Papan Buletin Blog Bhima

Bhima's Leaf

Rabu, 16 Desember 2009

Pengamatan siklus hidup Drosophila sp & pengenalan mutan Drosophila sp


LAPORAN PRAKTIKUM
GENETIKA
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
B. pengenalan mutan Drosophila sp
OLEH:
BHIMA WIBAWA SANTOSO AIC407003
Anggota Kelompok:
ERNAWATI AIC407002
DIANA DITA AIC407004
RANA RIO ANDHIKA AIC407005
NURDAYATI AIC407006
Asisten:
1. Rita yuliza
2. Reza nugroho
PROGRAM STUDI BIOLOGI
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNUVERSITAS JAMBI
2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 JUDUL
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
B. Pengenalan mutan Drosophila sp
1.2 TUJUAN
TUJUAN A: Mahasiswa dapat menangkap, menemukan dan mengamati Drosophila sp yang ada disekitar mahasiswa, serta dapat mengamati dan memahami siklus hidup Drosophila sp dan pertumbuhannya
TUJUAN B: Untuk mengetahui dan mengenali mutan yang terjadi pada
Drosophila Sp
1.3 WAKTU DAN TEMPAT
A. Hari/ tanggal : Jumat/ 20 November 2009
Waktu Periode : 20 November- 06 Desember 2009 (F1 Dewasa)
Tempat : Laboratorium UP.MIPA Universitas Jambi & Rumah
Praktikkan (Telanaipura)
B. Hari/ tanggal : Senin/ 23 November 2009
Waktu Periode : 23 November – 10 Desember 2009 (F1 dewasa)
Tempat : Laboratorium UP.MIPA Universitas Jambi & Rumah
Praktikkan (Telanaipura)
1.4 KAJIAN PUSTAKA
Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera, anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks), seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku Drosophilidae, Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler, 1981).
Klasifikasi
Kingdom
Animalia
Phylum
Arthropoda
Class
Insekta
Ordo
Diptera
Family
Dhrosopilidae
Genus
Dhrosophila
Subgenus
Sophopora
Spesies
Dhrosophila melanogaster
Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama, yaitu; kepala, thoraks, dan abdomen. seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung-perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.
Drosophila memiliki ciri morfologi yang berbeda antara jantan dan betinanya. Pada Drosophila jantan Memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang betina. Memiliki 3 ruas dibagian abdomennya dan memiliki sisir kelamin.Sedangkan pada yang betina ukuran relatif lebih besar,memiliki 6 ruas pada bagian abdomen dan tidak memiliki sisir kelamin.(Soemartomo.S.S,1979)
Perbedaan jenis kelamin pada Drosophila melanogaster secara morfologi terlihat dari bentuk pantat Drosophila, lalat jantan memiliki ujung posterior yang tumpul sedangkan lalat betina memiliki ujung posterior yang runcing. Lalat jantan memiliki sex comb pada kakinya sedangkan lalat betina tidak. Ciri lainnya yang dapat membedakan jantan dan betina adalah dari ukuran tubuhnya, dimana lalat jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan ukuran lalat betina (Ghostrecon, 2008).
Drosophila melanogaster normal memiliki mata yang berwarna merah berbentuk elips. Terdapat pula mata oceli yang ukurannya jauh lebih kecil dari mata majemuk, berada pada bagian atas kepala, di atas di antara mata dua mata majemuk, berbentuk bulat (Ghostrecon, 2008).
Selain itu, Drosophila melanogaster normal memiliki sungut yang berbentuk tidak runcing dan bercabang-cabang. Kepala berbentuk elips. Thorax terlihat berwarna krem, ditumbuhi banyak bulu, dengan warna dasar putih. Abdomen bersegmen lima, segmen terlihat dari garis-garis hitam yang terletak pada abdomen. Sayap Drosophila normal memiliki ukuran yang panjang hingga melebihi abdomen lalat, lurus, dan bermula dari thorax dengan warna transparan (Ghostrecon, 2008).
Drosophila memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. betina memilki ukuran panjang sekitar 2,5 mm dan yang jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina. pada jantan, bagian tubuh belakang lebih gelap. pada Drosophila yang liar memilki mata berwarna merah. Adapun ciri umum dari Drosophila melanogaster antara lain :
Ciri umum lainnya dari Dhrosophila melanogaster, antara lain :
· memiliki mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwarna merah
· memiliki warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang
· berukuran kecil antara 3-5 mm (jantan dan betina memiliki ukuran yang berbeda)
· Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya.
· Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
· Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
· terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk.
· Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam
· Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax
Perbedaan Dhrosophila melanogaster Jantan dan Betina
Lalat buah jantan dan betina dapat dibedakan melalui beberapa ciri-ciri umum seperti besar ukuran tubuh, warna tubuh, panjang sayap, bentuk ujung kelamin, dan ada atau tidak adanya sisir kelamin. Cirri yang biasa digunakan adalah dari ukuran tubuh. Pada lalat buah, ukuran betina lebih besar dibandingkan pada lalat jantan.
Berikut ini merupakan ciri-ciri yang membedakan lalat buah jantan dan betina, yaitu :
Ciri-ciri pembeda
Jantan
Betina
Ukuran tubuh
Ukuran tubuh lebih kecil dibanding betina
Ukuran tubuh lebih besar dibanding jantan
Warna tubuh
Bagian belakang (ujung abdomen) lebih gelap dibanding betina
Bagian belakang lebih terang dibanding jantan
Panjang sayap
Sayapnya lebih pendek dibandingkan betina
Sayapnya lebih panjang dibandingkan jantan
Sisir kelamin
Ada sisir kelamin
Tidak ada sisir kelamin
Bentuk ujung abdomen
Tumpul
lancip
Perkawinan dan Perkembangbiakan Dhrosophila melanogaster
Dewasa pada Dhrosophila melanogaster pada siklus hidupnya berusia sekitar 8-9 hari. Setelah keluar dari pupa, warna lalat buah masih pucat dan sayapnya belum terbentang.
Proses perkawinan diawali oleh “atraksi” lalat buah jantan untuk menarik lalat buah betina. Lalat buah jantan akan mempertunjukkan 5 bentuk adaptasi tingkah laku secara berurutan. Pertama, lalat buah jantan memainkan “lagu” yang bertujuan untuk menarik lalat buah betina untuk kawin dengan cara memanjangkan dan menggetarkan sayapnya secara horizontal. Setelah itu, lalat buah jantan akan memposisikan dirinya pada bagian belakang abdomen lalat buah betina dalam posisi yang lebih rendah untuk mengetuk dan memukul-mukul (tap dan lick) pada genitalia lalat buah betina. Terakhir, lalat buah jantan akan menggulungkan abdomennya dan berusaha untuk melakukan kopulasi. Lama waktu kopulasi sekitar 30 menit.
Lalat buah betina bisa menolak ajakan “perkawinan” dengan cara pergi. Perkawinan pertama lalat betina setelah 8-12 jam lalat buah betina muncul (emerge) atau keluar dari pupa. Drosophila melanogaster betina sanggup menghasilkan 50-75 butir telur per hari atau dapat menghasilkan 400-500 butir telur. Telur Drosophila melanogaster berwarna putih susu berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0,5 mm. Pada ujung anterior terdapat lubang yang disebut mikropil dan terdapat tonjolan memanjang seperti sendok. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle, tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. (Borror, 1992)
Siklus Hidup dan Ciri-ciri pada Tahapan-tahapannya
Perkembangan dimulai segera setelah fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Periode pertama adalah periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi hingga penetasan telur menjadi larva muda (proses ini berlangsung sekitar 24 jam). Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur atau periode postembrionik. Periode ini dibagi dalam tiga tahap yaitu larva, pupa, dan imago.
Tahap-tahap dari siklus hidup Dhrosophila melanogaster berikut ciri-cirinya, antara lain :
Tahapan
Ciri-ciri
Umur
Telur
Berbentuk bulat lonjong, ukuran sekitar ± 0.5 mm, berwarna putih susu, pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam, biasanya terdapat pada permukaan media.
± 24 jam
Larva instar 1
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih bening, berukuran ± 1 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, belum memiliki spirakel anterior.
Larva instar 2
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran ± 2 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki mulut dan gigi berwarna hitam untuk makan, memiliki spirakel anterior.
± 2 hari
Tahapan
Ciri-ciri
Umur
Larva instar 3
Berbentuk lonjong pipih, berwarna putih, berukuran ± 3-4 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, memiliki mulut dan gigi berwarna hitam lebih besar dan jelas terlihat dibanding larva instar 2, memiliki spirakel anterior dan terdapat beberapa tonjolan pada spirakel anteriornya.
± 3 hari
Prepupa
Terbentuk setelah larva instar 3 merayap pada dinding botol, tidak aktif, melekatkan diri; berwarna putih; kutikula keras dan memendek; tanpa kepala dan sayap
± 4 hari
Pupa
Tidak aktif dan melekatkan diri pada dinding botol, berwarna coklat, kutikula keras, memendek, dan besegmen.
± 5 hari
Imago
Tubuh terbagi atas cephla, thorax, dan abdomen; bersayap transparan; memiliki mata majemuk biasanya berwarna merah; dan ciri-ciri lainnya menyerupai ciri lalat buah dewasa
± 9 hari
Faktor dan dampak yang Mempengaruhi Siklus Hidup Dhrosophila sp
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Dhrosophila melanogaster antara lain:
Suhu lingkungan
Lalat buah mengalami kondisi siklus hidup dan pertumbuhan yang optimal sekitar 8-11 hari apabila berada pada suhu 25o-28oC. Waktu perkembangan yang paling pendek (telur-dewasa), adalah 7 hari, dan dicapai pada suhu 28° C. Perkembangan meningkat pada suhu yang lebih tinggi, yaitu sekitar 30° C, selama 11 hari, hal tersebut berkaitan dengan pemanasan tekanan. Pada suhu 25° C tersebut, lama harinya umumnya adalah sekitar 8.5 hari, sedangkan pada suhu 18° C lama harinya sekitar 19 hari dan pada suhu 12° C lama hari perkembangannya adalah 50 hari. Pada suhu 30o ,lalat buah dewasa yang dihasilkan akan steril.
Nutrisi makanan
Kekurangan nutrisi atau makanan akan menyebabkan jumlah telur yang dihasilkan menurun dan pertumbuhannya menjadi lambat. Lalat buah yang kekurangan nutrisi juga akan menghasilkan larva-larva yang kecil, pupa yang kecil dan seringkali gagal tumbuh menjadi lalat dewasa atau menghasilkan individu dewasa yang akan menghasilkan sedikit telur. Viabilitas telur-telur ini juga dipengaruhi juga oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.
Tingkat Kepadatan
Pengisian botol medium sebaiknya dengan menggunakan medium buah yang cukup dan tidak terlalu banyak. Jumlah lalat buah dalam botol medium juga mempengaruhi kualitas pertumbuhan lalat buah, yang dikembangkan dalam botol media cukup hanya beberapa pasang saja. Dengan kondisi yang ideal, lalat buah dapat hidup hingga 40 hari. Kondisi botol yang terlalu padat akan menurunkan jumlah telur yang dihasilkan dan menurunkan lama hidup suatu individu (tingkat kematian meningkat).
Intensitas cahaya
Dhrosophila melanogaster menyukai daerah yang remang-remang. Intensitas cahaya yang tinggi akan menyebabkan fase bertelur yang terlambat. Intensitas cahaya yang gelap (rendah) akan menyebabkan pertumbuhannya menjadi lambat.
Medium
Kekentalan dan keenceran dari suatu medium akan mempengaruhi pertumbuhan dari Dhrosophila melanogaster. Pengenceran medium akan mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan namun tidak berpengaruh pada siklus hidupnya. Tingkat survival dan lamanya waktu hidup akan berkurang apabila lalat dewasa berada pada medium yang sangat encer.
Pada drosophila diremukan 4 pasang kromosom.Pada lalat jantan dan lalat betina umumnya adalah sama, tetapi ada sedikit perbedaan yaitu pada salah satu kromosom jantan terdapat lengkungan seperti mata pancing.(Sepoetro.D.1975)
Pada Drosophila jantan dan betina dapat mudah dipisahkan dalam bentuk segmen-segmen abdomen.Abdomen betina mempunyai ujung meruncing dan pola garis-garis yang berbeda dari pada abdomen jantan.Kelamin lalat ditentukan sebagian oleh kromosom X yang dimiliki individu.Normalnya lalat betina akan memiliki 2 kromosom X.Sedangkan lalat jantan hanya memiliki 1 kromosom X ditambah 1 Y heterokromatik. Pada lalat buah kromosom Y tidak memiliki peranan penting dalam penentuan jenis kelamin. Pada kromosom Drosophila hanya sedikit gen aktif.(Goodenough, 1984).
1. Metamorfosis pada Drosophila merupakan metamorfosis sempurna yaitu dari telur- larva intsar I, larva intsar II, larva intsar III,-pupa dan imago. Perkembangan dimulai segera setelah terajadi fertilisasi yagn terdiri dari dua periode yaitu :
Periode embrionik didalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu 24 jam. Dan pada saat inilah larva tidak henti-hentinya untuk makan ( Silvia, 2003 )
2. Setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu larva, pupa, dan imago ( fase seksual dengan perkembangan pada sayap) formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa (Silvia,2003)
Telur Drosophila berbentuk kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Betina drosophila dewasa meletakkan telur 50-70 telur perhari atau maksimumnya 400-500 buah dalam 10 hari ( Silvia, 2003 ) . telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan, yang pertama selaput vitelin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan yang kedua selaput tipis tetapi kuat ( korion ) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangakai tipis. Khorion mempunyai kulit bagian luar yang sangat keras dari telur tersebut ( Borror, 1992 )
Saat larva Drososphila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikulum menjadi keras berpigmen, tanpa kepala dan sayap yang disebut larva instar. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap dan kai. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif dan dalam keadaan ini larva berganti menjadi lalat dewasa ( Ashburner, 1985 )
Siklus hidup lalat dewasa Drosophila melanogaster sekitar 9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya pun belum merentang. Sementara itu lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. Walupun banyak sperma yang masuk kedalam mikrophyle yang terdapat pada ujung anterior tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronoleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio. ( Borror,1992 )
Larva dan kebanyakan jenisnya terdapat di dalam buah telah ditunjukkan bahwa larva sebenarnya makan ragi-ragi yang tumbuh di dalam buah-buahan itu. Beberapa jenis ada yang bersifat ektoparasitik (pada ulat) atau bersifat pemangsa (pada mealybugs dan homoptera kecil lainnya) pada tahapan larva. Dalam kelompok ini karena waktu hidupnya yang pendek, kromosom-kromosom kelenjar ludah raksasa dan mudahnya dipelihara telah dipakai secara meluas dalam penelitian-penelitian keturunan, (Borror, 1992).
Menurut Ellseth dan Baumgardner (1984), Lalat Dosophila mempunyai siklus hidup yang sangat pendek yaitu sekitar 12 hari pada suhu kamar. Kondisi dibawah ideal dapat menghasilkan 25 keturunan tiap tahun. Tiap lalat betina dapat menghasilkan telur sebanyak 100 butir dan dari jumlah tersebut separuh akan menjadi lalat jantan dan separuhnya lagi akan menjadi lalat betina. Siklus hidup lalat ini akan semakin pendek apabila kondisi lingkungannya tinggi.
Ada 2 tipe lalat buah yaitu tipe normal (tipe liar) dan mutan. Tipe normalnya yaitu mata merah dan sayap panjang, biasanya pada persilangan untuk lalat normal diberi tanda +. Mutan dari lalat buah Drosophila melanogaster memiliki berbagai macam bentuk, biasanya pada bagian tubuh tertentu seperti sayap dan mata pada lalat mutan berbeda dengan tipe normal.
Alat kelamin ditentukan oleh jumlah kromosom X yang dimiliki individu. Normalnya, lalat betina mempunyai 2 kromosom X, sedangkan yang jantan hanya memiliki satu kromosom X ditambah satu salinan kromosom Y heterokromatik. kromosom Y tidak begitu memainkan peranan yang nyata dalam penentuan jenis kelamin. (Goodenough,1988)
Menurut Suryo (1998), perbedaan jenis kelamin umumnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
1. Faktor Lingkungan. Biasanya yang mengambil peranan di sini ialah keadaan fisiologis. Jika kadar hormon kelamin dalam tubuh tidak seimbang penghasilan atau peredarannya, maka pernyataan fenotip pada suatu makhluk mengenai kelaminnya dapat berubah. Akibatnya watak kelaminnya pun mengalami perubahan.
2. Faktor Genetik. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa faktor genetiklah yang menentukan jenis kelamin suatu makhluk hidup. Oleh karena bahan genetik terdapat di dalam kromosom, maka perbedaan jenis kelamin terletak dalam komposisi kromosom. Inti sel tubuh lalat Drosophila hanya memiliki 8 buah kromosom saja, sehingga mudah dmamati dan dihitung. 6 buah kromosom (3 pasang) pada lalat betina maupun jantan sama bentuknya, disebut kromosorn autosom (kromosom tubuh) dan 2 buah kromosom (1 pasang) disebut krornosom kelamin (seks kromosom) karena bentuknya berbeda antara lalat jantan dan lalat betina. (Suryo, 1998).

