.
Pada pengamatan di bawah mikroskop bakteri ( + ) berwarna biru, kemungkinan ini diakibatkan oleh pewarnaan cristal violet ( gram A ) yang menempel pada dinding sel. Kemudian pada bakteri ( - ) berwarna merah, hal ini diakibatkan oleh lemahnya daya ikat lapisan dinding sel sehingga tidak dapat mengikat warna biru oleh gram A.
Pada pewarnaan, bakteri gram positif dan bakteri gram negative memiliki warna yang berbeda ketika diamati dibawah mikroskop. Bakteri gram positif berwarna ungu/violet sedangkan bakterigram negative berwarna merah. Hal ini terjadi akibat bakteri gram positif menyerap warna dari kristal violet dan tidak terlepas pada saat dicuci dengan ethanol/ alcohol karena dinding selnya terbuat dari peptidoglikan yang tidak larut terhadap alcohol/ ethanol.
Sedangkan bakteri gram negative berwarna merah karena tidak menyerap warna dari kristal violet akibat dari pencucian dengan alcohol/ethanol. Penyebabnya adalah dinding sel dari bakteri gram negative yang terbuat dari lemak sehingga larut ketika dicuci menggunakan alcohol/ethanol











BAB V
PENUTUP
5. 1. Kesimpulan
1.    Seluruh perlakuan yang dilakukan pada praktikum mikrobiologi harus dengan metode aseptic pun alat – alat yang digunakan harus dalam kondisi steril.
2.    Pada teknik spread dibutuhkan keterampilan saat menggunakan spread sehingga sampel bakteri dapat rata di atas permukaan cawan petri.
3.    Pada teknik isolasi pun dibutuhkan keterampilan terutama saat menggoreskan bakteri dengan menggunakan jarum ose di dalam tabung reaksi dengan agar miring sebagai  medianya.
4.    Pada teknik pewarnaan hal – hal yang harus diperhatikan adalah langkah – langkah teknik pewarnaan, mengingat langkah – langkah pada teknik ini cukup panjang.











DAFTAR PUSTAKA
Machmud, M. Sudjadi, dan Yadi Suryadi. Seleksi dan Karakterisasi Mikroba Antagonis. 2002. Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian : Bogor.
Lapage, S.P., J.E. Shelton, T.G. Mitchell, and A.R. Mackenzie. 1970. Culture collections and  reservation of bacteria. In J.R. Norris and D.W. Ribbons (Eds.). Methods in Microbiology. Vol. 3A. Academic Press, London.

McGinnis, M.R., A.A. Padhye, and L. Ajello. 1974. Storage of stock culture of filamentous fungi, yeast and some aerobic actinomycetes in strerile distilled water.
Volk, W.A and Wheeler M.F, 1993, Mikrobiologi Dasar, Erlangga, Jakarta
www.wikipedia.org/pewarnaan_gram (diakses 30-10-2008 jam 15.00)

Pengikut