Mutan Drosophila Melanogaster

Mutasi didefinisikan sebagi pemutusan atau perubahan yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Perubahan bahan genetik (DNA maupun RNA), dapat terjadi pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom (aberasi). Mutasi juga dapat mengarah pada alelevolusi, munculnya variasi-variasi baru pada spesies baru dan menjadi dasar bagi kalangan pendukung. Hampir selalu bahwa mutasi dianggap menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut.
Efek langsung dari mutasi bersifat membahayakan. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun “mutasi yang bermanfaat”.
Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan, seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut.
Mutasi dapat terjadi pada frekuensi rendah di alam, biasanya lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Mutasi di alam dapat terjadi akibat zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen), radiasi surya maupun radioaktif, serta loncatan energi listrik seperti petir. Selain itu, mutasi juga dapat disebabkan oleh perubahan-perubahan struktur kromosom. Pecahnya sebuah kromosom dapat menyebabkan terjadinya empat macam perubahan pada struktur kromosom. (Zarzen, 2009).
Mutan Drosophila dari segi warna mata yaitu strain white yang memiliki warna mata yang putih, mutan Drosophila dari segi bentuk dan ukuran sayap adalah strain: dumphy yang memiliki sayap yang tereduksi, curly yang memiliki sayap yang melengkung ke atas, dan vestigeal yaitu lalat yang tidak memiliki sayap. Mutan Drosophila dari segi warna tubuh adalah ebony yang memiliki warna tubuh coklat, dan black yang memiliki warna tubuh hitam. Sedangkan mutan Drosophila dari segi ukuran tubuh adalah strain miniatur yang memiliki ukuran tubuh yang kecil
Penelitian mengenai mutasi pertama kali dilakukan oleh Hugo de Vries ketika Vries menemukan keanehan pada tanaman Oenothera lamarckiana. Pada tahun 1886 di Amsterdam, De Vries mendapati tanaman Oenothera lamarckiana memiliki perbedaan yang mencolok dari tanaman Oenothera lamarckiana pada umumnya. Perbedaan ini terletak pada tinggi tanaman, bentuk daun, dan pola percabangan. De Vries kemudian meneliti lebih dari 53.000 Oenothera lamarckiana dari delapan generasi. De Vries menemukan adanya delapan mutan yang sama sekali berbeda dari tanaman aslinya. Dari penelitian inilah kemudian De Vries pertama kali mengemukakan teorinya mengenai mutasi, The Mutation Theory (Anonim, 1998).
Tidak berhenti sampai di situ, penelitian mengenai mutasi kemudian dilanjutkan oleh Morgan. Morgan memulai penelitiannya, pada tahun 1909, setelah menemukan seekor lalat buah dengan mata berwarna putih tampak pada kultur lalat buahnya. Karakter tersebut kemudian terbukti sebagai sifat yang memiliki pautan sex resesif dan dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. Setelah penemuan mutan yang pertama ini, Morgan dan timnya melakukan riset mengenai mutasi pada Drosophila melanogaster dan berhasil menemukan mutan-mutan lain dengan penyimpangan pada bentuk sayap, warna mata, warna tubuh, dan bentuk tubuh (Sinnott et al, 1958).
Selanjutnya, tahun 1920-an H. J. Muller berhasil menemukan hubungan mutasi dengan radiasi sinar X menggunakan Drosophila melanogaster sebagai objek penelitiannya. Hingga kini penelitian mengenai mutasi telah banyak dilakukan dan masih berkembang. Tidak, hanya pada Drosophila melanogaster, mutasi pada spesies lain juga telah banyak dipelajari.
Pada dasarnya, mutasi adalah perubahan pada material genetik yang terjadi pada level genotip, baik kualitas maupun kuantitas materi genetik itu sendiri. Secara umum mutasi dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu mutasi kromosomal dan mutasi titik. Mutasi kromosomal atau penyimpangan kromosom mengakibatkan perubahan jumlah dan posisi materi genetik pada level kromosom. Sedangkan mutasi titik, menyebabkan perubahan pada gen atau cistron molekul DNA dan bersifat menurun.
Mutasi yang terjadi secara alamiah di alam semesta disebut spontaneous mutation. Penyebab terjadinya mutasi di alam semesta masih belum diketahui. Selain terjadi secara alamiah, mutasi juga dapat terjadi secara artifisial, disebut induced mutation. Induced mutation dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu pada suatu organisme seperti radiasi, kondisi lingkungan tertentu, dan ekspos terhadap bahan kimia tertentu. Perlakuan yang diberikan untuk memperoleh induced mutation disebut mutagen atau mutagenic agents.
Menurut Campbell et al (2007), mutasi titik dapat disebabkan oleh kesalahan selama replikasi DNA sehingga susunan DNA pada rantai nukleotida yang dihasilkan berbeda dengan susunan DNA induk. Pada umumnya kesalahan ini dapat diperbaiki, namun pada beberapa kasus, kesalahan ini tidak dapat diperbaiki sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan susunan DNA.
Berikut adalah klasifikasi mutasi menurut Sinnott et al (1958):
A. Perubahan pada jumlah kromosom:
A.1. Perubahan yang melibatkan seluruh kromosom dalam suatu sel:
A.1.1. Haploidi (n): setiap kromosom tidak memiliki pasangan homolognya.
A.1.2. Poliploid: setiap kromosom memiliki lebih dari satu pasangan homolognya. Contoh: triploidi (3n); tetraploidi (4n); pentaploidi (5n).
A.2. Perubahan yang melibatkan beberapa kromosom dalam suatu sel:
A.2.1. Monosomik: hilangnya satu kromosom dalam suatu sel. Pada sel diploid jumlah kromosom secara matematis adalah 2n-1.
A.2.2. Polisomik: penambahan satu atau lebih kromosom dalam kumpulan kromosom suatu sel. Trisomik = 2n+1; tetrasomik = 2n+2.
A.2.3. Nulisomik: hilangnya satu pasang kromosom yang homolog dalam kumpulan kromosom suatu sel.
B. Perubahan jumlah gen atau susunan gen dalam kromosom:
B.1. Perubahan jumlah gen:
B.1.1. Defisiensi atau delesi: hilangnya satu atau beberapa gen
B.1.2. Duplikasi: penambahan satu atau lebih gen.
B.2. Perubahan susunan gen:
B.2.1. Translokasi: pertukaran bagian antara nonhomolog kromosom untuk membentuk dua kromosom baru.
B.2.2. Inversi: dalam kromosom sebuah blok gen berputar 180o.
Untuk mempelajari mutan-mutan Drosophila melanogaster diperlukan pengenalan yang cukup mengenai morfologi Drosophila melanogaster normal. Dengan begitu dapat dibedakan antara Drosophila melanogaster normal dan Drosophila melanogaster mutan. Morfologi Drosophila yang perlu dikenali adalah jenis kelamin, mata majemuk, mata oceli, sungut, kepala, thorax, abdoment, dan sayap (Ghostrecon, 2008).
Berikut adalah jenis-jenis mutan Drosophila melanogaster beserta deskripsi singkatnya (Strickberger, 1962):
- Dumpy
Sayap lebih pendek hingga dua pertiga panjang sayap normal dengan ujung sayap tampak seperti terpotong. Bulu pada dada tampak tidak sama rata.
Clot Mata berwarna maroon yang semakin gelap seiring pertambahan usia. Tidak seekstrim sepia.
- Sepia
Mata merah kecoklatan yang semakin menggelap hingga menjadi sepia dan akhirnya berubah menjadi hitam.
- Oseli normal
- Claret Mata merah menyala. Tubulus malpighi larva tidak berwarna
- White Mata putih dengan oseli, tabung malpighi, dan testes yang tidak berwarna.
- Curly Sayap melengkung ke atas secara kuat.
Miniature Sayap mengecil dan hanya mencapai ujung abdomen saja. Permukaan sayap tampak lebih hitam karena sel dan rambut yang padat.
- Black Tubuh, kaki, dan vena pada sayap berwarna hitam.
- Ebony Secara bertahap warna tubuh berubah menjadi hitam ketika dewasa. Larva memiliki pembungkus spirakel yang lebih gelap dibandingkan larva normal.\
- Taxi
Sayap merentang 75o dari sumbu tubuh, biasanya bergelombang, sempit, dan agak kehitaman. Mutan tidak dapat terbang karena bentuk dan postur sayap (Cook dan Carpenter, 2002).
- Eyeless
Ukuran mata bervariasi dari tidak ada sama sekali hingga seukuran mata normal tapi biasanya akan mengecil hingga tinggal setengah ukuran mata normal.
Lalat Drosphila mempunyai beberapa kelainan-kelainan yaitu terdiri dari:
1. Lalat ginandromorf adalah lalat yang separuh tubuhnya terdiri dari jaringan lalat betina sedangkan separuh lainnya terdiri dari jaringan lalat jantan. Lalat ini tidak mempunyai formula kromosom.
2. Lalat interseks adalah lalat yang jaringan tubuhnya merupakan mosaik (campuran yang tak teratur) dari jaringan lalat betina dan jantan. Lalat ini steril.
3. Lalat jantan super adalah lalat yang sebenarnya akan menjadi lalat jantan akan tetapi triploid (3n) untuk autosomnya (3AAAXY) dan steril.
4. Lalat dengan kromosom X yang melekat adalah lalat betina tetapi kedua kromosom X saling melekat pada salah satu ujungnya.
Lalat Drosophila melanogaster normal ( tipe liar ) adalah lalat Drosophila yang ditemukan di alam yang memiliki fenotip dengan karakteristik yang telah ditentukan, diantaranya badan kelabu, warna mata merah, dan sayap lurus panjang.
Variasi fenotip muncul akibat adanya perbedaan pada satu hingga tiga gen, misalnya warna mata putih, sayap vestigial, tubuh ebony, dan banyak lagi variasi lainnya. Lalat Drosophila melanogaster yang memiliki sedikitnya satu karakter yang berbeda dengan tipe liarnya disebut sebagai mutan.
Untuk menyeragamkan pendapat, tiap tipe mutan lalat Drosophila diberi symbol tertentu, misalnya simbol w untuk mutan mata putih, e untuk mutan tubuh ebony/ hitam, vg untuk mutan sayap tereduksi, dan sebagainya. Lalat normal biasanya diberi simbol +.
Drosophila melanogaster yang normal mempunyai mata berwarna merah, yang ditentukan oleh gen dominan W . Adapula yang menyebutkan gen + atau w+. Disamping itu dikenal pula sifat mutan, yaitu mata berwarna putih, yang ditentukan oleh gen muatan resesif w . Sebenarnya dikenal banyak variasi tentang warna mata pada lalat ini. Variasi ini bergradasi ( berderajat ) mulai dari merah gelap, merah terang sampai menjadi putih, yang kesemuanya ditentukan oleh dominansi dari alel –alel. Berbagai warna mata pada Drosophila melanogaster ini ternyata ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Alel yang paling dominan adalah w+ , sedangkan yang paling resesif adalah w.
1. Short-Winged Flies
Sayap-sayap lalat ini pendek. Sayap lalat ini tidak bisa terbang. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu vestigial gen, pada kromosom yang kedua. Lalat ini mempunyai suatu mutasi terdesak/terpendam. Tentang penghembus vestigial gen yang dibawa oleh masing-masing lalat (satu dari orangtua masing-masing), kedua-duanya harus diubah untuk menghasilkan sayap yang abnormal. Seandainya satu adalah mutan, versi yang sehat dapat mengesampingkan cacat tersebut.

2. Curly-Winged Flies
Sayap-sayap lalat ini keriting. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu "gen keriting" pada kromosom yang kedua. Sayap-sayap keriting ini terjadi karena suatu mutasi dominan, yang berarti bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan cacat itu. Jika salinan kedua-duanya (orang tuanya) adalah mutan, maka

3. Ebony Flies
Lalat ini berwarna gelap, hampir hitam dibadannya. Mereka membawa suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kayu hitam yang terletak pada kromosom ketiga. Secara normal, gen kayu hitam bertanggung jawab untuk membangun pigmen yang memberi warna pada lalat buah normal. Jika gen kayu hitam cacat, maka pigmen yang hitam ini dapat menyebabkan badan pada lalat buah menjadi hitam semuanya.

4.Yellow Flies
Lalat ini berwarna kekuningan dibanding lalat normal. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kuning pada kromosom X. Gen kuning diperlukan untuk memproduksi suatu pigmen pada lalat hitam normal. Sedangkan pada mutan ini tidak bisa menghasilkan pigmen atau gen kuning ini

5. White-Eyed Flies
Lalat ini mempunyai mata putih. Seperti lalat orange-eyed, mereka juga mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih. Tetapi di lalat ini, gen putih secara total cacat, sehingga tidak menghasilkan pigmen merah sama sekali.

6.Orange-Eyed Flies
Lalat pada gambar yang dilingkari mempunyai warna mata seperti warna jeruk. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih, yang secara normal menghasilkan pigmen merah di dalam mata. Di lalat ini, gen yang putih hanya bekerja secara parsial, memproduksi lebih sedikit pigmen merah dibanding lalat normal.

7. Eyeless Flies
Lalat ini tidak punya mata. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen buta, yang secara normal diinstruksikan sel di dalam larva untuk membentuk suatu mata.
8. Leg-Headed Flies
Lalat ini mempunyai antena seperti kaki abnormal pada dahi mereka. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen antennapedia (bahasa latin untuk "antenna-leg"), yang secara normal diinstruksikan sel untuk merubah beberapa badan untuk menjadi kaki. Di lalat ini, gen antennapedia dengan licik instruksikan sel yang secara normal untuk membentuk antena menjadi kaki sebagai gantinya. (Borror, 1992).

BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1 ALAT DAN BAHAN
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
- Botol kultur + medium Drosophila sp normal
- Drosophila sp
- Lup
- Jam
- Termometer
B. Pengamatan mutan Drosophila sp dengan ekstrak rokok
- Botol kultur + medium Drosophila sp dengan ekstrak rokok
- Drosophila sp
- Lup
- Jam
- Termometer
2.2 PROSEDUR KERJA
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
  1. Disediakan botol kultur yang sudah berisi medium
  2. Diletakkan medium segera setelah medium dibuat di tempat steril dah bersih
  3. Dimasukkan Drosophila sp yang ditangkap dan dimasukkan dalam botol kultur. Peringatan, Drosophila sp yang ditangkap dimasukkan dengan cara dtegakkan dalam posisi terbalik, sehingga medium terletak di bagian atas, segera mungkin Drosophila sp dimasukkan, dan botol tetap mengarah ke cahaya matahari.
  4. Didalam botol kultur dimasukkan ± 20 ekor, hal ini untuk mencegah banyak faktor kemungkinan, seperti kematian dan memperbesar peluang terdapatnya keberadaan lalat jantan dan betina
  5. Diberi label pada botol tanggal penangkapan, waktu, tempat atau alamat lalat tersebut ditangkap dan nama kolektor
  6. Diamati biakan setiap 2, 3, 4 atau 6 jam sekali setiap hari dan dicatat perubahan yang terjadi misalnya, timbulnya telur, adanya larva instar I, II,III, prepupa, pupa,pigmentasi pupa, dan keluarnya lalat dewasa.
  7. Dicatat hasil yang spesifik dari pengamatan, dan dicatat bila memeperoleh lebih dari satu jenis lalat dalam biakan.
  8. Dibandingkan hasil yang diperoleh dengan siklus hidup Drosophila sp, dan dibuat laporannya.
B. Pengamatan mutan Drosophila sp dengan ekstrak rokok
1. Disediakan botol kultur yang sudah berisi medium yang telah ditetesi dengan ekstrak rokok
2. Diletakkan medium segera setelah medium dibuat di tempat steril dan bersih
3. Dimasukkan Drosophila sp yang ditangkap dan dimasukkan dalam botol kultur. Peringatan, Drosophila sp yang ditangkap dimasukkan dengan cara dtegakkan dalam posisi terbalik, sehingga medium terletak di bagian atas, segera mungkin Drosophila sp dimasukkan, dan botol tetap mengarah ke cahaya matahari.
4. Didalam botol kultur dimasukkan ± 20 ekor, hal ini untuk mencegah banyak faktor kemungkinan, seperti kematian dan memperbesar peluang terdapatnya keberadaan lalat jantan dan betina
5. Diberi label pada botol tanggal penangkapan, waktu, tempat atau alamat lalat tersebut ditangkap dan nama kolektor
6. Diamati biakan setiap 2, 3, 4 atau 6 jam sekali setiap hari dan dicatat perubahan yang terjadi misalnya, timbulnya telur, adanya larva instar I, II,III, prepupa, pupa,pigmentasi pupa, dan keluarnya lalat dewasa.
7. Dicatat perkembangannya termasuk normal atau mutan, dan mutan bagaimana yang terbentuk
8. Dicatat hasil yang spesifik dari pengamatan, dan dicatat bila memeperoleh lebih dari satu morfologi mutan
9. Dibandingkan hasil yang diperoleh dengan siklus hidup Drosophila sp normal, dan dibuat laporannya.
BAB III
HASIL
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
Tanggal lalat parental dimasukkan ke dalam botol : 20 November 2009, pukul
13.30 WIB
Jumlah parental yang dimasukkan ke dalam botol : 16 ekor
Temperatur : Berfluktuasi antara 260 C –
30,50 C
Pengamatan
Fase yang tampak
Ukuran (mm) dan amatan morfologi lainnya yang terlihat
Lamanya Fase (hari/jam)
Prediksi jumlah
Tanggal / Waktu Fase
Fluktuasi Suhu Ruangan
Telur
Bulat elips, ukuran 0,3- 0,5 mm, berwarna krem, ada yang menempel pada dinding botol. Namun kebanyaknan menempel pada tissue medium
± 10 - 13 jam
300 telur
21/11/09, pkl 04.00
26 ºC Dingin, cuaca subuh
Larva instar 1
Bentuknya lonjong dan panjangdengan ukuran ± 0,5 - 1 mm, berwarna krem, bergerak seperti cacing namun lamban
± 25 jam
± 270 larva
23/ 11/09, pkl. 15.00
28,5 ºC Normal
Larva instar 2
Bentuknya lonjong memenjang dengan ukuran ± 2 – 2,5 mm, berwarna krem agak gelap, bergerak seperti cacing dan mulai lincah, mulutnya mulai berwarna gelap.
± 2 Hari
± 250 Larva instar 2
25/11/09, pkl. 08.00
28,5 ºC Normal
Larva instar 3
Bentuknya lonjong panjang dengan ukuran ± 3 – 5 mm, berwarna putih kekuningan agak gelap, bergerak seperti cacing dan lebih gesit, warna hitam pada mulutnya sangat jelas
± 1,5 hari
± 230 Larva instar 3
27/11/09, pkl. 16.00
30 ºC sedikit panas
Pengamatan
Fase yang tampak
Ukuran (mm) dan amatan morfologi lainnya yang terlihat
Lamanya Fase (hari/jam)
Prediksi jumlah )
Tanggal / Waktu Fase
Fluktuasi Suhu Ruangan
Prepupa
Berbentuk lebih lonjong dan memendek jika dibandingkan dengan larva instar 3, berwarna putih-putih bening, letaknya pada dinding, terbentuk setelah larva instar 3 bergerak ke atas (dinding botol) dan ketika larva instar 3 sudah tidak aktif lagi. Sebagian kebanyakan terletak di tissue dan melekat dibagian dalam tissue
± 1,5 hari
± 200 Prepupa
28/11/09, pkl. 09.00
26 ºC, Hujan
Pupa
Bentuknya lonjong, warna kecoklatan, tidak aktif bergerak, ukuran sedikit lebih besar dibanding dengan ukuran prepupa, menempel di dinding botol dan sangat banyak pada tissue medium.
± 1,5 hari
± 170 Pupa
2911/09, pkl.22.00
26 ºC, Mendung+ cuaca malam
Imago
Memili bentuk seperti lalat parental, perbedaan terlihat pada warnanya yang keabu-abuan dan ukuran dan lebih kecil, dan pergerakkannya juga belum selincah lalat parental.
± 2 hari
± 140 imago
01/12/09, pkl. 08.00
28 ºC, Normal
Lalat dewasa
Bentuk telah menyerupai lalat dewasa, namun masih dalam ukuran kecil, terus berkembang hingga menjadi seukuran lalat parental
± 5 hari
± 120 lalat dewasa
06/12/09, pkl.13.00
28 ºC, Normal, cuaca panas
Foto-foto Perkembangan Siklus Hidup Dhrosophila melanogaster
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Telur
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Larva instar 1
Larva instar 2
Larva instar 3
Prepupa
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Pupa
Imago
B. Pengamatan mutan Drosophila sp dengan ekstrak rokok
Tanggal lalat parental dimasukkan ke dalam botol : 23 November 2009, pukul
13.30 WIB
Jumlah parental yang dimasukkan ke dalam botol : 9 ekor
Temperatur : Berfluktuasi antara 260 C –
29,50 C
Pengamatan
Fase yang tampak
Ukuran (mm) dan amatan morfologi lainnya yang terlihat
Lamanya Fase (hari/jam)
Prediksi jumlah
Tanggal / Waktu Fase
Fluktuasi Suhu Ruangan
Telur
Bulat elips, ukuran 0,3- 0,5 mm, berwarna coklat gelap, ada yang menempel pada dinding botol. Namun kebanyaknan menempel pada tissue medium
± 10 - 13 jam
250 telur
23/11/09, pkl 17.00
,5 ºC Normal
Larva instar 1
Bentuknya lonjong dan panjang dengan ukuran ± 0,5 - 1 mm, berwarna coklat, bergerak seperti cacing namun lamban
± 25 jam
± 240 larva
25/ 11/09, pkl.03.00
26 ºC Dingin, cuaca subuh28
Larva instar 2
Bentuknya lonjong memenjang dengan ukuran ± 2 – 2,5 mm, berwarna gelap mendekati hitam, bergerak seperti cacing dan mulai lincah, mulutnya berwarna gelap.
± 2 Hari
± 210 Larva instar 2
27/11/09, pkl. 09.00
28,5 ºC Normal
Larva instar 3
Bentuknya lonjong panjang dengan ukuran ± 3 – 5 mm, putih sedikit gelap, bergerak seperti cacing dan lebih gesit, warna hitam pada mulutnya sangat jelas
± 1,5 hari
± 190 Larva instar 3
29/11/09, pkl. 22.00
26 ºC, Mendung+ cuaca malam
Pengamatan
Fase yang tampak
Ukuran (mm) dan amatan morfologi lainnya yang terlihat
Lamanya Fase (hari/jam)
Prediksi jumlah )
Tanggal / Waktu Fase
Fluktuasi Suhu Ruangan
Prepupa
Berbentuk lebih lonjong dan memendek jika dibandingkan dengan larva instar 3, berwarna gelap, letaknya pada dinding, terbentuk setelah larva instar 3 bergerak ke atas (dinding botol) dan ketika larva instar 3 sudah tidak aktif lagi. Sebagian kebanyakan terletak di tissue dan melekat dibagian dalam tissue
± 1,5 hari
± 180 Prepupa
01/12/09, pkl. 08.00
28 ºC, Normal
Pupa
Bentuknya lonjong, warna kecoklatan gelap, tidak aktif bergerak, ukuran sedikit lebih besar dibanding dengan ukuran prepupa, menempel di dinding botol dan sangat banyak pada tissue medium.
± 1,5 hari
± 170 Pupa
03/11/09, pkl.14.00
30 ºC, cuaca panas
Imago
Memili bentuk seperti lalat parental, perbedaan terlihat pada warnanya yang abu-abu gelap dan ukuran dan lebih besar dibanding lalat normal, dan pergerakkannya juga belum selincah lalat parental.
± 2 hari
± 160 imago
05/12/09, pkl. 08.00
28 ºC, Normal
Lalat dewasa
Bentuk telah menyerupai lalat dewasa, namun masih dalam ukuran kecil, terus berkembang hingga menjadi seukuran lalat parental. Terjadi banyak bentuk yang tidak sesuai lagi dengan morfologi lalat dewasa seharusnya, rata-rata mengalami mutan.
± 5 hari
± 155 lalat dewasa
10/12/09, pkl.13.00
28 ºC, Normal, cuaca panas
Foto-foto Perkembangan Siklus Hidup mutan Dhrosophila melanogaster dalam medium dengan estrak rokok.
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Telur
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Larva instar 1
Larva instar 2
Larva instar 3
Prepupa
Foto Tahapan dan Pengamatan Siklus Hidup
Keterangan
Pupa
Imago
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Pengamatan siklus hidup Drosophila sp
Percobaan pengamatan siklus hidup Drosophila sp dilakukan terhitung dari H0 pada tanggal 20 November 2009 hingga mendapatkan hasil F1 dewasa pada tanggal 06 Desember 2009. hasil percobaan menunjukkan hasil yang signifikan. Siklus mengalami tiap fase yang berbeda. Tiap siklus yang dilewati Drosophila sp mengalami periode lama waktu yang berbeda-beda. Tahap yang dilewati adlah telur, larva, pupa dan imago lalu selanjutnya berkembang menjadi Drosophila sp dewasa.
Siklus hidup yang cukup pendek pada Drosophila, jumlah anakan yang cukup banyak (terlihat dari perbandingan jumlah anakan dan parental), pemberian kondisi tidak perlu steril, dan membutuhkan media yang sederhana yaitu pisang yang telah dihaluskan+agar.
Setelah menetas larva akan mengalami 3 tahapan yaitu, larva instar 1, larva instar 2, dan larva instar 3. Larva instar 1 muncul setelah telur menetas, selanjutnya larva instar 1 akan berubah menjadi larva instar 2 sehari kemudian, dan setelah 2 hari larva instar 2 berkembang menjadi larva instar 3. Larva akan terus makan hingga ukurannya membesar . Kecepatan makan dan geraknya akan bertambah seiring dengan perkembangan larva. Selama makan, larva akan membuat saluran-saluran pada medium. Aktivitas membuat saluran pada medium dapat dijadikan indikator apakah larva tumbuh dan berkembang dengan baik (Demerec et al, 1996).
Perkembangan pertama yang diamati adalah telur. Menurut Borror (1992), ciri-ciri dari telur adalah berukuran ± 0.5 mm, berwarna putih, pada ujung anteriornya terdapat dua tangkai kecil menyerupai sendok yang berfungsi agar telur tidak tenggelam, biasanya terdapat pada permukaan media.
Pada pengamatan oleh praktikkan di awal tahap perkembangan ditemukan kan benda putih kecil berbutir-butir dengan ukuran sekitar 0.5 mm yang menempel pada dinding botol dan di sekitar tissue, namun tidak terlihat jelas, itulah fase telur.
Pengamatan dilanjutkan lagi hingga mulai muncul larva instar 1. Menurut Silvia (2003), dikatakan bahwa larva instar 1 berbentuk lonjong pipih, berwarna putih bening, berukuran ± 1 mm, bersegmen, berbentuk dan bergerak seperti cacing, belum memiliki spirakel anterior. Larva instar 1 di amati kira-kira memiliki ciri yang hampir sama dengan yang ada pada literatur yaitu bentuknya lonjong dengan ukuran ± 0,5- 1 mm, berwarna krem, bergerak seperti cacing namun tidak lincah.
Perubahan berikutnya adalah dari larva instar 1 menjadi larva instar 2 terjadi kira-kira 25 jam. Jika dilihat dari bentuk, larva instar 2 memiliki bentuk yang hampir sama dengan larva instar 1. Perbedaan larva instar 1 dan larva instar 2 terletak pada ukurannya yang lebih besar, adanya tanda kehitaman di mulut, dan pergerakan yang semakin aktif. Setelah 2 hari, ukuran larva makin bertambah besar dan fase larva instar 3 mulai muncul. Larva instar 3 memiliki ukuran yang lebih besar, sekitar 3-5 mm, dibanding larva instar 1 dan 2. Pergerakan larva instar 3 sangatlah aktif baik di permukaan maupun di dinding botol. Ciri lain yang membedakan adalah tanda kehitaman pada mulut.
Telur Drosphila berbentuk kecil bulat panjang dan biasanya diletakkan di permukaan makanan. Betina drosophila dewasa meletakkan telur 50-70 telur perhari atau maksimumnya 400-500 buah dalam 10 hari ( Silvia, 2003 ) . telur Drosophila dilapisi oleh dau lapisan, yang pertama selaput vatelin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan yang kedua selaput tipis tetapi kuat ( khohiron ) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangakai tipis. Khorion mempunyai kulit bagian luar yang sangat keras dari telur tersebut( Borror, 1992 )
Saat larva Drososphila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikulum menjadi keras berpigmen, tanpa kepala dan sayap yang disebut larva intisar 4. formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap dan kai. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif dan dalam keadaan ini larva berganti menjadi lalat dewasa ( Ashburner, 1985 )
Larva makan dengan mulut yang terdapat pada bagian ventral segmen kepala dan bernapas menggunakan spirakel anterior. Pada tahap akhir larva, larva instar 3 akan mencapai panjang 4,5 mm. Tubuh larva terdiri dari 12 segmen: 1 segmen kepala, 3 segmen thorax, dan 8 segmen abdomen. Karena tubuhnya yang transparan beberapa organ dalam larva dapat dilihat. Lemak tubuh larva, usus yang terpilin, gonad (organ seks) dan tabung Malpighian kuning merupakan organ-organ yang dapat dilihat. Gonad pada Drosophila melanogaster jantan lebih besar dari pada gonad pada Drosophila melanogaster betina, sehingga kelamin larva Drosophila melanogaster dapat dikenali (Shorrocks, 1972).
Menurut Borror (1992), adalah gigi, semakin jelas terlihat. Tahap setelah larva instar 3 adalah prepupa. Prepupa berbentuk lonjong dan terlihat lebih pendek jika dibandingkan dengan larva instar 3, berwarna putih-putih bening, letaknya pada dinding, dan terbentuk setelah larva instar 3 bergerak ke atas (dinding botol) dan tidak aktif lagi. Fase berikutnya adalah pupa. Perubahan prepupa menuju pupa sekitar 1,5 hari. Jika dilihat dari ukurannya, pupa memiliki ukuran yang sama dengan prepupa. Perbedaan yang paling terlihat adalah dari warnanya, pupa memiliki warna coklat. Baik fase prepupa dan pupa merupakan fase tidak aktif. Fase yang paling akhir adalah imago.
` Pada percobaan yang praktikan lakukan, fase imago didapatkan sekitar 3 hari setelah pembentukan pupa yang pertama. Fase imago ini terjadi kurang lebih pada hari kesepuluh. Ciri dari imago hampir menyerupai ciri-ciri umum lalat buah dewasa (parental). Perbedaan yang terdapat antara imago dengan lalat buah dewasa adalah dari ukurannya yang lebih kecild dan warna imago yang masih keabu-abuan.
Kemudian lalat memasuki ntahapan dewasa pada tanggal 06 Desember, dan pengamatan siklus dihentikan pada hari ini, karena Drosophila telah siap untuk melanjutkan kembali siklusnya menuju pekawinan antar anakan untuk menghasilkan F2.
Berarti pada percobaan Drosophila membutuhkan waktu sekitar 11 hari untuk menyelesaikan siklusnya, dan memerlukan waktu menjadi 16 hari untuk anakan Drosophila tersebut mencapai tahap dewasa seperti parental. Dalam siklus hidupnya mencapai dewasa ternyata tidak keseluruhan telur bisa bertahan untuk mencapai menjadi drosophila dewasa, karena berbagai faktor yang tidak kondusif, baik itu persaingan antar larva, maupun suhu yang tidak sesuai dengan kondisi telur saat akan menjadi larva, atau bahkan disebabkan lingkungan cuaca yang berubah-ubah menyebabkan tidak bertahannya hidup dari Drosophila itu sendiri.
Percobaan dikatakan berhasil, karena pada pengamatan dapat dilihat semua tahapan siklus pada perkembangan Drosophila. Praktikum yang bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari siklus hidup Drosophila melanogaster sangatlah penting. Dengan mempelajari siklus hidupnya, akan lebih mudah bagi kita untuk mengamati fase-fase pergiliran keturunannya dan proses penurunan sifatnya. Menurut literatur, genom Drosophila memiliki kemiripan 77% dengan genom pada manusia, hal ini yang menyebabkan Drosophila melanogaster sebagai model yang ideal untuk dipelajari. Selain itu, juga dapat diaplikasikan untuk meningkatkan jangka hidup manusia dan mempelajari mortalitas manusia.
B. Pengamatan mutan Drosophila sp dengan ekstrak rokok
Mutan yang terjadi pada Drosophila sp dengan medium botol kultur yamg diberi ekstark rokok yang tampak langsung secara morfologi sangat beragam. Keberadaan mutan mulai terliht sejak telur-telur dari parental Drosophila sp menempel pada dinding botol kultur medium dan tissue. Warna telur tidak lazim sebagaimana umumnya telur Drosophila sp normal yang berwarna putih dan bulat agak lonjong, namun justru sebaliknya telur bakal mutan berukuran lebih besar disbanding normal dan fenotip (warna) yang muncul juga berbeda. Warnanya gelap bening menempel pada dinding botol kultur dan sangat banyak pada tissue medium, sehingga pada tissue tampak bercak-bercak hitam seperti bubuk kopi dalam jumlah banyak tapi tidak tersebar merata.
Kemudian pada tahap larva hingga menuju larva instar 3, keadaan morfologinya juga jauh berbeda jika dibandingkan larva Drosophila sp normal, larva normal bentuknya seperti ulat berwarna putih hingga krem dengan pergerakan yang lincah bergerak di sekitar medium yang tersedia, sementara larva Drosophila sp mutan memiliki ukuran agak lebih besar dibanding normal dengan warna krem hingga coklat, sedangkan pergerakannya sangat lamban sekali.
Lalu pada fase prepupa hingga menjadi pupa, kelainan makin tetlihat jelas. Pada Drosophila sp normal kebanyakan pupa berada di tissue medium dan sedikit pada dinding botol. Sementara pupa pada botol kultur dengan medium di beri ekstak rokok, pupa terilhat lebih banyak menempel pada dinding botol dan sedikit sekali tissue medium. Dari segi morfologi, ukuran lebih kurang sama dengan pupa Drosophila normal, namun warna pupa sangat gelap, hampir mendekati warna hitam. Berbeda dengan pupa normal yang berwarna krem dan bulat lonjong.
Selajutnya saat masa pupa menjadi imago terlihat juga perbedaan yang mencolok di bandingkan imago normal. Pada imago normal saat keluar dari pupa, warnanya bening dengan sepasang sayap. Sebaliknya pada imago mutan kebanyakan di antaranya berwarna hitam seperti semut dengan ukuran yang kecil, diantaranya bersayap seperti normal namun banyak juga diantaranya tumbuh tanpa sayap sehingga terlihat seolah-olah seperti kutu atau semut hitam kecil.
Saat berlanjut mejadi dewasa Drosophila mutan yang bersayap memiliki sayap yang lebih berwarna seperti lapisan minyak, sehingga saat terkena cahaya matahari warna pelangi saat kuat terlihat pada bagian sayapnya, sedangkan Drosophila normal tidak terlalu berwarna.
Kelainan lainnya tampak juga Drosophila mtan dewasa lainnya berkembang, diantaranya seperti tidak ada sayap, warnanya berubah tidak seperti Drosophila normal, ada yang tanpa antena kepala.
Dan untuk pengamatan mikroskopis ada pula yang pada jantan tidak memiliki sisir kelamin serta bagian- bagian organ tubuh dalam tidak begitu lengkap dan ada juga tidak memiliki mata. Ada berbagai mutan yang dapat terjadi saat perkembangan drosophila, menurut Borror, (1992). Diantaranya adalah:
1. Short-Winged Flies
Sayap-sayap lalat ini pendek. Sayap lalat ini tidak bisa terbang. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu vestigial gen, pada kromosom yang kedua. Lalat ini mempunyai suatu mutasi terdesak/terpendam. Tentang penghembus vestigial gen yang dibawa oleh masing-masing lalat (satu dari orangtua masing-masing), kedua-duanya harus diubah untuk menghasilkan sayap yang abnormal. Seandainya satu adalah mutan, versi yang sehat dapat mengesampingkan cacat tersebut.

2. Curly-Winged Flies
Sayap-sayap lalat ini keriting. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu "gen keriting" pada kromosom yang kedua. Sayap-sayap keriting ini terjadi karena suatu mutasi dominan, yang berarti bahwa satu salinan gen diubah dan menghasilkan cacat itu. Jika salinan kedua-duanya (orang tuanya) adalah mutan, maka

3. Ebony Flies
Lalat ini berwarna gelap, hampir hitam dibadannya. Mereka membawa suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kayu hitam yang terletak pada kromosom ketiga. Secara normal, gen kayu hitam bertanggung jawab untuk membangun pigmen yang memberi warna pada lalat buah normal. Jika gen kayu hitam cacat, maka pigmen yang hitam ini dapat menyebabkan badan pada lalat buah menjadi hitam semuanya.

4.Yellow Flies
Lalat ini berwarna kekuningan dibanding lalat normal. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen kuning pada kromosom X. Gen kuning diperlukan untuk memproduksi suatu pigmen pada lalat hitam normal. Sedangkan pada mutan ini tidak bisa menghasilkan pigmen atau gen kuning ini

6. White-Eyed Flies
Lalat ini mempunyai mata putih. Seperti lalat orange-eyed, mereka juga mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih. Tetapi di lalat ini, gen putih secara total cacat, sehingga tidak menghasilkan pigmen merah sama sekali.


6.Orange-Eyed Flies
Lalat pada gambar yang dilingkari mempunyai warna mata seperti warna jeruk. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen putih, yang secara normal menghasilkan pigmen merah di dalam mata. Di lalat ini, gen yang putih hanya bekerja secara parsial, memproduksi lebih sedikit pigmen merah dibanding lalat normal.

7. Eyeless Flies
Lalat ini tidak punya mata. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen buta, yang secara normal diinstruksikan sel di dalam larva untuk membentuk suatu mata.
8. Leg-Headed Flies
Lalat ini mempunyai antena seperti kaki abnormal pada dahi mereka. Mereka mempunyai suatu cacat di dalam tubuh mereka yaitu gen antennapedia (bahasa latin untuk "antenna-leg"), yang secara normal diinstruksikan sel untuk merubah beberapa badan untuk menjadi kaki. Di lalat ini, gen antennapedia dengan licik instruksikan sel yang secara normal untuk membentuk antena menjadi kaki sebagai gantinya.
BAB V
KESIMPULAN
1. Drosophila adalah jenis serangga yang perubahan mofologi genetiknya sanga mudah diamati, sehingga saat dibuat dua kultur antara medium normal dan dengan ekstrak rokok, dapat dibandingkan dengan jelas pada fase perkembangannya, dan mutan yang terjadi.
2. Siklus hidup Drosophila normal adalah sbb: Telur, larva, pupa, dan imago
3. Terdapat berbagai jenis mutan yang kenmungkinan dapat terjadi pada Drosophila, antara lain:
- Short-Winged Flies
- Curly-Winged Flies
- Ebony Flies
- White-Eyed Flies
- Orange-Eyed Flies
- Eyeless Flies
- Leg-Headed Flies
4. faktor yang mempengaruhi siklus perkembangan Drodsophila:
- Suhu lingkungan
- Nutrisi makanan
- Tingkat Kepadatan
- Intensitas cahaya
- Medium
DAFTAR RUJUKAN
(Tidak dipublikasikan, hanya ditampilkan dalam draft asli dokumen pribadi penulis)

Senin, 03 Agustus 2009

Manusia ? penyebab utama kiamat , , Atau ??

Oleh : Bhima Wibawa Santoso
NIM : A1C407003
Jurusan : PMIPA FKIP Biologi Universitas Jambi

Manusia Sendirilah Yang Sebenarnya Ingin Kiamat Cepat Terjadi
Agustus 8, 2008 — sudhew

Salah Satu Penyebab Global Warming

Perubahan iklim, global warming, memang jadi materi yang tak ada habisnya untuk dibahas. Lihat saja bagaimana tak menentunya iklim saat ini. Apakah ini pengaruh alam yang sedang bergolak atau adakah pengaruh manusia di dalamnya?


Hasil penelitian terbaru dari NASA menunjukan perbuatan manusia dalam kaitan dengan prubahan iklim telah memberi dampak yang sangat luas terhadap sistem alam, termasuk pencairan lapisan es, mekarnya tanaman lebih cepat di Eropa, dan turunnya produktivitas danau di Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh Cynthia Rosenzweig dari NASA’s Goddard Institute for Space Science di New York beserta para peneliti dari 10 institusi yang berbeda ini mencoba membuat hubungan dampak secara fisik maupun biologi yang terjadi sejak tahun 1970 bersamaan dengan maningkatnya temperatur sepanjang periode tersebut. Hasilnya, pemanasan yang terjadi secara luas memang berasal dari dampak ulah manusia di seluruh Bumi.

Penelitian ini merupakan yang pertama kali untuk mempelajari hubungan antara set data temperatur global yang ada, hasil model iklim, dan melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi dalam skala luas terhadap sistem fisis dan biologi untuk menunjukan keterkaitannya antara aktivitas manusia, iklim dan dampaknya. Hasil pengamatan menunjukan, ada hubungan antara perbuatan manusia dengan perubahan iklim dan pengamatan terhadap dambak di Bumi juga menunjukan kebenaran yang sama dalam skalan kontinental, umumnya di Amerika Utara, Eropa dan Asia.

Untuk sampai pada kesimpulan hubungan tersebut, dilakukan analisa database lebih dari 29 000 seri data yang didapat dari hasil pengamatan terhadap dampak yang terjadi di sistem alam di Bumi. Data tersebut dikumpulkan dari 80 studi dalam rentang 20 tahun dari 1970 -2004. Dampak yang diamati dalam penelitian ini adalah perubahan dalam sistem fisis sperti glacier yang makin menipis, pencairan dataran es, dan makin hangatnya danau dan sungai. Akibat lainnya juga terjadi pada sistem biologi, seperti daun yang kembali muncul dan bunga yang bermekaran lebih cepat, burung-burung tiba lebih cepat dalam periode migrasi, serta tumbuhan dan hewan yang berpindah dari kutub ke kutub dalam jumlah yang lebih besar. Dalam lingkungan yang kaya air seperti lautan, danau dan sungai, plankton dan ikan juga mulai bergeser dari kondisi adaptasi dingin kini harus bisa beradaptasi dengan air yang lebih hangat.

Dalam skala global, 90% hasil pengamatan menunjukan adanya perubahan dalam sistem fisis dan biologi secara konsisten terhadap menghangatnya Bumi. Hal lainnya, perubahan tanah yang juga berubah dari penggunaan hutan ke pertanian ternyata membawa dampak lain. Pada akhirnya kesimpulan yang bisa diambil, manusia memang jadi salah satu faktor penting dalam perubahan iklim yang sedang terjadi di Bumi. Pengaruh itu terjadi lewat peningkatan emisi gas rumah kaca , dan itu terjadi secara global di Amerika, Eropa dan Aisa. Di beberapa benua termasuk Afrika, Amerika Selatan dan Australia, hasil dokumentasi dari pengamatan terhadap perubahan yang terjadi dalam hal fisik dan biologi masih jarang terhadap kaitan pemanasan global tersebut sebagai akibat dari ulah manusia. Masih dibutuhkan pengamatan dan penelitian lebih lanjut untuk benua-benua tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti, karena penelitian disana masih kurang.

Apapun itu mari kita mulai dari diri kita setidaknya untuk mebuat lingkungan disekitar kita jadi lebih nyaman untuk dihuni.

sumber : http://langitselatan.com

Selain banjir, senjata nuklir, polusi lingkungan, memburuknya iklim, dan lain sebagainya, menurut laporan majalah Discovery, AS, para ilmuwan juga memperhitungkan puluhan jenis bencana alam atau ulah manusia yang bisa mengakibatkan manusia mendekati kepunahan. Jaman sekarang, setiap saat orang-orang menyebarkan informasi tentang kepunahan spesies, sehingga kita mulai menyadari bahwa ini bukan sebuah fenomena perputaran alam yang baik.
Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa rasio kepunahan spesies organisme sekarang adalah 1.000 kali lipatnya zaman fosil, menurut statistik bahwa di atas bumi secara aktual terdapat 99% spesies berada di ujung kepunahan. Dan pembunuh-pembunuh yang menghancurkan spesies ini, sebagian besar disebabkan aktivitas peradaban manusia saat ini. Aktivitas-aktivitas ini menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup di bumi, termasuk manusia sendiri secara perlahan-lahan menuju ke dalam kondisi yang kritis, ada beberapa kondisi yang mungkin dapat dialami dalam gerakan putaran alam.


Gempa bumi dan Perubahan Kerak Bumi

Dari sejumlah besar bangunan yang ditemukan di samudra, dengan fosil makhluk hidup samudra di atas daratan. Semua ini cukup membuktikan “samudra berubah jadi sawah ladang, dan sawah ladang berubah jadi samudra (dunia mengalami perubahan besar)”, daratan tenggelam ke samudra, perubahan kerak bumi dasar laut yang naik menjadi daratan adalah fenomena yang sangat normal dalam aktivitas bumi.

Seperti misalnya Danau Lago Titicaca di Bolivia, Amerika Selatan, meski terletak di atas dataran tinggi, namun di kawasan sekeliling danau muncul jutaan fosil kulit kerang samudra, dan hingga sekarang masih terdapat makhluk samudra di danau tersebut, nelayan dapat menjala kuda laut, udang bercapit hijau dan kerang-kerangan.

Ini menunjukkan bahwa pada zaman dulu, dataran tinggi di sini mungkin masih berada di dasar laut, namun, karena perubahan kerak bumi, di desak hingga naik ke atas, dan masa terjadinya diperkirakan kurang lebih pada seratus juta tahun lampau. Daratan Atlantis dalam legenda, adalah peradaban yang hilang tenggelam ke laut karena perubahan kerak bumi.


Kerak Bumi Berubah Posisi

Ketika professor Charles H.Hapgood sedang mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia pernah mengemukakan hipotesa peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement).

Dalam kondisi tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk tak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap posisinya.

Menurut hipotesa tersebut, kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu tahun lampau. Mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini, ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub Selatan.

Dan sebelum adanya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju.

Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara, sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab menjadi dingin “membeku”. Ini secara rasional telah menjelaskan tentang lapisan tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang ditemukan serta sejumlah besar binatang yang tidak dapat hidup di daerah dingin, seperti misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala, machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu juga ada mayat manusia.


Ledakan Sinar Gamma

Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas.

Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari.

Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak tahu bagaimana cara mengantisipasinya. Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang maha besar, dan menyinari bumi dengan pancarannya.

Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan ozon).

Yang lebih parah adalah ini dapat secara langsung mengacaukan proses fotosintesis plankton di samudera (mereka dapat menyuplai oksigen bagi atmosfer), merusak ekologi sekaligus juga menghancurkan rantai makanan.

Jarak sinar gamma yang ditemukan saat ini sangat jauh dari kita, meski pengetahuan yang diketahui ilmuwan atas hal ini sangat terbatas, namun dapat dibayangkan akibat yang mengerikan seandainya secara tiba-tiba ia menyinari bumi kita.


Planet Menabrak Bumi

Pada 1908 silam, sebuah meteorit komet setinggi kurang lebih 200 kaki (± 60 m) pernah melintasi lapisan atmosfer, dan mengenai kawasan, Siberia, akibatnya terjadi ledakan di kawasan tersebut.

Menurut perhitungan astronom bahwa peristiwa sejenis akan terjadi setiap 100-300 tahun. Peristiwa ini, seandainya terjadi di samudera atau daerah yang jarang penduduknya, yang mana meskipun rasio kemungkinan manusia terhindar dari bencana ini sedikit lebih besar, namun ilmuwan mengatakan: terhadap planet besar, tidaklah penting di mana posisi yang diterjang mereka (planet).

Jika meteorit selebar ½ mil (± 800 m) menabrak bumi (± setiap 250 ribu tahun) meski tidak sampai menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia, namun cukup memusnahkan pembangunan peradaban umat manusia sekarang.

Sebuah meteorit selebar 5 mil menabrak bumi dapat menimbulkan gempa, tsunami, letusan gunung berapi, dan mengakibatkan kepunahan yang lebih dahsyat, sama seperti akhir zaman dinosaurus.

Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menjelaskan bahwa planet menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.


Lubang Hitam

Sistim galaktik pada umumnya dipenuhi dengan Lubang Hitam (black hole). Menurut prediksi ilmuwan secara garis besar, bahwa dalam sistem galaktik terdapat sekitar satu juta lubang hitam, benda-benda ini beredar sama seperti bintang lainnya.

Seandainya ada sebuah planet sedang akan mendekati kita, hal itu bisa kita prediksi, tapi jika seandainya itu adalah lubang hitam maka kita tidak akan mendapat peringatan. Jika sebuah planet yang akan menabrak bumi, para ilmuwan puluhan tahun silam bisa saja mengamati dan memprediksikan waktu maupun energinya secara konkret.

Namun lubang hitam tidak akan menabrak atau menghancurkan bumi, akan tetapi, ia -dengan kekuatan gravitasinya yang luar biasa- dapat mengacaukan orbit peredaran benda langit, sehingga suhu di bumi akan mengalami perubahan yang drastis.


Badai Matahari

Selama beberapa tahun terakhir ini, matahari sudah memasuki perubahan periodik medan magnetik yang terjadi setiap 10-11 tahun. Dalam masa demikian, partikel dan pancaran kemungkinan akan menerpa ke bumi dengan kecepatan 1juta km/jam. Dan ancamannya terhadap bumi, adalah suatu hal yang tak dapat diperhitungkan para ilmuwan.

Pada April 2001 silam, sebagaimana yang diperkirakan ilmuwan, telah terjadi ledakan bintik matahari yang dahsyat di permukaannya, dan ini merupakan salah satu ledakan terbesar yang tercatat selama ini, untungnya solar Flare (letusan gas matahari) tidak mengarah ke bumi (lihat pada foto di atas).

Karena itu sebagian besar energi yang dilepaskan letusan protuberan tidak akan sampai menerjang bumi. Letusan protuberan atau gas matahari disebabkan ledakan tiba-tiba dari energi magnetik.

Letusan ini dapat menambah kecepatan gerak partikel matahari hingga mendekati kecepatan cahaya dalam beberapa detik, sekaligus membuat suhu di permukaan matahari naik hingga jutaan derajat.

Energi yang dilepaskan letusan protuberan bahkan mencapai miliaran ton energi yang dihasilkan ledakan bahan peledak.

Dan akhirnya wallahualam.. hanya Allah SWT yang berilmu dan tau segala sesuatu yang telah diciptakan_Nya..

1. Kita (manusia) bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.


2. 17.000 orang ilmuwan telah menandatangani sebuah petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukan penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya aktivitas vulkanik dan tektonik.


3. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore yang mengulas soal hubungan antara kadar CO2 dengan pemanasan global adalah film yang menyesatkan. Satu-satunya informasi yang benar dalam film tersebut hanya bahwa peningkatan temperatur air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.


4. Peningkatan aktivitas vulkanik dan tektonik telah memicu banyak terjadinya bencana alam di dunia. Tercatat bahwa sejak medio 1970-an, jumlah bencana alam yang terjadi di planet ini meningkat sebesar 410 %.


5. Pemanasan global di bumi dapat dijustifikasi dengan menyalahkan manusia sebagai penyebab peningkatan emisi CO2, tapi bagaimana dengan pemenasan di matahari? Perlu diketahui pula bahwa suhu matahari pun ternyata telah meningkat dalam kurun 50 tahun terakhir. Jelas bahwa pemanasan suhu matahari tak ada kaitannya dengan emisi CO2 di bumi.


Dari fakta-fakta tersebut, jelaslah bahwa kita bisa menarik beberapa kesimpulan:

1. Pemanasan global tidak terkait dengan ulah manusia merusak alam, namun terkait dengan peningkatan suhu air laut.

2. Suhu air laut meningkat akibat peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik

3. Peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik juga memicu banyak terjadinya bencana alam semacam letusan gunung berapi dan gempa juga gelombang tsunami.

4. Dengan demikian, berdasarkan simpulan 1-3 di atas, maka dapat diringkas bahwa semua fenomena ini berhubungan dengan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik




Nah dari berbagai simpulan tersebut, hasilnya ialah sebuah pertanyaan:
Apa yang menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik?

99% dari semesta kita ini dibangun dari konsentrasi plasma yang tersusun hingga ke level atom. Sebuah planet, seperti Bumi, merupakan konsentrasi plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Demikian pula benda langit lainnya, semua merupakan konsentrasi plasma dalam tingkat kepadatan tertentu. Ketika suhu di planet ini, dan juga matahari, berubah secara drastis, ini berarti bahwa ada perubahan konsentrasi elektris pada energi plasma di tata surya kita.Perlu diketahui, perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Misalnya, atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.Satu-satunya penjelasan ilmiah yang masuk akan ialah bahwa konstelasi dan konsentrasi plasma ini bisa terganggu karena adanya sebuah benda dengan kepadatan plasma besar yang berada di dekat tata surya kita. Nah, benda apakah itu?


Pada tahun 1970-an, seorang arkeolog bernama Zecharia Sitchin menerbitkan sebuah buku terjemahan dari sebuah manuskrip Sumeria kuno. Buku itumengulas masalah konstelasi planet-planet dalam tata surya. Syahdan, di tata surya ini sebenarnya ada 12 buah planet (bukan 8 planet seperti yang kita kenal selama ini) namun mengapa kita hanya bisa mengamati 8 planet? Ini tak lain karena ada planet-planet dalak tata surya yang jalur lintasannya sangat panjang dalam bentuk eliptik-vertikal. Manuskrip Sumeria tersebut kemudian menyebut sebuah planet bernama Nibiru. Dalam perhitungan bangsa Sumeria kuno, kala revolusi Nibiru berada pada kisaran 3600 tahun bumi. Berarti, setiap satu kali dalam 3600 tahun, Nibiru bergerak mendekati objek lintasan eliptik bumi.


Manuskrip yang diterjemahkan Sitchin menyebut bahwa kedatangan planet tersebut selalu menjadi awal dari kehancuran bumi. Dalam bahasa ilmiah, bisa disimpulkan bahwa karena konsentrasi kepadatan plasmanya itu, Nibiru memengaruhi aktivitas vulkanik dan tektonik bumi seperti yang sedang kita rasakan saat ini. Semua fenomena macam ini pernah terjadi di masa lalu sebagai akibat dari masuknya Nibiru ke dalam jalur lintasan revolusi bumi. Dan segala fenomena ini selalu berujun pada masuknya bumi kepada zaman es.Selama ini, berdasarkan pelajaran-pelajaran di sekolah, kita selalu meyakini bahwa zaman es di bumi ini hanya terjadi satu kali. Yakni pada masa pasca punahnya dinosaurus. Pada kenyataannya, zaman es ini pernah terjadi berkali-kali di bumi. Dan setiap zaman es, selalu didahului oleh feomena macam ini.


Pada pengkajian-pengkajian awal tentang kosmologi-astronomi, diketahui bahwa Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan karenanya seluruh manusia yang hidup di bumi pun berkulit gelap akibat kadar melanin yang tinggi. Karena itu, ada hipotesis bahwa manusia pertama, alias Adam, ialah seorang berkulit hitam, seperti bangsa-bangsa negroid di zaman sekarang.Ketika itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, atmosfir, dan jarak dengan matahari adalah Mars. Namun kemudian Jupiter berubah haluan dari luar tata surya dan masuk ke lintasan orbit matahari. Akibatnya, jarak bumi menjauh dari matahari. Peristiwa ini yang kemudian ditengarai memengaruhi banyak hal, seperti warna kulit manusia ras tertentu, lama hari, serta pergeseran kutub bumi yang menyebabkan es mencair. Diperkirakan bahwa fenomena itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar dalam kisah Nabi Nuh as. Pada tahun 2001, beberapa astronom amatir dan obsevatorium non-pemerintah sempat berhasil melihat sebuah benda langit semacam planet yang pergerakannya mendekati orbit bumi. Para astronom amatir tersebut kemudian menamakannya ‘Planet X’


Namun lembaga-lembaga astronomi terkemuka semacam NASA kemudian membantah hal tersebut dan menyatakannya sebagai Hoax atau bualan semata. Akan tetapi sejak saat itu, banyak observatorium yang tiba-tiba saja tertutup untuk umum. Ada pula yang tetap buka, namun para petugasnya tak mau mengarahkan teleskop ke konstelasi bintang Orion. Berbagai alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai fakta mencengangkan ini. Fakta tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Demikian pula beberapa obsevatorium terkemuka di banyak negara lainnya. Lalu tiba-tiba, ada banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” atau rumah dengan konstruksi khusus, yang tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. Ada apa ini sebenarnya?


Banyak yang meyakini bahwa Planet X dan Nibiru merujuk kepada benda langit yang sama, yang sekarang ini sedang bergerak mendekati lintasan orbit bumi. Menurut Sitchin, berdasarkan perhitungan dari manuskrip Sumeria kuno yang diterjemahkannya, Planet Nibiru ini akan berada dalam posisi yang sangat dekat sekali dengan bumi pada 21 Desember 2012.Kita perlu memahami sejak saat ini bahwa Nibiru atau Planet X ini memang niscaya ada. Ya, benda ini benar-benar ada dan memang sedang bergerak mendekati bumi berdasarkan aneka fenomena alam yang terasa makin aneh ini. Pertanyaan saya sekarang ialah:


1. Karena Nibiru atau Planet X ini sedang bergerak mendekati bumi, akankah Nibiru atau Planet X ini bertabrakan dengan bumi?

2. Benarkah perhitungan Sitchin bahwa peristiwa tersebut akan terjadi pada 21 Desember 2012.

3. Bilamana Nibiru atau Planet X hanya lewat di sekitar orbit bumi, tidak bertabrakan, dampak apakah yang akan terjadi kepada bumi dan segala isinya? Akankah kita kembali ke zaman es?

4. (Poin ini yang paling membuat saya sedih) bilamana kita kembali ke zaman es, para ilmuwan Rusia yang dipimpin Dr. Andrei Shukshin memperkirakan bahwa 2/3 penduduk bumi akan punah –meninggal secara massal. Akan seperti apakah kehidupan manusia nantinya?
http://b6610cfs.wordpress.com/2009/03/28/global-warming-hoax-dan-kiamat-2012/

Misteri Kalender Maya dan Ramalan Kiamat 2012
Kategori : Umum ShareThis

Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 31 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Dalam perhitungannya, bangsa Maya tidak menyinggung tentang apa penyebab peradaban kali ini berakhir. Ada sedikit yang kelihatannya jelas, bahwa berakhirnya ‘hari itu’ sama sekali bukan berarti malapetaka apa yang datang menghampiri, melainkan mengisyaratkan kepada seluruh umat manusia akan adanya transisi dalam kesadaran dan spiritual kosmis, selanjutnya masuk ke peradaban baru. Tahun 755 Masehi, seorang rahib Maya pernah meramal, setelah tahun 1991 kemudian, akan ada dua peristiwa penting terjadi pada manusia yaitu kebangkitan kesadaran, dan pemurnian bumi serta regenerasinya.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Dari titik pandang ilmu pengetahuan umat manusia sekarang, hal itu benar-benar tidak dapat dipercaya. Mungkin saja bangsa Maya sedang membicarakan tentang galaksi Bima Sakti (Milky Way), yang mana ilmu pengetahuan dan teknologi kita belum juga sampai ke solar sistim, seperti pepatah orang Tionghoa mengatakan “Serangan musim panas tidak dapat menjelaskan es di musim dingin”. Fenomena kosmik yang diperlihatkan oleh kalender Maya adalah benar-benar berharga dari suatu penyelidikan yang serius oleh umat manusia sekarang ini.

ARAH RAMALAN ITU

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mengamati peristiwa besar 10 tahun belakangan ini (1992-2002), kelihatannya karakter alam semesta, ‘Zhen, Shan, Ren,’ (sejati, baik, sabar) yang diajarkan oleh Master Li Hongzhi, sebagai efek yang sedang ‘memurnikan’ hati manusia dan bumi ini. Kami menemukan dua bilangan yang bermakna, pada 1992 adalah persis tahun pertama kalinya Li Hongzhi mengenalkan ajarannya secara terbuka kepada masyarakat, ditengah-tengah kemrosotan moral umat manusia yang parah.. Dari tahun 1992-1999, dalam waktu yang singkat ini, pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini sudah mencapai hampir 100 juta orang di daratan China. Kini, latihan ini bahkan sudah menyebar kelebih 60 negara. Melalui kultivasi yang terus-menerus, latihan ini dapat mencapai tujuan mengganti sel-sel manusia dengan materi energi tinggi dan meningkatkan moral manusia sesuai karakter alam semesta serta kembali ke jati diri yang asli.

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.
http://www.indospiritual.com/artikel_misteri-kalender-maya-dan-ramalan-kiamat-2012.html

Ramalan dan Prediksi KIAMAT di tahun 2012
21 Desember 2012, masih menjadi hari yang penuh misteri dan bahkan telah menjadi misteri dunia. Menurut ramalan, tanggal yang tepat jatuh pada hari jum’at itu merupakan akhir dari peradaban di dunia ini alias “Hari Kiamat”. Dalam kitab suci Al-Qur’an dan beberapa sumber, hari kiamat akan jatuh pada hari Jum’at, seperti yang diramalkan oleh beberapa nara sember, termasuk kalender bangsa maya yang selama ini diyakini sebagai kalender paling akurat di bumi.

Dalam majalah Science edisi 8 September 2006, diberitakan bahwa ilmuwan dari Australia, Tiongkok, dan Norwegia dalam riset bersama terhadap lapisan batuan berhasil menemukan, bahwa telah terjadi perubahan kutub bumi. Jika dijabarkan secara nyata, selama 20 juta tahun ini, arah kutub utara telah menyimpang sebesar 50 derajat. Perubahan ini setara dengan jarak antara Alaska (atau Siberia) hingga ke garis khatulistiwa. Dalam kebudayaan suku bangsa Maya yang sangat maju, juga terdapat catatan serupa. Berdasarkan kalender suku Maya, terhitung sejak 1992 hingga 2012, bumi kita akan memasuki suatu masa “Siklus Besar” yang terjadi setiap 5200 tahun sekali yang merupakan masa penutup dari fase terakhir, yang juga disebut “Masa Perubahan Bumi”. Dalam kebudayaan suku Maya itu juga telah diramalkan bahwa pada tahun 2012 medan magnet bumi juga akan mengalami perubahan.

Sementara India Daily pada tanggal 1 Maret 2005 melaporkan, bahwa ada sejumlah ilmuwan geofisika dan astronomi dari perusahaan Hyderabad telah meramalkan bahwa pada tahun 2012 akan terjadi perputaran terbalik pada kutub bumi maupun kutub matahari. Perputaran terbalik kutub bumi artinya kutub utara dan kutub selatan akan bertukar posisi. Selama dalam proses ini di bumi akan terjadi suatu fenomena dimana dalam kurun waktu tersebut akan sama sekali tidak ada daya tarik menarik medan magnet. Apa jadinya jika bumi berpindah kutub dari kutub utara ke selatan, dan kutub selatan ke utara? Tentu saja matahari yang awalnya muncul dari timur akan muncul dari barat pada saat itu. Ramalan ini memiliki keterkaitan dengan berita yang muncul dan ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang menerangkan bahwa “Pada hari kiamat, matahari akan terbit dari arah barat dan terbenam dari arah timur”.

Walaupun beberapa sumber diatas tidak menerangkan bahwa matahari akan terbit dari arah barat, tetapi tentu saja kita dapat menyimpulkannya jika bumi berpindah kutub, tentu saja arah muncul matahari akan berubah. Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini. Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Fenomena ini juga diperkuat dengan hadirnya planet X atau Nibiru. Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak jaman kuno. Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi. Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya. Banyak yang mengatakan kalau planet Nibiru memiliki fisik yang mirip dengan matahari, bahkan merupakan kembaran matahari.

Fakta Planet X Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu dahsyat, pasti mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilewatinya. Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X, gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi. Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” kepada masyarakat luas untuk mencegah kegemparan global tentang berita ini.

Dr. Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901. Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.

Melihat Planet X Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.

Dr. Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan. Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin. Sejak peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitasnya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat. Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran. Zaman Es Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant. Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat. Kita akan perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti. Zaman Es Akan Terulang Lagi Teman-teman. Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini dengan seksama. Baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat..!. Karena kemungkinan yang kita alami bukanlah pemanasan global, akan tetapi Fase munuju zaman es. Perhatikan fakta-fakta berikut dengan seksama !. Kita bukanlah penyebab utama terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik. Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik.

Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, disertai juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat! Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun. Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Kamu juga bisa membaca kisah selengkapnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik. Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

Faktanya, mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Bisa saja mungkin! Karena ada satu bintang “kerdil” (dwarf star, sebutannya) yaitu “Sirius” atau dog star yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, bahkan melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau bertabrakan.. maka efeknya lumayan fatal. Kalau dikaji tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi (oleh karena itu penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini seorang negroid, kulit hitam). Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll. Tabrakan itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar yang ada di kisah Nabi Nuh. Hari kiamat adalah hari jum’at sesuai dengan hari yang jatuh pada tanggal 21 Desember 2012. Matahari akan terbit dari arah barat sesuai dengan prediksi dari beberapa sumber yang mengatakan kalau bumi akan berubah kutub. Matahari akan sangat dekat dari atas kepala manusia (sejengkal di atas kepala) juga mendekati dengan fakta kalau Nibiru (Planet X) yang merupakan kembaran matahari akan sangat dekat bahkan menabrak bumi.

Apakah semua ini akan benar-benar terjadi? kita tunggi saja 2012 tiba. Sudah banyak fakta-fakta yang memungkinkan semua ini terjadi. Berbagai prediksi dan hasil2 penelitian ilmiah telah banyak mengeluarkan pendapat yang berbeda-beda. Masalah Akhir Zaman kapan akan datang mungkin masih menjadi rahasia Allah. Akan tetapi apakah kita sudah siap menghadapi prediksi bencana yang teramat maha dahsyat ini ?… Seorang Mama Laurent, peramal kondang di Indonesia yang pernah mengatakan kalau tahun 2012 penduduk bumi hanya tinggal sekitar 40 % juga hanya bisa meramal dan memprediksi. Ada baiknya mulai sekarang kita mempersiapkan diri jika semua ini akan benar-benar terjadi. Semuanya kembali kepada Allah sang maha pencipta. Kembali kepada jalan-Nya merupakan jalan satu-satunya menemukan jalan keselamatan yang terbaik, dan memohon perlindungan dari semua prediksi-prediksi dan ramalan yang membuat kita merinding ini.
http://sudar4news.wordpress.com/2009/02/22/ramalan-dan-prediksi-kiamat-di-tahun-2012/

Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari di balik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”. Tetapi, mengapa kita harus cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X kan tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?

Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.


Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah objek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi, sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini adalah penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper.

Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal. Paper mereka menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.

Kuiper Belt Objects (KBOs)
Sedna, salah satu objek di Sabuk Kuipert. Kredit : NASA
Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita, kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar objek-objek batuan dan metalik. Objek terbesar yang diketahui adalah planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui, Sabuk Kuiper memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan “Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit objek Sabuk Kuiper yang telah dapat diamati di balik titik ini. Jurang ini tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error) pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Objek inilah yang diyakini Lykawka dan Mukai, dan telah mereka perhitungkan keberadaannya.

Para peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah objek besar, yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Objek ini mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian objek Sabuk Kuiper dan objek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik orbital yang aneh, contohnya Sedna.
Objek-objek trans Neptunian. Kredit : NASA
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari objek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai “pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian untuk objek Sabuk Kuiper yang besar, atau pencarian planet minor. Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti masih akan tetap tertarik untuk mencari objek-objek Kuiper lain, yang mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak terlalu besar.

“The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar system. We are still scratching the edges of that region of the solar system, and I expect many surprises await us with the future deeper surveys.” - Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di Arizona.

Planet X Tidaklah Menakutkan
Jadi, dari mana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul The Twelfth Planet atau Planet Kedua belas ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6.000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapiens sebagai budak mereka.

Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detail jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari suatu tulisan kuno berusia 6.000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesis Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?

Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesis kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis tersebut, sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.

Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.

Sumber : http://langitselatan.com/2008/06/24/planet-x-pada-kiamat-2012-bukan-planet-nibiru/

Minggu, 26 Juli 2009

Jantung Buatan


Oleh : Bhima Wibawa Santoso
NIM : A1C407003
Jurusan : PMIPA FKIP Biologi Universitas Jambi

Jantung Buatan


INILAH.COM, Paris - Jantung buatan yang dapat dicangkokkan dalam tubuh manusia, bisa jadi harapan besar bagi ribuan penderita. Jantung buatan ini oleh ilmuwan Prancis akan diujicobakan pada manusia dalam dua atau tiga tahun mendatang.
Sebuah perusahaan yang didukung oleh raksasa angkasa EADS, dan perusahaan bedah jantung Prancis, berusaha memproduksi jantung buatan ini. Carmat SA yang dibiayai oleh perusahan keuangan Truffle Capital, BUMN Prancis OSEO dan EADS melaporkan percobaan awal pada binatang dan tes laboratorium mendapatkan hasil yang menjanjikan.
"Pada saat ini, prototip jantung buatan sudah dipatenkan dan sedang menjalani tes praklinis," kata perusahaan itu.
Perangkat ini memiliki fungsi sama dengan jantung manusia, secara otomatis menjaga tekanan dan aliran darah sesuai kebutuhan pasien.
Pengembangan selanjutnya, alat akan dites pada pasien yang tidak memiliki pilihan perawatan kesehatan yang lain, sebelum diuji coba pada pasien yang lebih sehat.
Ahli jantung asal Prancis, Alain Carpentier, yang mengembangkan jantung buatan ini adalah pakar terkenal dalam memperbaiki katub jantung. Dia juga sudah membuat sejumlah katub buatan yang digunakan secara luas pada bedah jatuh.
"Saya terbentur dengan batasan terapi dan saya pikir saya dapat memberikan kontribusi lain," katanya seperti dikutip dari Harian Prancis Le Monde. Ia menambahkan masih perlu dua atau tiga tahun lagi sebelum bisa diuji coba pada manusia.

Bekerja sama dengan European Aeronautics Defense & Space (EADS), tim peneliti dari perancis telah sukses menciptakan jantung buatan yang hampir mendekati fungsi fisiologis jantung manusia. Dr. Alain Carpentier, seorang ahli bedah jantung dan kepala pengembangan jantung buatan ini mengatakan bahwa jantung buatan dengan 2 ventrikel dan 2 atrium ini mungkin sudah bisa di pasang pada manusia sekitar 3 tahun lagi.

“Alat ini dirancang untuk menggantikan secara permanen jantung manusia yang telah mengalami kerusakan” terang Dr. Peter Weissberg, ketua British Heart Foundation. Tantangan selanjutnya adalah berapa lama alat ini bertahan berdetak 60-100 kali per menit layaknya jantung manusia? karena berdetak 60-100 kali per menit adalah syarat mutlak untuk menunjang kehidupan.
Para pengembang jantung buatan ini mengatakan bahwa alat yang mereka rancang telah mendekati jantung asli manusia. Hal ini dikarenakan selain memiliki 2 pompa yang menggantikan fungsi 2 ventrikel, alat yang mereka rancang juga dilengkapi dengan sensor aktifitas tubuh sehingga bisa mengontrol frekuensi denyut sesuai dengan aktifitas fisik. Karena secara normal jantung manusia akan berdetak lebih cepat jika terjadi peningkatan aktifitas fisik.
Selain itu, sebagian besar dari alat ini dibuat dari material bio-tech yang berbahan dasar jaringan hewan untuk menghindari terjadinya reaksi imun dan pembekuan darah.
Perkembangan baru dunia kedokteran ini merupakan berita bagus bagi hampir 20.000 orang tiap tahun di seluruh dunia yang membutuhkan tranplantasi jantung, karena hanya seperempat saja dari mereka yang mendapat transplantasi jantung dari donor.
Sumber : Matters of The Heart, CNN Special Reports


Tipe teranyar jantung buatan baru-baru ini diimplankan pada seorang pria berusia 67 tahun asal Yunani. Jantung buatan ini memiliki satu bagian yang digerakkan dengan elektromagnet tanpa mempengaruhi bagian lain. Bentuknya lebih kecil, dan diharapkan berusia lebih lama dan hanya sedikit menyebabkan masalah pengumpalan darah dibandingkan alat sejenis.
Alat yang diberi nama WorldHeart rotary ventricular assist ini dikembangkan di Utah, Amerika Serikat. Penggunaan di Yunani adalah dalam rangka uji coba WorldHeart di Eropa sembari menunggu persetujuan FDA untuk uji klinis alat ini di AS yang rencananya baru akan dilakukan tahun depan.
"Sebenarnya sangat disayangkan, akses teknologi justru pertama kali diberikan untuk pasien di luar Amerika, tapi itulah proses regulator yang harus dijalani," kata Dr. James Long, Direktur Program jantung buatan di LDS Hospital dan juga anggota tim operasi di Yunani. "Orang Eropa lebih agresif dan memahami risiko," tambahnya.
Menurut Long, pasien di Yunani memiliki sejarah gagal jantung kongestif yang panjang dan bisa membunuhnya. Tetapi setelah dipasang alat ini pada 8 Maret lalu, kondisinya jauh lebih baik. Namun pasien masih membutuhkan asisten sampai jantung buatan yang ada di tubuhnya cukup kuat bekerja. Alat ini tidak disiapkan untuk penggunaan sementara.
Selain bentuknya lebih kecil dibandingkan pompa sejenis, keunggulan WorldHeart adalah bisa digunakan untuk orang muda dan remaja, sedang versi kecilnya tengah dikembangkan untuk bayi dan anak-anak.demikian dilansir Associated Press, 17 Maret lalu.

Jantung Buatan Diilhami Oleh Kecoak!
• Kecoak
Kecoak telah melewati semua jaman yang diketahui manusia. Sangat sukar dibayangkan memang, bagaimanapun juga hewan ini sebetulnya berkah bagi manusia, anda boleh percaya atau tidak, paling tidak bagi segelintir bioengineers yang briliant di India.

Kecoak menjadi kunci sukses bagi sekelompok ilmuwan di India yang sedang mengembangkan tekhnologi jantung buatan. Dengan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yang dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.

Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4. Jika sebuah bilik jantung manusia mengalami kegagalan(tidak mampu memompa) maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan.

"Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan, tapi hal itu tidak bisa terjadi pada manusia. Model yang kami buat berbasis pada sistem kerja jantung kecoak, dimana kami membuat mekanisme tekanan menjadi lebih terperinci. Jadi meskipun salah satu bilik gagal orang yang menggunakan jantung ini masih bisa hidup. Jantung buatan ini tidak menekan komponen lain(elemen pemompa) dan menggunakan tekanan yang rendah pada sel darah", ujar Professor Sujoy Guha pemimpin tim penelitian tersebut.

10 orang anggota tim penelitian di Indian Institute of Technology (ITT) yang berada di barat Bengal, menghabiskan hampir 3 tahun waktu mereka untuk mengembangkan jantung buatan ini dengan menggunakan bahan metal dan plastik. Saat ini jantung buatan tersebut diujicobakan ke katak, dan mereka berencana untuk mengujinya ke seekor kambing bulan Mei ini.

Jantung buatan ini merupakan terobosan baru dan lebih maju dibandingkan dengan jantung buatan yang sekarang ada di pasaran, dimana pemompaan darah masih tergantung pada sebuah bilik. " Ini adalah sebuah kemajuan tetapi merupakan satu hal yang rumit. Akan membutuhkan 3 tahun lagi untuk memasarkan produk ini. Saat ini produk ini sedang diujicobakan ke binatang, memerlukan beberapa tahun untuk dicobakan ke manusia," ujar Professor Sujoy Guha.

Diperkirakan harga jantung buatan ini akan berkisar 100.000 rupee yang setara dengan $2000. Harga ini 30 kali lebih murah dari jantung buatan yang ada dipasaran saat ini.

Pengikut